Pejabat Rusia Sindir Kisruh Elon Musk vs Trump, Ajak Tesla Pindah ke Moskwa

Diposting pada 9 views

MOSKWA, Checkbind.com – Ketegangan panas antara miliarder teknologi Elon Musk dan Presiden AS Donald Trump berhasil menarik sorotan pejabat tinggi Rusia. Tak cuma berkomentar, beberapa bahkan menyindir hingga mengajak Musk memindahkan bisnisnya ke Moskwa!

Rogozin: “Elon, Jangan Marah! Datang Saja ke Rusia”
Dmitry Rogozin, mantan Kepala Badan Antariksa Rusia yang kini jadi senator, langsung menyapa Musk lewat platform X milik sang CEO Tesla. Dengan nada santai tapi provokatif, Rogozin menulis, “Elon, jangan marah! Kalau di AS masalahmu terlalu rumit, mari ke sini. Di Rusia, kamu akan temukan teman sejati dan kebebasan berinovasi tanpa batas!” Ungkapannya ini langsung viral dan dikutip Reuters, Jumat (6/6/2025).

Komentar Rogozin muncul di tengah memanasnya perseteruan terbuka antara Musk dan Trump—dua tokoh paling berpengaruh di AS yang kini jadi bahan candaan elite Rusia.

Medvedev Siap Jadi Penengah, Bayarannya Saham Starlink
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang sekarang duduk di Dewan Keamanan Nasional, ikut nimbrung. Lewat akun X-nya, Medvedev dengan gaya sarkastik menawarkan diri sebagai mediator. “Kami siap bikin perdamaian antara D (Trump) dan E (Musk) dengan harga murah. Bayarannya pakai saham Starlink saja, ya! Jangan ribut terus!” tulisnya.

Sindiran pedas ini memperlihatkan bagaimana Moskwa memanfaatkan keributan di AS sebagai bahan lelucon sekaligus alat propaganda.

Baca juga: Kebijakan Tarif Impor Trump Hantam Pasar Tenaga Kerja

Simonyan & Dmitriev Ikut Serang, AI pun Dipakai Bercanda
Margarita Simonyan, Pemimpin Redaksi media pro-Kremlin RT, tak ketinggalan. Dengan gaya sinis, ia membandingkan konflik Trump-Musk seperti “Revolusi Industri Inggris, tapi versi kacau-balau.”

Sementara itu, Kirill Dmitriev, bos Dana Investasi Langsung Rusia, bercanda dengan menyeret chatbot AI ke dalam polemik. “Kenapa kita nggak bisa akur aja sih?” tulisnya, lalu menyuruh chatbot Grok (milik X) memberi solusi damai untuk Musk dan Trump.

Pemerintah Rusia melalui juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mencoba bersikap netral dengan menyebut konflik ini sebagai urusan internal AS. Tapi, Peskov yakin Trump mampu mengatasinya. “Presiden pasti bisa multitasking—urusan besar kecil ditanganinya sekaligus,” katanya.

Di sisi lain, banyak tokoh Rusia justru melihat kekacauan politik di Washington sebagai keuntungan. Menurut mereka, AS sekarang terlalu sibuk dengan drama domestik hingga lupa urusan luar negeri, termasuk konflik Ukraina.

Taipan nasionalis Konstantin Malofeyev dengan blak-blakan menyebut, “Kita bisa senyum-senyum karena AS nggak ada waktu buat kita.” Ia bahkan menambahkan, “Ini momen terbaik buat menghajar Ukraina lebih keras!”—sinyal jelas bahwa Moskwa melihat kekisruhan AS sebagai peluang strategis.

Analisis: Rusia Main di Dua Medan—Propaganda & Peluang Bisnis

  1. Propaganda Politik: Sindiran para pejabat Rusia bukan sekadar guyonan, tapi upaya mempermalukan AS di kancah global.
  2. Ajak Tesla Pindah: Undangan Rogozin ke Musk bisa jadi strategi tarik investasi, meski kemungkinan besar hanya gimmick.
  3. Manfaatkan Distraksi AS: Dengan AS sibuk konflik internal, Rusia leluasa gerakkan agenda di Ukraina.

Dari sindiran sampai tawaran “suaka bisnis”, Rusia piawai memainkan narasi. Sementara Trump dan Musk sibuk berantem, Moskwa siap-siap memetik keuntungan. Game of power never sleeps!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *