BOGOR, checkbind.com – Kepolisian Resor Bogor Kota menggagalkan peredaran 62 gram sabu dengan modus penyimpanan mengejutkan, petugas menemukan narkoba itu terbungkus rapi dalam pembalut wanita! Aparat langsung mengamankan pengedar berinisial AA (30) yang sedang mengambil kiriman sabu di kawasan Pasir Kuda, Bogor Barat.

Kasi Humas Polresta Bogor Kota Iptu Eko Agus mengungkapkan bahwa AA rutin mengedarkan sabu di wilayah Muara, Pasir Kuda, dan Empang menggunakan sistem tempel. Petugas menyebut sistem ini sebagai metode pengiriman narkoba tanpa kontak langsung antara pengedar dan pembeli. Tim penyidik menyergap AA tepat saat tangan pria itu menggapai bungkusan sabu yang terselip di bawah pagar rumah di Jalan Babakan Sukamantri.
Baca Juga:Pemilik Warung di Terminal Depok Diciduk Polisi karena Jual Miras ke Pelaku Tawuran
Awalnya, petugas kesulitan menemukan barang bukti. “Saat kami amankan, pelaku sedang duduk di motor. Setelah digeledah, tidak ada sabu di badannya,” jelas Eko. Namun, pemeriksaan ponsel AA mengungkap petunjuk lokasi penyimpanan sabu. Pelaku membungkus bungkusan plastik klip berisi sabu itu dengan softex (pembalut wanita) untuk mengelabui aparat.
Tak berhenti di situ, polisi melanjutkan penggeledahan ke tempat kos AA di Pulo Empang. Di sana, mereka menemukan sejumlah barang bukti lain, seperti plastik klip kosong, timbangan digital, sedotan besar warna hitam dan bening, serta double tip hijau. Alat-alat ini diduga digunakan untuk menimbang dan membungkus sabu sebelum diedarkan.
AA kini terancam hukuman berat. “Kami menjeratnya dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tegas Eko. Jika terbukti bersalah, pelaku bisa mendekam di penjara hingga bertahun-tahun.
Kasus ini menjadi bukti bahwa modus penyelundupan narkoba semakin kreatif. Polisi pun mengimbau warga agar lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. “Jangan ragu melapor jika melihat hal mencurigakan,” pesan Eko.
Sementara itu, pihak kepolisian terus memperketat pengawasan di lokasi rawan narkoba. Mereka juga berkoordinasi dengan aparat setempat untuk memutus rantai peredaran sabu di Bogor.
Pelaku Sudah Beraksi Lama, Polisi Endus Jejaknya
AA bukanlah pengedar pemula. Dari hasil penyelidikan, ia sudah cukup lama beroperasi dengan jaringan yang terorganisir. Polisi menduga sabu yang ia edarkan berasal dari supplier besar. Kini, penyidik terus mengembangkan kasus untuk mengungkap siapa dalang di balik peredaran narkoba ini.
Sejumlah warga sekitar mengaku sempat mencurigai aktivitas AA. “Dia sering terlihat mondar-mandir di pagi buta, kadang bawa tas kecil,” ujar seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya. Informasi ini kemudian membantu polisi melacak pergerakan pelaku.
Selain mengandalkan pengawasan manual, polisi juga memanfaatkan teknologi digital untuk melacak transaksi dan komunikasi AA. Ponsel pelaku menjadi kunci penting dalam mengungkap metode pengiriman dan jaringan distribusinya.
Sabu Semakin Beredar, Bahaya Mengintai Generasi Muda
Peredaran sabu di Bogor semakin mengkhawatirkan. Narkoba ini tidak hanya mengincar kalangan tertentu, tetapi juga mulai menyasar remaja dan mahasiswa. Polisi mengingatkan orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka.
Penangkapan AA menunjukkan keseriusan aparat dalam memberantas narkoba. Namun, peran masyarakat tetap krusial. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan Bogor bisa terbebas dari jerat narkotika.
Tetap Waspada, Laporkan Aktivitas Mencurigakan!
Jika Anda melihat hal aneh di sekitar, segera hubungi polisi. Jangan biarkan narkoba merusak generasi bangsa!



