Murid SDN Burangkeng Terkapar ISPA Akibat Debu Proyek Tol

Diposting pada 4 views

BEKASI, Checkbind.com – Lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Burangkeng 04 di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, yang dulu hijau dan sejuk, kini berubah jadi ladang debu. Penyebabnya? Proyek pembangunan ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan (Japek Selatan) yang terus menggerus kenyamanan belajar murid. Akibatnya, puluhan siswa terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) karena terpapar debu setiap hari!

“Sudah bertahun-tahun debu proyek mengganggu, puluhan anak kena ISPA!” ungkap Ema (43), salah satu wali murid, dengan nada prihatin pada Jumat (25/7/2025).

Dari Asri ke Gersang: Sekolah yang Tercekik Debu

Awalnya, SDN Burangkeng 04 dikelilingi pepohonan rindang dan udara segar. Namun, sejak proyek tol dimulai pada 2022, pemandangan itu hilang. Truk-truk besar pengangkut material tanah hilir-mudik di sekitar sekolah, meninggalkan debu tebal yang beterbangan. Belum lagi, dua tiang pancang jalan tol dibangun persis di depan dan belakang sekolah, menghilangkan sisa lahan hijau yang ada.

Akibatnya, angin dengan leluasa menyapu debu ke seluruh penjuru sekolah. Tak heran, ruang kelas yang seharusnya nyaman kini dipenuhi partikel halus yang mengancam kesehatan.

Anak-Anak Jadi Korban: Batuk, Flu, Demam Melanda

Dampaknya langsung terasa. Banyak murid yang sebelumnya sehat, kini kerap mengalami batuk, flu, hingga demam tinggi. Dua anak Ema yang masih duduk di kelas 3 dan 6 SD pun tak luput dari serangan ISPA.

“Anak-anak kan imunnya masih lemah, jadi dampak debu ini sangat terasa. Mereka sering batuk dan pilek berkepanjangan,” keluh Ema.

Kondisi ini semakin parah karena debu tak hanya mengotori udara, tapi juga menempel di seragam, meja, bahkan buku pelajaran. Orang tua murid pun resah karena proses belajar mengajar (KBM) terus terganggu.

Sekolah Darurat Relokasi: Wali Murid Teriak Minta Bupati Bergerak!

Ema dan para wali murid lainnya sudah tak tahan. Mereka menilai lingkungan sekolah tak lagi layak untuk anak-anak. “Ini darurat! Sekolah harus segera direlokasi ke tempat yang lebih aman dan nyaman,” tegasnya.

Mereka meminta Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, segera mengambil tindakan. “Pak Bupati, tolong perhatikan nasib anak-anak kami. Berikan mereka lingkungan belajar yang layak, jauh dari debu dan polusi!” pintanya.

Proyek vs Kesehatan: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Pembangunan infrastruktur memang penting, tapi apakah harus mengorbankan kesehatan ratusan anak? Pertanyaan ini terus menggema di kalangan warga. Pemerintah mengklaim proyek tol membawa kemajuan, tetapi anak-anak justru menjadi korban langsung dari dampak buruknya.

Kelalaian pengelola proyek ini akan membanjiri puskesmas dengan pasien ISPA anak-anak. “Kami tidak mau anak-anak jadi tumbuh dengan gangguan pernapasan hanya karena proyek ini,” tambah Ema.

Aksi Nyata Diperlukan: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan!

Orang tua murid berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi. Relokasi sekolah menjadi solusi paling realistis untuk menyelamatkan masa depan anak-anak. Selain itu, mereka mendesak pihak proyek untuk meningkatkan pengelolaan debu, misalnya dengan penyemprotan air rutin atau pemasangan barrier.

“Jangan sampai anak-anak kami jadi tumbuh dengan penyakit hanya karena kelalaian ini,” tegas Ema.

Kasus SDN Burangkeng 04 harus jadi perhatian serius. Pembangunan tidak boleh mengabaikan hak warga, terutama anak-anak, untuk hidup sehat. Pemerintah dan kontraktor proyek harus segera duduk bersama mencari solusi terbaik.

“Kami tidak butuh janji, tapi aksi nyata. Selamatkan generasi penerus bangsa ini!” tutup Ema dengan harapan.

Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Exposenews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *