JAKARTA, Checkbind.com — Pemerintah membawa berita super mengejutkan untuk seluruh pelaku UMKM. Sebab, pihak pemerintah resmi menyiapkan 380.000 ton beras pecah. Perum Bulog menyimpan cadangan beras berkualitas ini di gudang nasional. Pemerintah akan melepas stok beras melimpah ini khusus untuk pengusaha kecil. Lebih menariknya lagi, mereka menawarkan harga yang sangat miring. Pengusaha bisa menebusnya seharga Rp 11.000 per kilogram saja. Langkah taktis ini langsung memberi angin segar bagi pengusaha lokal. Para pemilik usaha bisa menghemat biaya operasional harian secara signifikan.
Pemerintah mengarahkan stok beras ini khusus untuk para perajin kue. Selain itu, produsen bihun rumahan juga akan menikmati pasokan murah ini. Para pelaku industri olahan pangan ini memang sangat membutuhkan bahan baku murah. Melalui langkah taktis ini, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan impor beras pecah. Pemerintah yakin para pengusaha lokal tidak perlu mengandalkan beras luar negeri lagi. Alhasil, kemandirian rantai pasok industri makanan lokal akan semakin solid. Ekonomi rakyat kecil pun akan bertumbuh lebih tangguh dan berdaya saing.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan keberadaan kebijakan strategis ini. Pria yang akrab disapa Zulhas ini membeberkan keputusan penting tersebut kepada publik. Ia menyampaikan bahwa para menteri sudah menyepakati rencana lelang beras ini. Para menteri mengesahkan keputusan resmi ini dalam rapat tingkat menteri koordinator. Oleh karena itu, jajaran kementerian teknis langsung bergerak cepat di lapangan. Mereka siap mengawal proses pelepasan beras Bulog ini secara transparan dan akuntabel.
“Kami merilis beras yang mengendap satu tahun di Perum Bulog,” kata Zulhas. “Jumlah beras cadangan tersebut mencapai 380 ribu ton,” lanjut beliau secara rinci. “Kami siap menggelar lelang beras pecah ini sekarang juga,” tambahnya. “Saya sendiri yang menetapkan kebijakan ini dalam rapat menteri koordinator,” tegasnya. “Kami menjualnya murah seharga Rp 11.000 per kilogram,” ungkap Zulhas saat meninjau Palembang. Ia menyampaikan keterangan ini secara terbuka pada Rabu (4/11/2026). Akibatnya, pengumuman langsung ini memicu antusiasme tinggi dari para pelaku usaha.
Zulhas memaparkan bahwa perajin kue bisa mengolah beras pecah ini secara optimal. Kemudian, produsen bihun rumahan juga bisa menjadikannya sebagai bahan baku utama. Kehadiran stok Bulog ini akan membentengi UMKM dari fluktuasi harga luar negeri. Oleh sebab itu, para pengusaha tidak lagi mengandalkan pasokan impor yang mahal. Langkah cerdas ini menciptakan efisiensi biaya produksi yang sangat tinggi. Para pembuat makanan rumahan bisa meraih keuntungan bisnis yang jauh lebih baik.
Selanjutnya, Zulhas meminta para pemilik UMKM segera mengambil langkah aktif. Ia mengimbau pengusaha untuk berkoordinasi langsung dengan pimpinan wilayah Bulog. Pengusaha bisa mendatangi kantor cabang Bulog di daerah masing-masing. Langkah komunikasi ini sangat penting demi mempermudah alur penerimaan pasokan bahan baku. Namun, para pelaku usaha tetap wajib melengkapi syarat verifikasi identitas usaha. Hal ini bertujuan agar penyaluran pasokan beras pecah bisa tepat sasaran.
Selain menghadirkan beras miring, pemerintah juga menyiapkan cadangan pakan ternak. Sebab, pemerintah memegang stok jagung nasional dalam jumlah yang sangat fantastis. Perum Bulog mengelola sekitar 100.000 hingga 150.000 ton jagung berkualitas. Pemerintah memfokuskan pasokan jagung ini untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak nasional. Di samping itu, kebijakan ini langsung menjawab jeritan para peternak lokal. Ketersediaan pakan ini sanggup meredam kenaikan harga jagung di pasaran.
Pemerintah mematok harga jagung murah ini sebesar Rp 5.500 per kilogram. Mereka menjual pasokan ini khusus untuk peternak ayam pedaging dan petelur. Tambahan pula, harga ini merupakan harga pokok yang sangat ramah kantong. Kebijakan nyata ini bertujuan menolong peternak dari lonjakan harga pakan pasar. Sebab, biaya pakan pabrikan yang tinggi terus memangkas keuntungan para peternak. Dengan pasokan ini, peternak bisa menekan pembengkakan modal operasional harian mereka.
“Kenaikan harga jagung pasar otomatis mendongkrak biaya pakan ternak,” kata Zulhas. “Kondisi ini membuat harga daging ayam dan telur ikut melonjak naik,” lanjutnya. “Padahal Bulog menguasai cadangan 100.000 hingga 150.000 ton jagung,” sambungnya. “Maka dari itu, kami memutuskan pelepasan jagung seharga Rp 5.500 per kilogram,” jelasnya. “Kami mengkhususkan harga pokok ini untuk UMKM peternak ayam,” tegas Zulhas. Pihaknya membeberkan kalkulasi ini secara rinci di hadapan para awak media.
Sebagai penutup, pemerintah menaruh harapan besar pada eksekusi kebijakan pangan ini. Maka dari itu, mereka optimistis penyaluran jagung murah ini sanggup menekan biaya. Dampaknya, peternak bisa menjaga stabilitas biaya produksi dari sektor hulu. Efek positif kebijakan ini akan merembet langsung hingga ke tingkat eceran pasar. Harga eceran daging ayam dan telur di pasaran akan tetap terkendali. Oleh karena itu, masyarakat luas bisa membeli produk pangan utama dengan harga terjangkau.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



