Pesta Miras Berujung Tragis, Pemuda Makassar Tewas Ditikam Tetangga Sendiri

Diposting pada 11 views

MAKASSAR, Checkbind.com – Seorang pemuda berinisial AE (28) meninggal dunia setelah dianiaya oleh temannya sendiri menggunakan senjata tajam saat pesta minuman keras (miras) di malam Idul Adha. Kejadian mencekam ini berlangsung di sekitar Jalan Inspeksi PAM Kanal, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Jumat (6/6/2025) sekitar pukul 19:30 Wita.

Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, mengungkapkan bahwa korban tewas akibat luka tusuk di perut dan dada. “Korban meninggal karena mengalami luka tusuk di bagian vital. Awalnya, mereka sedang minum-minuman keras bersama,” jelas Semuel saat dikonfirmasi media, Sabtu (7/6/2025).

Awalnya, suasana pesta terlihat biasa saja, namun tiba-tiba pelaku yang berinisial RI (30)—seorang tetangga korban—terlibat cekcok dengan AE. “Tanpa diduga, keributan memanas, dan pelaku langsung menikam korban menggunakan senjata tajam,” papar Semuel.

Setelah pelaku menikamnya, korban berusaha kabur namun terjatuh dan tewas di saluran drainase dekat TKP. “Tim menemukan korban dalam posisi duduk dengan kepala terkulai di belakang rumah, seluruh badan sudah basah oleh darah. Petugas langsung membawanya ke RS Bhayangkara, tapi dokter gagal menyelamatkan nyawanya,” jelasnya.

Polisi menduga, keributan antara korban dan pelaku dipicu oleh kondisi mabuk setelah mengonsumsi miras. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti, termasuk sebuah badik dan panah busur. Sementara itu, pelaku masih buron dan polisi terus melakukan pengejaran.

Analisis Kronologi Kejadian

  1. Awal Mula Pesta Miras – AE dan RI awalnya minum-minum bersama dalam suasana perayaan Idul Adha.
  2. Cekcok yang Berujung Kekerasan – Kondisi mabuk memicu emosi, hingga RI akhirnya menusuk AE.
  3. Korban Sempat Melarikan Diri – AE berusaha menyelamatkan diri, tetapi lukanya terlalu parah.
  4. Pelaku Kabur, Polisi Bergerak Cepat – RI langsung melarikan diri, sementara polisi mengamankan TKP dan barang bukti.

Respons Masyarakat & Upaya Hukum

Warga sekitar mengaku syok dengan kejadian ini, mengingat pelaku dan korban adalah tetangga. “Mereka biasa akur, tidak pernah ada masalah serius. Ini benar-benar di luar dugaan,” ujar seorang saksi.

Polisi kini memperketat pengawasan peredaran miras sekaligus mempercepat proses pencarian pelaku. “Kami akan usut tuntas kasus ini. Pelaku harus bertanggung jawab,” tegas Semuel.

Kesimpulan

Tragedi ini seharusnya menjadi peringatan keras tentang bahaya miras dan dampaknya. Kekerasan bisa muncul kapan saja, terutama saat emosi tidak terkendali.

Bagi masyarakat, selalu waspada dan hindari hal-hal yang bisa memicu konflik, apalagi di momen bahagia seperti Idul Adha. 

#StopKekerasan #BahayaMiras #Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *