Ngeri! Pria Ini Diterkam Buaya Saat Sedang Memancing

Diposting pada 12 views

BANGKA, Checkbind.com – Sebuah tragedi mengerikan mengguncang Sungai Menduk, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Seekor buaya tiba-tiba menyerang seorang pria paruh baya berinisial I (53 tahun) saat ia sedang memancing di atas perahunya! Kejadian ini terjadi pada Minggu (3/8/2025), dan hingga kini, tim SAR masih berjuang menemukan korban.

Buaya Menyerang Saat Korban Pasang Pancing

Korban yang berasal dari Desa Paya Benua sedang memancing bersama seorang temannya pada 2 Agustus 2025. Mereka menggunakan perahu kecil untuk mencari ikan di sungai itu. Tiba-tiba, di pukul 21.03 WIB, saat I memasang pancing, seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menerkamnya!

Teriakan korban yang panik memecah keheningan malam. Rekannya yang berada tak jauh dari lokasi langsung berusaha menolong, tetapi ia hanya bisa melihat buaya besar itu menyeret tubuh I ke dalam sungai yang gelap.

Warga dan Tim SAR Bergerak Cepat

Melihat kejadian mengerikan itu, rekan korban langsung melapor ke Kepala Desa Paya Benua. Tak lama setelah itu, informasi tersebut sampai ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang.

Kepala Kansar Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, memastikan bahwa tim rescue segera bergerak ke lokasi. Mereka bekerja sama dengan warga setempat untuk menyisir sungai. “Kami harus berhati-hati karena medannya sulit—banyak rawa dan semak di sepanjang aliran sungai,” jelas Oka kepada media pada Minggu malam.

Tim SAR Gunakan Drone Thermal & Perlengkapan Anti-Buaya

Agar pencarian lebih efektif, tim SAR memanfaatkan teknologi canggih seperti drone thermal dan Crocodile Attack Protection Equipment (CAPE). Drone thermal membantu mendeteksi panas tubuh, sementara CAPE melindungi tim dari serangan buaya.

Meskipun tim sudah bekerja sejak malam, sayangnya, hingga berita ini turun, mereka belum menemukan korban atau buaya tersebut. “Kami akan lanjutkan pencarian besok pagi. Semoga bisa segera menemukan korban,” tambah Oka dengan nada prihatin.

Lokasi Kejadian Rawan Serangan Buaya

Sungai Menduk menjadi habitat buaya, dan serangan seperti ini bukan kali pertama terjadi. Warga setempat sering mengeluhkan keberadaan reptil buas ini. Namun, karena sungai menjadi sumber mata pencaharian, banyak nelayan dan pemancing tetap nekat beraktivitas di sana.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat beraktivitas di malam hari. “Kami harap warga bisa menghindari area rawan buaya, terutama saat gelap,” pesan seorang petugas SAR.

Pencarian Masih Berlanjut – Nasib Korban Masih Misteri

Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus berjalan. Tim SAR dan warga berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan I, entah dalam keadaan hidup atau tidak. Namun, dengan kondisi sungai yang gelap dan penuh risiko, proses evakuasi menjadi sangat menantang.

Keluarga korban pun menunggu dengan harap-harap cemas. Mereka berdoa agar I segera ditemukan, meskipun peluangnya semakin kecil.

Tragedi ini kembali mengingatkan kita akan bahaya buaya di perairan Indonesia. Meski sudah ada peringatan, nyatanya serangan masih terjadi. Semoga korban segera ditemukan, dan pihak berwenang bisa mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *