JAKARTA, Checkbind.com – Sebuah momen yang tidak biasa dan menyenangkan terjadi di sela-sela kunjungan kerja yang padat di Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto baru saja mendapatkan sebuah kenang-kenangan spesial yang bikin para pecinta bola tanah air ikut sumringah. Bukan cuma piagam atau plakat, melainkan jersey asli seorang bintang lapangan, Reece James!
Jersey kebanggaan klub Liga Inggris, Chelsea, dengan nomor punggung 24 milik Reece James itu langsung meluncur ke tangan Presiden Prabowo. Siapa yang kasih? Ternyata bukan orang sembarangan. Ia adalah Todd L. Boehly, jagoan bisnis yang menjabat sebagai CEO Eldridge Industries. Buat yang belum tahu, Boehly ini adalah bos besar yang punya klub bola Chelsea FC dan juga raksasa basket dunia, LA Lakers!
Momen seru ini langsung diabadikan dan dibagikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Sabtu (21/2/2026). Dalam unggahan tersebut, kita bisa melihat senyum ramah Presiden saat menerima kaus biru khas The Blues itu langsung dari tangan Todd Boehly. Suasananya hangat dan bersahabat. Keduanya pun tak melewatkan kesempatan berfoto bersama dengan gagah membentangkan jersey tersebut.
Tak hanya berdua, dalam foto itu turut hadir CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Mereka bertiga tampak kompak. Sebelum foto-foto, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri berbincang santai namun serius dengan Todd Boehly. Kira-kira, mereka ngobrolin apa ya? Mungkin taktik sepak bola, atau justru peluang investasi?
Nah, pertemuan kece ini rupanya terjadi setelah Presiden Prabowo menuntaskan agenda kenegaraan yang penting. Ia baru saja menandatangani kesepakatan tarif dengan Presiden AS Donald Trump. Usai acara formal itu, Kepala Negara langsung tancap gas menemui 12 pengusaha raksasa Amerika. Todd Boehly menjadi salah satu dari daftar panjang tokoh ekonomi papan atas tersebut.
Selain Todd, deretan pengusaha kelas kakap yang ditemui antara lain ada Armen Panossian, CEO Oaktree yang juga jadi bos klub Italia Inter Milan. Ada juga Matt Harris dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners. Kemudian Martin Escobari, Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic. Tak ketinggalan Al Rabil, CEO Kayne Anderson, dan Neil R. Brown, Managing Director Global Institute Infrastructure KKR.
Rombongan pengusaha lainnya semakin bikin mata melotot. Ada Michael Weinberg, Chairperson of the Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners (LLCP); Justin Metz, Managing Partner Related Fund Management (RFM); Luke Taylor, Co-President Stonepeak; Nabil Mallick, COO Thrive Capital; Jeffrey Perlman, CEO Warburg Pincus; serta Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners. Bayangkan, dalam satu ruangan, berkumpul para pemilik modal terkuat di dunia, dan Presiden Prabowo duduk bersama mereka!
Lalu, apa sih yang dibahas dalam pertemuan akbar itu? Teddy Indra Wijaya membeberkan isi pembicaraannya. Di hadapan para raksasa bisnis ini, Presiden Prabowo tidak main-main. Ia membuka lebar-lebar pintu investasi di Indonesia. Tujuannya jelas, yaitu untuk memajukan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi rakyat Indonesia.
“Presiden Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi,” jelas Teddy. Ia menambahkan, tujuannya adalah membangun rantai ekonomi yang kuat dan menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia. Artinya, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menguntungkan investor asing, tapi juga membawa dampak positif langsung ke masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo dengan tegas menyampaikan komitmen pemerintahannya. Ia ingin memastikan para investor merasa aman dan nyaman. Pemerintah, kata dia, berjanji menciptakan iklim investasi yang kondusif. Selain itu, ruang kolaborasi yang saling menguntungkan juga dibuka selebar-lebarnya. Ini sinyal kuat bahwa Indonesia sapaket tangan untuk bekerja sama dengan para pemain global.
Menariknya lagi, Teddy mengungkapkan bahwa para pengusaha kelas wahid ini bukan wajah baru bagi Indonesia. Sebelumnya, mereka sudah menjalin kerja sama dengan Danantara Indonesia. Peran Danantara sebagai mitra strategis mempertemukan langsung kepentingan nasional dengan para pemodal internasional.
Jadi, kaus Reece James itu bukan sekadar oleh-oleh biasa. Ia adalah simbol dari pertemuan dua dunia: dunia olahraga dan diplomasi ekonomi. Di balik senyuman dan jepretan foto dengan jersey biru Chelsea, ada pembahasan serius tentang masa depan investasi dan lapangan pekerjaan di Indonesia. Sebuah gebrakan yang dilakukan dengan gaya yang khas, santai namun penuh makna.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com



