Prabowo Berencana Bangun 25.000 Gudang Beras, Pengamat: Lebih Efisien Perbaiki yang Lama
Prabowo Berencana Bangun 25.000 Gudang Beras, Pengamat: Lebih Efisien Perbaiki yang Lama

Prabowo Berencana Bangun 25.000 Gudang Beras

Diposting pada 34 views

Checkbind.com – JAKARTA. Prabowo Berencana Bangun 25.000 Gudang Beras, Pengamat: Lebih Efisien Perbaiki yang Lama. Pemerintah berencana membangun 25.000 gudang beras darurat guna menampung stok beras Perum Bulog. namun rencana ini langsung menuai kritik pedas. 13052025

Prabowo Berencana Bangun 25.000 Gudang Beras

Pengamat pertanian sekaligus Guru Besar IPB University, Dwi Andreas Santosa, menyoroti bahwa kapasitas gudang Bulog saat ini sudah mencapai 4 juta ton. Namun, ia menemukan masalah serius: sebagian gudang berkapasitas 500.000 ton ternyata dalam kondisi tidak layak pakai. Oleh karena itu, ia menekankan, alih-alih membangun gudang baru, pemerintah seharusnya memprioritaskan perbaikan gudang yang sudah ada. “Dana yang dibutuhkan untuk membangun gudang baru sangat besar, apalagi harus membeli tanah dan membangun dari nol,” tegasnya kepada Checkbind.com, Selasa (13/5).

fakta mengejutkan: kapasitas gudang Bulog saat ini mampu menampung sekitar 10% dari total produksi padi nasional.“Pemerintah mengklaim stok beras saat ini mencapai 3,5 juta ton—angka tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Namun, Dwi Andreas membantah klaim ini dengan menyatakan bahwa 1,5 juta ton di antaranya merupakan sisa impor tahun lalu. ‘Tahun lalu, Indonesia mengimpor 4,5 juta ton beras.

Masalah lain yang ia soroti adalah risiko kerusakan beras. 

“Produksi padi fluktuatif, belum tentu gudang baru akan terpakai maksimal,” tambahnya. Ia pun menyarankan agar pemerintah fokus pada efisiensi dengan memaksimalkan gudang yang sudah ada sebelum membangun yang baru.

“Oleh karena itu, memperbaiki gudang lama terbukti lebih strategis daripada menggelontorkan dana besar untuk pembangunan baru. Jika pemerintah mengabaikan hal ini, bukan hanya uang negara yang akan terbuang percuma, tetapi kerusakan beras juga berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *