Raja Norwegia Harald V Tutup Usia, Rakyat Berduka di Depan Istana Oslo

Diposting pada 6 views

OSLO, Checkbind.com – Kabar mengejutkan datang dari Eropa. Raja Norwegia, Harald V, yang menyandang status monarki tertua di benua itu, akhirnya menghembuskan napas terakhir pada usia 89 tahun. Istana Kerajaan secara resmi mengonfirmasi kabar duka ini melalui pernyataan tertulis pada Jumat (28/8/2026). Segera setelah pengumuman itu keluar, suasana haru langsung menyelimuti kompleks Istana Kerajaan di Oslo. Pihak istana segera menurunkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung, sebagaimana Euronews melaporkan langsung dari lokasi.

Sejak pagi buta, warga Norwegia berbondong-bondong mendekati gerbang istana. Mereka tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa buket bunga segar, lilin menyala, dan rasa kehilangan yang begitu dalam. Beberapa pelayat bahkan tak kuasa menahan tangis saat meletakkan bunga di tumpukan penghormatan yang kian hari kian tinggi. Bagi rakyat Norwegia, Raja Harald bukanlah sosok asing yang jauh dan angker. Ia adalah pemimpin yang ramah, dekat dengan siapa pun, dan berperan sebagai perekat persatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan.

“Sosok Raja Harald adalah lambang keteguhan hati kami. Ia selalu hadir, bahkan ketika kami sendiri mulai goyah,” ujar seorang pelayat paruh baya yang mengaku sudah menunggu sejak subuh untuk memberi penghormatan terakhir.

Istana pun merilis pernyataan resmi yang sangat menyayat hati. Pihak kerajaan menyampaikan, “Dengan kesedihan yang tak terkira, kami mengumumkan bahwa Yang Mulia Raja Harald telah meninggal dunia hari ini.” Pengumuman itu terdengar lantang namun sendu, dan juru bicara istana membacakannya di hadapan awak media yang sejak Kamis malam sudah setia berjaga di luar rumah sakit.

Raja menghembuskan napas terakhir dengan tenang di Rumah Sakit Universitas Oslo, tepat pada Jumat pukul 06.35 waktu setempat. Ia pergi dalam pelukan keluarga terdekat, setelah tim dokter merawatnya secara intensif sejak 17 Agustus lalu. Penyebabnya adalah anemia hemolitik, sebuah kondisi langka di mana tubuhnya menghancurkan sel darah merah lebih cepat daripada kemampuannya memproduksi sel-sel baru.

Sepanjang pekan terakhir, tim medis memang terus memantau kondisi sang raja secara ketat. Namun pada Kamis (27/8/2026), angin buruk mulai berhembus. Kondisi Harald V memburuk secara drastis, dan istana tidak punya pilihan selain mengumumkan bahwa kesehatan raja memasuki fase sangat serius. Pengumuman itu sontak membuat seluruh keluarga kerajaan kalang kabut, dan mereka segera bergegas menuju sisi ranjangnya. Bahkan Putra Mahkota Haakon, yang biasanya sangat padat dengan tugas kenegaraan, memilih berjaga sepanjang malam tanpa tidur demi menemani detak jantung sang ayah yang semakin melemah.

Keadaan kritis ini juga berdampak langsung pada jadwal kenegaraan. Perdana Menteri Jonas Gahr Store membatalkan seluruh agenda penerbangan ke Jerman untuk pertemuan bilateral. Ia lebih memilih bertahan di Oslo, memantau situasi, dan memastikan segala sesuatunya berjalan tertib di tengah masa transisi yang tak terelakkan.

Raja Harald V sendiri naik takhta pada tahun 1991, menggantikan ayahnya, Raja Olav V. Selama lebih dari tiga dekade memimpin, ia menyaksikan berbagai perubahan besar, mulai dari masa pemulihan ekonomi pasca Perang Dingin hingga era digital yang mengubah cara rakyatnya berinteraksi dengan kerajaan. Namun di balik segala kemegahan istana dan protokol kerajaan, Harald tetaplah manusia biasa yang juga rentan terhadap sakit.

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatannya memang kerap menjadi perhatian publik. Ia menjalani beberapa kali operasi dan bahkan menggunakan alat bantu jalan untuk beraktivitas. Namun satu hal yang membuat semua orang takjub: ia tidak pernah sekalipun menunjukkan keinginan untuk turun takhta. Bukan karena ambisi pribadi, melainkan karena ia berpegang teguh pada sumpah suci yang ia ikrarkan di hadapan parlemen Norwegia, yaitu sumpah untuk mengabdi seumur hidup. Baginya, mahkota bukanlah sekadar simbol kekuasaan, melainkan beban tanggung jawab yang harus ia pikul sampai detik terakhir.

“Beliau selalu berkata, ‘Saya akan tetap di sini selama rakyat masih membutuhkan saya.’ Dan ia benar-benar membuktikan ucapan itu,” kenang seorang ajudan kerajaan yang enggan disebutkan namanya.

Meskipun kondisi fisiknya kian terbatas, semangat Raja Harald untuk tetap dekat dengan rakyat tidak pernah padam. Ia masih rutin menghadiri acara-acara kenegaraan, meskipun terkadang ia harus beristirahat di sela-sela agenda. Bahkan pada ulang tahunnya yang ke-89 beberapa bulan lalu, ia masih sempat menyapa ribuan warga yang berkumpul di halaman istana dengan senyum khasnya, senyum yang kini hanya tersimpan dalam ingatan.

Tak heran jika kepergiannya terasa begitu berat bagi semua pihak. Bukan hanya keluarga kerajaan yang merasakan kehilangan, tetapi seluruh rakyat Norwegia yang menjadikannya panutan. Di berbagai sudut kota Oslo, bendera-bendera berkibar setengah tiang. Toko-toko bunga kehabisan stok anyelir putih dan mawar merah. Media lokal pun kompak mengubah seluruh program acaranya menjadi liputan khusus bertajuk “Selamat Jalan, Sang Pemersatu.”

Rakyat Norwegia tidak kehilangan seorang raja biasa. Mereka kehilangan figur ayah, kakek, dan teman sekaligus. Mereka kehilangan sosok yang tidak pernah lelah mengingatkan bahwa meskipun berbeda suku, agama, dan latar belakang, mereka tetaplah satu bangsa, yaitu Norwegia.

Kini, tongkat estafet kepemimpinan beralih ke Putra Mahkota Haakon. Namun bayangan Raja Harald V akan tetap membekas dalam setiap kebijakan, setiap protokol, dan setiap degup jantung istana. Ia memang telah pergi, tetapi semangatnya tentang kesetiaan, pengabdian, dan cinta pada tanah air akan terus hidup dalam diri setiap orang yang mengenalnya.

Hari ini Norwegia menangis, tetapi di balik tangis itu, ada rasa syukur yang mendalam karena mereka pernah memiliki seorang raja yang begitu manusiawi, begitu tulus, dan begitu berani menghadapi takdirnya sampai akhir. Selamat jalan, Yang Mulia. Semoga istirahatmu tenang di sisi-Nya, bersama para leluhur yang telah menanti.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *