Site icon Checkbind

Pelaku Tawuran di Cilincing Pintar “Kucing-kucingan” dengan Polisi

JAKARTA, checkbind.com – Aksi tawuran di Plaza Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, ternyata tidak terjadi begitu saja. Para pelakunya punya trik licik untuk mengelabui petugas kepolisian. Mereka kerap bersembunyi saat polisi berpatroli, tetapi begitu situasi aman, mereka langsung beraksi lagi.

“Kalau polisi lagi jaga, mereka enggak berani tawuran. Tapi, pas polisi udah pulang, eh, tawuran pun mulai lagi,” cerita Surya (48), seorang warga yang ditemui Checkbind.com di lokasi, Senin (2/6/2025). Menurutnya, para pelaku seolah punya timing yang pas untuk menghindari patroli.

Baca juga: Polisi Panen 3.599 Preman Di Jakarta, Simak Beritanya!

Syam (30), warga lain, mengungkapkan kekhawatirannya. Dia berharap pemangku wilayah seperti ketua RT, RW, Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK), bahkan TNI, turun tangan mengawasi para pelaku. “Pengawasan polisi saja kurang intens. Makanya, kita butuh bantuan dari RT, RW, sampai TNI biar lebih efektif,” ujarnya.

Syam menambahkan, meskipun Bhabinkamtibmas rutin berpatroli setiap sore, pengawasan itu belum cukup untuk mencegah tawuran. “Mereka main kucing-kucingan sama polisi. Begitu lengah, langsung tawuran,” keluhnya.

Kurangnya Pengawasan Jadi Pemicu

Faktor utama yang diduga memicu seringnya tawuran di Plaza Kalibaru adalah lemahnya pengawasan. Meski polisi sudah berupaya menjaga keamanan, para pelaku tawuran selalu menemukan celah. “Polisi enggak mungkin jaga 24 jam. Nah, di saat-saat kosong itulah mereka beraksi,” jelas Syam.

Warga setempat pun merasa resah. Mereka ingin ada solusi konkret, bukan sekadar tindakan reaktif. “Harusnya ada sinergi antara polisi, TNI, dan masyarakat. Kalau cuma mengandalkan polisi saja, ya susah,” tambah Surya.

Yang menjadi sorotan adalah pola penanganan yang terkesan reaktif. Alih-alih mencegah, petugas baru bergerak setelah tawuran terjadi. “Seringnya, polisi datang pas udah ribut.

Warga berharap ada patroli gabungan yang lebih masif, melibatkan berbagai pihak. “Dengan begitu, pelaku tawuran enggak bisa lagi main kucing-kucingan,” tandasnya.

Aksi Tawuran yang Tak Kunjung Usai

Meski polisi kerap membubarkan massa, aksi serupa terulang kembali. “Mereka kayak punya schedule sendiri. Kadang tawuran malem-malem, kadang pas sore,” ungkap Surya.

Tanpa penanganan serius, warga khawatir aksi ini akan terus berulang.

Masyarakat Minta Solusi Jangka Panjang

Permintaan warga jelas: mereka ingin penanganan yang lebih sistematis. Bukan hanya sekadar tindakan sesaat, tapi upaya pencegahan berkelanjutan. “Kami butuh komitmen dari semua pihak. Jangan cuma warga yang resah, pemangku kebijakan juga harus turun tangan,” tegas Surya.

Dengan melibatkan RT/RW, LMK, dan TNI, diharapkan pengawasan bisa lebih menyeluruh. “Polisi enggak bisa bekerja sendirian. Butuh kolaborasi supaya tawuran ini bisa diberantas sampai ke akarnya,” tutup Syam.

#Cilincing #Tawuran #JakartaUtara #Keamanan

Exit mobile version