Sopir Mobil Dihajar Massa Usai Dituduh Maling oleh Pemotor di Medan

Diposting pada 6 views

MEDAN, checkbind.com – Seorang sopir mobil Sigra, Dipapalia Winata (59), harus mengalami nasib nahas setelah diteriaki maling oleh seorang pengendara motor di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. Aksi kekerasan yang menimpa pria 59 tahun itu terekam kamera dan langsung viral di media sosial.

Senggolan Memicu Adu Mulut, Lalu Berujung Amuk Massa
Menurut Kanit Lantas Polsek Medan Kota, AKP Lisna Tampubolon, kejadian ini berawal dari insiden kecil. Pada Sabtu (28/6/2025) sekitar pukul 14.30 WIB, mobil yang dikendarai Winata dikabarkan bersenggolan dengan seorang pengendara sepeda motor. Alih-alih menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, sang pemotor justru berteriak memprovokasi warga dengan tuduhan bahwa Winata adalah maling.

Baca Juga: Aksi Sadis Perampok di Asahan: Ikat Korban hingga Tewas

“Begitu mendengar teriakan ‘maling’, warga sekitar langsung bereaksi. “Begitu mendengar teriakan ‘maling’, massa langsung mengamuk dan menyerang mobil beserta sopirnya,” jelas Lisna melalui sambungan telepon pada Minggu (29/6/2025).

Mobil Hancur, Sopir Terluka
Akibat aksi brutal massa, mobil Sigra milik Winata mengalami kerusakan parah. Kaca depan dan belakang pecah berantakan, bodi penyok di sisi kanan dan kiri, bahkan spion pun patah. Tidak hanya kendaraannya yang rusak, Winata juga mengalami luka cukup serius.

“Korban mengalami luka robek di kepala dan lebam di sekujur tubuh,” ungkap Lisna. Tim medis sempat membawa Winata ke rumah sakit, tetapi kini kondisinya sudah stabil.

Pemotor Kabur, Sopir Memilih Ikhlas
Yang membuat kasus ini semakin miris, pengendara motor yang memicu keributan justru menghilang begitu massa mulai mengeroyok Winata. Hingga saat ini, polisi belum mengetahui identitas pelaku teriakan provokatif tersebut.

Uniknya, meski menjadi korban kekerasan, Winata memilih untuk tidak melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. “Dia sudah ikhlas dan lebih memikirkan perbaikan mobilnya,” tambah Lisna.

Viral di Medsos, Netizen Geram
Video kejadian ini menyebar cepat di berbagai platform sosial media, memicu kemarahan warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan main hakim sendiri oleh massa, sementara sebagian lain mempertanyakan keberanian pemotor yang kabur setelah memanas-manasi situasi.

Polisi Ingatkan Bahaya Main Hakim Sendiri
Meski korban tidak melapor, polisi tetap mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. “Jika ada masalah di jalan, selesaikan secara hukum, bukan dengan kekerasan,” tegas Lisna.

Pelajaran untuk Semua: Jangan Asal Teriak ‘Maling’!
Kasus ini menjadi pengingat betapa bahayanya tuduhan tanpa bukti. Dalam hitungan detik, emosi massa bisa meledak dan berujung pada tragedi yang tidak diinginkan. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *