Checkbind.com – Presiden Prabowo Subianto dengan tegas memastikan pemerintah terus memenuhi segala kebutuhan para pengungsi korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Beliau menegaskan bantuan untuk pengungsi terus mengalir tanpa henti melalui dua jalur utama, yaitu darat dan udara. Pemerintah bahkan secara khusus memanfaatkan armada udara terbaik, mulai dari helikopter, pesawat angkut berat Hercules C130, hingga pesawat angkut terbaru dan tercanggih TNI AU, Airbus A400M. “Kita telah memberangkatkan tiga pesawat Hercules C130 dan satu pesawat A400. Untuk kesekian kalinya, kita kirim bantuan. Pemerintah bergerak cepat dari hari-hari pertama sudah bereaksi, sudah mengirim bantuan melalui jalur darat dan udara, dan terus-menerus kebutuhan mereka di lapangan kita dukung,” tegas Prabowo dalam sebuah cuplikan video yang diunggah akun resminya, @presidenrepublikindonesia.
Selanjutnya, dalam tayangan yang sama, kita juga bisa melihat upaya kreatif di lapangan. Sejumlah dapur MBG (Mandiri Bahan Gizi) di wilayah terdampak dengan sigap berubah fungsi menjadi dapur umum bagi para pengungsi. Contohnya, SPPG Daulat Lae-Langge dan SPPG Subulussalam di Aceh, serta SPPG Cengkeh Turi Binjai Utara di Sumatera Utara langsung mengalihfungsikan dapur mereka. Pada kesempatan terpisah, yakni dalam peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta, Prabowo juga menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam. Beliau mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak. “Mari kita senantiasa bersatu dan bergotong royong, mendoakan serta membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Semoga masa yang sulit ini dapat segera kita lewati,” ajaknya.
Aksi Kilat! BNPB Fokuskan Tiga Misi Penting di Medan Bencana
Sebelum pernyataan Presiden, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebenarnya sudah bergerak lebih dahulu. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, secara langsung menginstruksikan seluruh jajarannya untuk fokus pada percepatan penanganan darurat bencana di Pulau Sumatera. Tiga wilayah prioritas yang menjadi perhatian utama pemerintah pusat adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Provinsi Aceh. “Upaya penanganan harus kita maksimalkan seiring dengan cuaca di wilayah terdampak saat ini yang mulai membaik,” tegas Suharyanto dalam rapat virtual pada Sabtu (19/11/2025).
Kemudian, BNPB segera menetapkan tiga prioritas aksi yang harus mereka eksekusi dengan cepat. Pertama, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk menemukan korban yang masih hilang. Kedua, pemulihan akses komunikasi yang terputus. Ketiga, pendistribusian logistik yang merata kepada seluruh warga terdampak. Suharyanto menjelaskan bahwa operasi SAR di Sumatera Utara saat ini memfokuskan diri di tiga wilayah kritis, yaitu Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Khususnya di Tapanuli Tengah dan Selatan, laporan mengenai beberapa orang yang masih hilang membuat operasi harus terus mereka gencarkan.
Dari Udara Hingga Laut! Logistik Diterobos ke Daerah Terisolir
Sementara itu, untuk misi pendistribusian logistik, BNPB mendorong segala cara agar bantuan sampai ke titik terjauh. Terutama untuk wilayah-wilayah yang masih terisolasi parah, seperti beberapa bagian di Tapanuli Tengah, bantuan harus mereka terobos. Oleh karena itu, BNPB menyiagakan helikopter MI-17 dan dua helikopter pendukung lainnya secara khusus. Armada udara ini akan mendistribusikan bantuan logistik, peralatan darurat, dan makanan siap saji ke tempat-tempat terpencil yang tak bisa dijangkau dari darat. Di sisi lain, percepatan distribusi bantuan logistik menuju Sibolga justru akan mereka koordinasikan melalui jalur laut. Mereka akan memobilisasi kapal-kapal TNI Angkatan Laut dari Pelabuhan Jago-jago untuk mengangkut bantuan dalam skala besar.
Teknologi Canggih Dikirim! Starlink Langsung “Ditembakkan” ke Daerah Terdampak
Selain logistik, masalah komunikasi menjadi perhatian serius. Guna memulihkan akses komunikasi yang vital untuk koordinasi, BNPB telah mendistribusikan unit-unit terminal internet satelit Starlink ke sejumlah kabupaten/kota terdampak. Daerah prioritas yang sudah menerima teknologi canggih ini antara lain Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan. Dengan demikian, meskipun jaringan telekomunikasi terestrial rusak, akses internet darurat masih bisa petugas dan masyarakat manfaatkan untuk berkoordinasi dan memberi kabar kepada keluarga.
Singkatnya, penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera ini menunjukkan sebuah aksi gotong royong nasional yang masif dan terkoordinasi. Pemerintah, melalui komando langsung Presiden Prabowo dan pelaksanaan teknis oleh BNPB serta TNI, menunjukkan respons yang cepat dan berlapis. Dari udara dengan pesawat canggih, di darat dengan konvoi logistik, hingga di laut dengan kapal angkut, semua jalur mereka gunakan. Ditambah lagi dengan sentuhan teknologi tinggi seperti Starlink, upaya ini bukan sekadar bantuan darurat biasa, melainkan sebuah operasi penyelamatan modern yang mengutamakan kecepatan, akurasi, dan keberpihakan pada masyarakat terdampak di daerah paling terpencil sekalipun. Semua aksi ini membuktikan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah kesulitan rakyatnya.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com



