Pemanfaatan Aset BUMN, Graha Merah Putih Telkom Akan Menjadi Kantor BGN

Diposting pada 4 views

Checkbind.com – Kabar mengejutkan menyebut bahwa pihak Badan Gizi Nasional (BGN) bakal menyulap gedung Graha Merah Putih yang megah di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, menjadi markas baru mereka.

Gedung prestisius tersebut ternyata masuk dalam daftar aset kebanggaan milik Telkom. Informasi yang makin liar di medsos bahkan menyebutkan jumlah karyawan Telkom yang terdampak. Sekitar 500 orang yang selama ini berkantor di sana dipastikan bakal direlokasi ke tempat lain.

Nah, pengelolaan gedung ikonik itu sendiri selama ini dipegang oleh PT Telkom Landmark Tower (TLT). TLT merupakan entitas usaha Telkom Indonesia yang fokus menangani properti dan pengelolaan gedung perkantoran kelas atas. Mereka punya reputasi yang sudah teruji dalam menjaga kualitas aset-aset Telkom.

Penjelasan Kepala BGN

Rapat bersama Komisi IX DPR RI akhirnya menjadi ajang klarifikasi. Kepala BGN, Sudaryono, dengan tegas membenarkan kabar pemindahan kantor BGN ke Graha Merah Putih milik Telkom tersebut. Ia tidak membantah sedikit pun isu yang sudah mengudara selama ini.

BGN akan segera menempati gedung di kawasan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan itu. Proses perpindahan ini ternyata sudah memasuki tahapan yang sangat konkret, bukan sekadar wacana belaka. Pihaknya bahkan sudah menyiapkan jadwal yang cukup pasti.

“Kami sekarang terus berkoordinasi dengan Danantara. Dalam waktu dekat, BGN akan langsung menempati Graha Merah Putih yang saat ini masih dipakai Telkom,” ujar Sudaryono dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta. Kami mengutip pernyataan ini dari siaran langsung rapat tersebut di Youtube TV Parlemen pada Jumat (9/4/2026).

Menurut Sudaryono, pemindahan kantor BGN ini berkaitan erat dengan penataan penggunaan gedung eksisting Telkom. Pihaknya ingin memaksimalkan aset yang sudah tersedia. Langkah ini juga bagian dari efisiensi pemanfaatan ruang perkantoran di ibu kota.

Setelah BGN resmi menempati Graha Merah Putih, seluruh karyawan Telkom akan direlokasi ke gedung perkantoran di bagian belakangnya. Mereka tidak perlu pindah terlalu jauh dari lokasi semula. Gedung belakang itu bahkan memiliki jumlah lantai yang lebih tinggi dari gedung utama.

“Orang yang sekarang menempati Graha Merah Putih itu nanti akan pindah ke gedung Telkom yang ada di belakang. Gedungnya lebih tinggi, kok,” jelas Sudaryono dengan nada meyakinkan. Pernyataan ini langsung meredam kekhawatiran soal nasib para pegawai Telkom.

Sudaryono kemudian menjelaskan bahwa proses pemindahan ini masih dalam tahap koordinasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Semua pihak masih duduk bersama membahas detail teknis dan administratif. Ia menegaskan bahwa komunikasi berjalan dengan sangat lancar.

BGN sendiri masih terus mengajukan rencana pemindahan tersebut secara resmi. Mereka juga melakukan pembahasan mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan terkait. Semua tahapan ditempuh dengan sangat hati-hati agar tidak ada kendala di kemudian hari.

“Insyaallah, dalam satu sampai dua bulan ke depan, kami akan pindah ke Graha Merah Putih,” tegas Sudaryono dengan penuh optimisme. Target waktu ini pun menjadi sorotan publik yang penasaran dengan realisasinya. Banyak pihak berharap proses ini berjalan tanpa hambatan berarti.

Pemanfaatan Aset BUMN

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, sebelumnya juga melontarkan pertanyaan kritis. Ia mempertanyakan status kantor BGN yang hingga kini masih berstatus sewa. Menurutnya, hal ini tidak efisien untuk jangka panjang.

Yahya berpendapat bahwa Badan Gizi Nasional seharusnya bisa memanfaatkan aset pemerintah atau BUMN untuk kantor. Opsi ini tentu lebih menghemat anggaran daripada terus membayar biaya sewa yang membengkak. Ia mendorong agar pemanfaatan aset negara dimaksimalkan.

“Yang terakhir, saya lihat kantor itu masih sewa, betul, Pak? Tidak ada kantor pemerintah lain yang bisa dipakai untuk BGN?” tanya Yahya dengan nada penasaran. Pertanyaan ini langsung mengundang perhatian seluruh peserta rapat.

Dalam kesempatan yang sama, Yahya juga menyinggung isu yang beredar di media sosial. Ia mendengar kabar tentang penggunaan Gedung Telkom di Gatot Subroto untuk BGN. Namun, ia mengaku belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut.

“Saya terima informasi dari medsos, nih. Katanya, Gedung Telkom di Gatot Subroto itu bisa dipakai untuk BGN? Saya sendiri tidak tahu persis benar atau tidak. Tapi ini sudah ramai di medsos, Pak,” pungkas Yahya dengan hati-hati. Kini semua mata tertuju pada langkah nyata selanjutnya dari rencana strategis ini.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *