Potong 17 Hewan Kurban, Napi Lapas Banyuwangi Senang Nyate Bersama

Diposting pada 8 views

BANYUWANGI, Checkbind.com – Suasana Hari Raya Idul Adha di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banyuwangi terasa begitu meriah, Jumat (6/6/2025). Di balik tembok lapas, puluhan warga binaan tampak antusias menyiapkan acara nyate bersama usai penyembelihan 3 ekor sapi dan 14 ekor kambing kurban. Asap putih membubung tinggi dari tungku sederhana, sementara tawa riang terdengar saat mereka bergantian mengipasi bara api.

Tak hanya satu atau dua blok, seluruh penghuni lapas turun tangan mempersiapkan acara ini. Mereka kompak mengolah daging kurban di depan kamar masing-masing, sehingga aroma sate bakar seketika memenuhi seluruh area. Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja menyediakan arang dan bumbu agar warga binaan bisa merasakan kebahagiaan Idul Adha layaknya masyarakat luar.

“Kami ingin mereka merasakan kegembiraan yang sama, jadi daging dibagikan merata ke lebih dari 900 orang, lengkap dengan bumbu untuk dibuat sate,” ujar Wayan. Ia menambahkan, kegiatan serupa rutin digelar setiap tahun bukan hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan antarwarga binaan.

Tak sekadar menerima, sejumlah penghuni lapas ternyata terlibat aktif dalam prosesi kurban. Mereka tergabung dalam panitia penyembelihan hewan setelah melalui seleksi ketat Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Wayan mengungkapkan, tahun ini Lapas Banyuwangi mendapat 17 hewan kurban yang berasal dari berbagai pihak, mulai dari pegawai lapas, instansi pemerintah, masyarakat, hingga sumbangan sesama warga binaan.

“Ini bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap mereka. Kami berharap momen ini bisa menciptakan lingkungan lapas yang lebih kondusif,” tambahnya.

Semangat Kebersamaan di Balik Jeruji

Meski dengan peralatan seadanya, semangat kebersamaan terpancar jelas di wajah para penghuni. Ada yang sibuk memotong daging, ada pula yang cekatan meracik bumbu. Salah seorang warga binaan, Andi (32), mengaku sangat bersyukur bisa merayakan Idul Adha dengan cara berbeda tahun ini.

“Biasanya di luar, sekarang di dalam juga bisa merasakan hal sama. Apalagi bisa nyate bareng teman-teman, rasanya kayak keluarga,” ujarnya sambil tersenyum.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, termasuk keluarga warga binaan yang berkunjung. Seorang ibu yang enggan disebutkan namanya mengaku terharu melihat anaknya bisa bergembira di hari raya.

“Saya lihat dia senang, ikut masak dan ketawa sama yang lain. Sedih sih lihatnya di sini, tapi setidaknya dia tidak sendirian,” katanya.

Baca juga: Sumut Juara Narkoba

Menurut Wayan, acara seperti ini tidak sekadar seremonial belaka. Selain memupuk solidaritas, kegiatan kurban bersama juga membantu menenangkan suasana lapas. “Ketika mereka sibuk dengan hal positif, potensi konflik bisa diminimalisir,” jelasnya.

Ia berharap, ke depan semakin banyak pihak yang turut berkontribusi, baik dalam bentuk hewan kurban maupun dukungan moril. “Ini momentum tepat untuk mengajarkan nilai berbagi dan kepedulian, terutama bagi mereka yang sedang menjalani pembinaan,” pungkas Wayan.

Gema tawa dan aroma sate memang telah sirna, namun kebahagiaan itu masih terasa hangat di hati warga binaan. Bagi mereka, Idul Adha tahun ini bukan sekadar tentang penyembelihan hewan, melainkan juga tentang kebersamaan yang tak tergantikan.

Naskah: Tim Checkbind.com
Editor: Redaksi Checkbind.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *