JAKARTA, Checkbind.com – Polisi Panen 3.599 Preman Di Jakarta. Usai menutup Operasi Berantas Jaya pada 23 Mei 2025, Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, menyoroti keterbatasan lapangan pekerjaan sebagai salah satu pemicu maraknya aksi premanisme.
Polisi Panen 3.599 . “Faktor ekonomi dan minimnya pekerjaan yang layak turut mendorong orang terlibat tindakan kriminal,” tegas Ketut dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/6/2025).
Premanisme & Tawuran Masih Jadi Masalah Serius
Hasil operasi selama 15 hari (9-23 Mei 2025) menunjukkan, aksi preman—baik perorangan maupun berkelompok—masih merajalela di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Tak hanya itu, tawuran remaja juga masih kerap terjadi.
“Ini jadi keprihatinan kami. Kami ingin menertibkan dan mengurangi keresahan masyarakat,” ujar Ketut.
Polda Fokus pada Pembinaan Pelaku
Dari 3.599 preman yang diamankan, hanya 348 orang yang memenuhi unsur pidana dan ditetapkan sebagai tersangka. Sebanyak 3.251 orang lainnya menjalani pembinaan, baik oleh Polda maupun polres setempat.
“Kami tak hanya menindak, tapi juga membina. Misalnya, ‘Pak Ogah’ yang kerap memalak pengendara. Kami arahkan agar tak mengulangi perbuatannya,” jelas Ketut.
Namun, ia menekankan, pembinaan harus didukung instansi terkait dan tokoh masyarakat agar lebih efektif.
Selama operasi, polisi menangani 251 kasus, meliputi:
- 115 pemerasan
- 21 pengeroyokan
- 29 penganiayaan
- 54 pencurian dengan pemberatan (curat)
- 8 pencurian dengan kekerasan (curas)
- 24 kepemilikan senjata tajam
Polisi juga mengamankan 56 preman berkedok ormas, termasuk 31 dari PP, 10 FBR, dan 11 Trinusa. Tak hanya itu, 3 debt collector ilegal turut dibekuk.
Penertiban Atribut Ormas Ilegal
Bersama TNI dan Satpol PP, polisi menertibkan 1.804 atribut ormas yang melanggar aturan, seperti spanduk dan bendera. Jakarta Pusat jadi wilayah dengan penindakan terbanyak (477 atribut dan 130 pos ormas ilegal dibongkar).
Polisi menyita 372 barang bukti, termasuk:
- 93 senjata tajam
- 89 motor & 4 mobil
- 147 HP & 1 laptop
- Rp85,2 juta uang tunai
- 2 karcis pungli & 20 kartu anggota ormas
Baca Juga: Markas Kodim Poso Dilalap Api, ini penyebabnya!
Ketut menegaskan, penindakan saja tidak cukup. “Perlu solusi jangka panjang, seperti membuka lapangan kerja, agar mereka tak kembali ke jalanan,” pungkasnya.

