Pejabat BIN ‘Naik Pitam’ di Kantor Gubernur, Pukul Satpol PP

Diposting pada 7 views

PALANGKA RAYA, Checkbind.com — Seorang pejabat Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kalimantan Tengah bikin heboh setelah diduga memukul dua anggota Satpol PP yang sedang bertugas di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis (24/7/2025) pagi. Kejadian ini langsung viral dan jadi perbincangan hangat di kalangan pegawai pemerintahan.

Awal Keributan: Teguran Soal Parkir yang Berujung Ricuh

Insiden ini bermula dari masalah sepele: parkir mobil. Kolonel Widya, Kepala Bagian Operasi BIN Kalteng, parkir di tempat khusus Gubernur. Begitu petugas Satpol PP menegurnya, alih-alih menuruti, ia malah meledak emosinya.

Tak hanya marah-marah, Widya terlihat mengancam sambil berteriak, “Kalau ada yang komplain dengan Binda dari sini, silakan datang ke kantor saya, saya tunggu semuanya!” Ia bahkan menunjuk-nunjuk ke arah petugas dan pegawai yang mengerumuninya.

Aksi ‘Jagoan’ di Tengah Kerumunan

Widya semakin panas. Dengan gaya bak jagoan film action, ia menantang siapa pun yang berani melawannya:
“Siapa tadi yang petantang-petenteng? Saya tunggu di BIN. Kalau enggak, saya ambil. Mana tadi?” sambil berdiri gagah dengan tangan di pinggang.

Ia juga membela diri dengan alasan menjaga “harkat dan marwah BIN”. “Ini adalah harkat marwah BIN!” tegasnya. “Kalau enggak, saya cari orangnya, akan saya klarifikasi, ‘kamu ada masalah apa dengan BIN?’”

Korban Dipukul, Tapi Pelaku Bilang “Ini Salah Paham”

Eric Dovico, Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kalteng, langsung turun tangan untuk menengahi. Menurut Eric, masalahnya sederhana: Widya parkir di tempat terlarang, petugas Satpol PP menegurnya, tapi alih-alih mengindahkan, ia malah main tangan.

“Kalaupun mereka (Satpol PP) sudah mengarahkan untuk bergeser, kalau tidak terima bisa diperjelas. Enggak usah main tangan. Itu yang mereka tidak terima,” jelas Eric.

Widya bersikeras merasa petugas ‘mengusirnya’, namun Eric menegaskan bahwa Satpol PP berwenang penuh mengatur ketertiban di kantor gubernur. “Ini objek vital pemerintah daerah. Satpol PP ini kan polisi pemerintah daerah,” tegasnya.

Mediasi atau Hukum? Korban Sudah Laporkan ke Polisi!

Setelah adu mulut panas, Widya dan Eric akhirnya berjabat tangan. Tapi, bukan berarti masalah selesai. Dua anggota Satpol PP yang jadi korban sudah melapor ke SPKT Polresta Palangka Raya.

Eric bilang, mediasi tetap jadi opsi pertama, tapi semua tergantung korban. “Kami akan lakukan mediasi secara kekeluargaan dulu. Intinya kembali ke pihak korban untuk tindak lanjut selanjutnya,” ujarnya.

Netizen Heboh: “Pejabat Kok Kayak Preman?!”

Kasus ini langsung rame di media sosial. Banyak warganet kaget melihat sikap seorang pejabat yang seharusnya jadi contoh malah berulah seperti preman.

“Ini pejabat atau jagoan lapangan?” tanya salah satu netizen. Ada juga yang sindir, “Kalau marah gitu, kayaknya lebih cocok jadi bintang film action daripada pejabat.”

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Beberapa saksi menyebut, Widya mungkin sedang emosi karena tekanan kerja. Tapi, apapun alasannya, tindakannya tetap tidak bisa dibenarkan.

“Dia mungkin sedang banyak masalah, tapi Satpol PP cuma menjalankan tugas. Harusnya bisa saling menghormati,” kata seorang pegawai yang enggan disebut namanya.

Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Exposenews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *