Kericuhan di Pasar Nabire: Satu Tewas dan Dua Terluka Tertembak

Diposting pada 11 views

NABIRE, checkbind.com – Suasana mencekam kembali menyelimuti Pasar Karang, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (26/6/2025) pagi. Sekitar pukul 10.00 WIT, kericuhan pecah dan memicu kepanikan di antara pedagang serta pengunjung pasar.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, langsung mengonfirmasi insiden ini. “Benar, terjadi kerusuhan di Pasar Karang Nabire yang menyebabkan kepanikan massa dan sejumlah kerusakan,” ujarnya tegas.

Baca Juga: KCI Tambah 27 Rangkaian KRL Baru, Siap Meluncur Tahun Ini!

Satu Korban Tewas, Dua Lainnya Tertembak

Berdasarkan data sementara, kericuhan ini menelan satu korban jiwa, yakni Elikius Ikomou, yang diduga tewas akibat tembakan. Selain itu, dua warga lainnya juga mengalami luka tembak. Apedius Kayame (19) tertembak di kaki kanan, sementara Feri Mote (34) terkena peluru di lengan kiri. Keduanya kini menjalani perawatan intensif.

Samuel menjelaskan, aparat terpaksa melumpuhkan dua orang yang diduga menyerang petugas. “Kami juga menangkap lima orang lainnya karena membawa senjata tajam dan merusak rumah warga,” tambahnya.

Polres Nabire Turunkan 50 Personel

Merespons situasi yang semakin panas, Polres Nabire segera menerjunkan 50 personel untuk mengamankan lokasi. “Kami tidak ingin situasi semakin meluas, jadi kami bertindak cepat,” kata Samuel.

Sayangnya, aksi ini tidak berjalan mulus. Beberapa anggota kepolisian mengalami luka-luka akibat lemparan batu dari massa. “Tim kami juga menghadapi perlawanan fisik, tapi kami tetap prioritaskan pengamanan,” ungkapnya.

Rumah Warga Rusak, Satu Pelaku Bawa Badik

Kerusuhan ini tidak hanya terjadi di pasar. Sejumlah rumah warga di sekitarnya juga dilaporkan mengalami kerusakan. “Kami sudah mengamankan lima orang, salah satunya membawa badik,” jelas Samuel.

Mantan Kapolres Asmat ini menegaskan, pihaknya akan melakukan investigasi internal. “Jika ada pelanggaran prosedur, kami tidak akan toleransi,” tegasnya.

Ajakan Kolaborasi dengan Tokoh Masyarakat

Samuel pun mengajak semua pihak, termasuk tokoh adat, agama, dan pemuda, untuk bersama-sama menjaga ketertiban. “Kami butuh dukungan masyarakat agar Nabire tetap kondusif,” imbaunya.

Dengan upaya pengamanan ekstra dan koordinasi intensif, situasi di Pasar Karang Nabire kini mulai terkendali. Namun, aparat tetap waspada demi mencegah eskalasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *