Checkbind.com – Aksi kejahatan nekat mendadak menggegerkan warga Perumahan Depok Mulya 1. Pasalnya, kawanan maling misterius melancarkan aksi pembobolan kantor secara diam-diam. Target serangan para pelaku merupakan Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Depok. Lokasi persis bangunan kantor berada di wilayah Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Lembaga ini sehari-hari mengelola dana zakat, infak, dan sedekah milik umat. Oleh sebab itu, insiden pencurian ini langsung memancing perhatian masyarakat luas. Sebagai langkah penanganan, jajaran kepolisian setempat bergerak cepat menggelar penyelidikan ketat. Petugas bertekad mengusut tuntas musibah pembobolan kantor zakat ini sampai terang benderang.
Selanjutnya, pihak kepolisian memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan penanganan kasus ini. Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra Kurniawan, menyampaikan keterangan lengkap tersebut. Beliau mengonfirmasi kedatangan tim penyidik gabungan ke tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian, petugas langsung menyisir area lokasi kejadian pada Kamis (24/9/2026) siang. Pemeriksaan ketat ini berlangsung untuk menghimpun berbagai bukti awal di lapangan. Langkah cepat tersebut bertujuan guna melacak jejak para pelaku pembobolan kantor zakat.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran kepolisian mengumpulkan seluruh rekaman CCTV di lokasi. Selain itu, tim ahli kepolisian juga mengidentifikasi sampel sidik jari di TKP. Lalu, petugas meminta keterangan mendalam dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi. Berikutnya, kepolisian mendata para korban serta merinci seluruh barang yang raib. Bahkan, penyidik mengecek setiap sudut TKP guna menguraikan teka-teki sosok pelaku. Upaya intensif ini sengaja petugas lakukan demi membongkar identitas kawanan pencuri tersebut.
“Sekira pukul 10.45 WIB, Iptu Waras Sektiyawan memimpin langsung penanganan di TKP,” ujar Hendra. Beliau bertindak selaku Kanit Reskrim Polsek Beji dalam pengusut kasus pencurian ini. Selanjutnya, personel unit fungsi Polsek Beji turut menyertai langkah penyisiran di lokasi. Petugas segera mendatangi TKP guna menindaklanjuti laporan resmi dari pihak masyarakat. Lantas, tim kepolisian menjalankan prosedur penyelidikan lebih lanjut secara intensif pada Kamis. Penyidikan maraton ini terus bergulir demi mengumpulkan bukti-bukti hukum yang lebih kuat.
Lebih lanjut, pihak kepolisian membeberkan kronologi awal pembobolan kantor Baznas tersebut. Kejadian bermula ketika seorang pegawai Baznas tiba di kantor pukul 09.00 WIB. Saksi hendak memulai aktivitas pekerjaan rutin harian seperti biasa di kantor. Namun, pegawai tersebut mendadak terkejut melihat kondisi pintu utama bagian depan. Pintu kantor ternyata sudah berada dalam posisi terbuka lebar saat saksi datang. Tak hanya itu, pegawai melihat kerusakan parah pada selot pintu bagian atas. Kerusakan fisik tersebut menunjukkan indikasi kuat adanya aksi pembongkaran secara paksa.
Setelah mendapati kejanggalan tersebut, pegawai tersebut bergegas melangkah ke dalam kantor. Saksi hendak memeriksa kondisi situasi terkini di seluruh ruangan kerja operasional. Alhasil, saksi mengetahui aksi pencurian yang telah menggasak sejumlah inventaris penting. Pelaku berhasil membawa kabur barang berharga berupa tiga unit telepon seluler. Di samping itu, kawanan maling juga mengembat tiga unit laptop operasional kantor. Kondisi dalam ruangan kantor sudah berantakan akibat ulah nekat para pelaku.
“Saksi langsung melaporkan musibah pencurian ini ke Markas Polsek Beji,” kata Hendra. Langkah cepat saksi bertujuan agar kepolisian segera mendatangi tempat kejadian perkara. Dengan demikian, jajaran kepolisian bisa langsung mengamankan TKP dari gangguan luar.
Selanjutnya, personel kepolisian yang merapat ke lokasi langsung mendata para korban. Petugas juga mendata seluruh saksi kunci yang berada di sekitar tempat kejadian. Kemudian, penyidik mengumpulkan keterangan detail dari para saksi secara cermat. Sebagai langkah penegakan hukum, polisi menerbitkan Laporan Polisi (LP) secara resmi. Langkah ini menjadi pijakan hukum awal untuk memburu keberadaan para pelaku. Polisi berkomitmen mengejar para pencuri ini hingga berhasil membekuk mereka semua.
Sebelumnya, Ketua Baznas Kota Depok, Endang Ahmad Yani, memberikan penjelasan tambahan. Beliau menyampaikan bahwa insiden pencurian ini berdampak amat luas bagi operasional. Pasalnya, aksi pencurian tersebut juga menyebabkan kehilangan satu unit komputer tablet. Bahkan, kawanan pelaku turut menggasak satu unit hard disk eksternal milik lembaga. Deretan perangkat keras yang raib ini memperparah kerugian inventaris milik Baznas Depok.
Menurut penjelasan Endang, sejumlah perangkat keras yang lenyap menyimpan dokumen vital lembaga. Perangkat elektronik tersebut memuat pangkalan data paling penting milik Baznas Kota Depok. Data sensitif tersebut mencakup pangkalan data calon donatur potensial lembaga zakat ini. Selain itu, file tersimpan memuat rincian identitas seluruh donatur tetap organisasi ini. Bahkan, file itu memuat pangkalan data mustahik atau penerima hak zakat. Hilangnya pangkalan data ini mengancam kelancaran penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin.
“Yang membuat kami pusing, laptop ini memegang peran di bidang pengumpulan,” cetus Endang. Beliau menegaskan hal tersebut saat menemui para awak media di lokasi kejadian. Selain bidang pengumpulan dana, laptop tersebut mengelola pangkalan data bidang program. Kedua divisi ini merupakan jantung operasional utama dalam menjalankan tugas pelayanan zakat.
Endang menceritakan, hilangnya pangkalan data digital ini sangat menyulitkan seluruh petugas kantor. Alhasil, para staf operasional harus bekerja ekstra keras memulihkan arsip lembaga kembali. Tim program terpaksa membuka kembali tumpukan berkas fisik lemari arsip secara bertahap. Selanjutnya, para petugas mengulang pekerjaan dengan melakukan input data secara manual. “Nah, situasi ini menuntut tim program membuka berkas fisik lagi,” ujar Endang. “Akhirnya, kami terpaksa memasukkan data-data penting itu secara manual kembali,” lanjut Endang. Proses kerja manual ini memakan waktu lama serta menyita tenaga seluruh staf operasional.
Sebagai penutup keterangannya, Endang merinci total nilai kerugian akibat musibah pencurian. Pihak pengelola Baznas menaksir kerugian materiil mencapai angka puluhan juta rupiah. Nominal kerugian berkisar antara Rp30 juta hingga menyentuh angka Rp60 juta. Angka tersebut mencakup nilai harga perangkat elektronik beserta kerusakan fisik gedung kantor. Meskipun mengalami kerugian besar, Baznas Depok berkomitmen tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



