JAKARTA, Checkbind.com – Sebuah pemandangan tidak biasa akhirnya memicu kontroversi! Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar secara tegas menuntut Panglima TNI dan Jaksa Agung memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Ia menilai kehadiran anggota TNI di dalam ruang sidang pembacaan dakwaan kasus korupsi Chromebook untuk Nadiem Makarim sangat tidak lazim. Lebih jauh, Fickar menekankan bahwa masyarakat membutuhkan klarifikasi dari kedua pimpinan tertinggi institusi tersebut guna menjaga kepercayaan terhadap proses peradilan. “Jaksa Agung dan Panglima TNI harus menjelaskan peristiwa ini, agar tidak menimbulkan prasangka negatif di kalangan masyarakat,” tegas Fickar.
Menurut Fickar, pengerahan personel TNI hingga masuk ke ruang sidang merupakan tindakan yang sangat berlebihan. Tindakan ini justru berpotensi memicu prasangka buruk di tengah masyarakat. “Itu lebay (berlebihan),” ucapnya dengan nada tegas. Kemudian, ia memaparkan bahwa kepolisian seharusnya bertanggung jawab atas pengamanan di ruang sidang. Bahkan, polisi pun biasanya hanya berjaga di area luar pengadilan. “Apalagi TNI itu tugasnya pertahanan di perbatasan NKRI, bukan di pengadilan. Lebay,” tandas dia.
Selain itu, kehadiran aparat militer di ruang sidang bisa menciptakan kesan yang sangat keliru. Fickar memperingatkan bahwa situasi itu dapat memunculkan anggapan seolah-olah persidangan berlangsung dalam kondisi gawat darurat. “Dampaknya menimbulkan prasangka negatif seolah-olah di pengadilan akan terjadi peperangan bersenjata,” paparnya. Oleh karena itu, ia menyerukan Panglima TNI agar menegur bawahannya atas tindakan ini.
Fickar juga menegaskan situasi seperti ini berpotensi besar memengaruhi psikologis seluruh pihak yang terlibat. Artinya, bukan hanya terdakwa, tetapi juga hakim, jaksa penuntut umum, hingga penasihat hukum bisa merasakan dampaknya. “Semua pihak bisa terpengaruh, baik hakim, jaksa, maupun penasehat hukum, karena seolah-olah situasi gawat darurat,” jelas dia. Dengan kata lain, atmosfer peradilan yang independen dan tenang bisa terusik oleh kesan militeristik yang tidak perlu.
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook untuk Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim ini menarik perhatian karena melibatkan sejumlah personel TNI sebagai pengawal. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, sebanyak 2-3 orang personel TNI sudah berjaga sejak sidang pembacaan dakwaan dimulai. Kemudian, kehadiran mereka pun akhirnya menarik perhatian penuh.
Saat sidang memasuki pembacaan nota keberatan atau eksepsi dari penasihat hukum Nadiem, ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah tiba-tiba menyela. Beliau secara langsung menanyakan personel TNI yang berdiri di tengah ruang sidang. Selanjutnya, hakim dengan bijak meminta para personel TNI untuk menyesuaikan posisi karena mereka menghalangi pandangan pengunjung sidang dan awak media. “Nanti pada saat sidang ditutup baru maju. Karena terganggu juga yang dari belakang, bisa menyesuaikan ya, Pak,” ujar Hakim Purwanto dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/1/2026). Intervensi dari hakim ini semakin menguatkan kesan bahwa kehadiran TNI di ruang sidang memang mengganggu jalannya persidangan.
Sebagai informasi, Abdul Fickar Hadjar merupakan pakar hukum pidana yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidangnya selama puluhan tahun. Analisanya mengandalkan kewenangan akademik dan prinsip hukum acara pidana yang normal. Selain itu, tujuannya jelas menunjukkan sikap yang dapat dipercaya untuk menjaga integritas peradilan. Kritiknya yang tegas namun berbasis aturan ini justru memperkuat argumentasi bahwa proses hukum harus berjalan bebas dari segala bentuk tekanan.
Pada akhirnya, insiden ini membuka ruang tanya besar. Apakah langkah tersebut merupakan bagian dari skema pengamanan berlebihan, ataukah ada alasan khusus lain di baliknya? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menuntut jawaban jelas sebagaimana diserukan pakar. Masyarakat berhak mendapat kepastian bahwa setiap sidang berjalan dengan prinsip keadilan yang benar-benar independen, tidak dalam bayang-bayang “kegawatdaruratan” yang ciptakan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com



