Libur Panjang Idul Adha Gagal Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Malioboro, simak lengkapnya

Diposting pada 145 views

YOGYAKARTA, Checkbind.com – Libur panjang Idul Adha 2025 ternyata tidak membawa angin segar bagi kawasan Malioboro, Yogyakarta. Berbeda dengan liburan sebelumnya, kali ini jumlah wisatawan justru stagnan, bahkan cenderung menurun. Para pelaku usaha, seperti kusir andong dan pedagang, pun mengaku kecewa dengan kondisi ini.

Muhammad Arifin (28), salah satu kusir andong, mengungkapkan bahwa jumlah penumpangnya justru berkurang dibandingkan saat libur panjang Mei 2025. “Flat sih, nggak terlalu meningkat. Yang ramai cuma Minggu kemarin. Jumat dan Sabtu biasa aja, nggak seramai long weekend sebelumnya,” ujarnya pada Senin (9/6/2025).

Arifin menduga, banyak wisatawan lebih memilih berkumpul di rumah bersama keluarga saat Idul Adha. Menurutnya, Malioboro biasanya ramai justru saat libur Idul Fitri atau libur sekolah. “Beda banget, sekarang tamunya ada, tapi nggak sebanyak dulu. Bahkan terasa lebih sepi,” keluhnya.

Ia juga menyoroti kemungkinan turunnya daya beli masyarakat. “Mungkin orang lagi lebih hemat, makanya andong sepi,” tambahnya. Meski begitu, Arifin sempat mengantar beberapa wisatawan asal Jawa Tengah dan Jakarta selama akhir pekan, meski jumlahnya jauh lebih sedikit dari biasanya. “Biasanya banyak dari Jakarta, kemarin cuma dapat satu,” ucapnya.

Pedagang: “Naik Tipis, Tapi Nggak Signifikan“

Sementara itu, Bambang, seorang pedagang di Teras Malioboro Ketandan, mengaku ada peningkatan pengunjung, tapi tidak terlalu besar. “Kalau liburan memang selalu ada kenaikan, tapi kalau dibanding Idul Fitri, jauh bedanya. Ini lebih mirip weekend biasa,” jelasnya.

Omzetnya pun tidak melonjak signifikan. Saat Idul Adha, pendapatannya bisa mencapai Rp 500.000 per hari, sementara di hari biasa hanya sekitar Rp 200.000–Rp 300.000.

baca juga: Prabowo Pilih Pesawat Pribadi, Pesawat Kepresidenan Standby

Baik Arifin maupun Bambang sepakat bahwa libur Idul Adha kurang menarik minat wisatawan dibandingkan momen liburan lain. Beberapa faktor yang mungkin berpengaruh antara lain:

  1. Tradisi Keluarga – Banyak orang lebih memilih merayakan Idul Adha di rumah.
  2. Daya Beli Menurun – Masyarakat mungkin lebih berhati-hati dalam pengeluaran.
  3. Prioritas Wisata – Destinasi seperti Malioboro lebih ramai saat libur sekolah atau Idul Fitri.

Meski begitu, mereka tetap berharap ada geliat positif di libur mendatang. “Semoga saja setelah ini ada event atau promo yang bisa bikin Malioboro rame lagi,” harap Bambang.

Libur panjang Idul Adha 2025 memang tidak menjadi momentum pemulihan bagi para pelaku usaha di Malioboro. Namun, optimisme tetap ada, mengingat Yogyakarta selalu menjadi destinasi favorit wisatawan. Tinggal menunggu waktu sebelum kawasan ikonik ini kembali dipadati pengunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *