Checkbind.com – Jawa Tengah siap melangkah lebih maju dalam energi terbarukan! Dua Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung akan segera dibangun di Waduk Kedungombo, Sragen, dan Waduk Gajahmungkur, Wonogiri. Proyek ambisius ini bahkan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), lho!
Mulai Dibangun Tahun Ini, Target Operasional 2027
“Kami akan memulai pembangunan PLTS terapung ini tahun 2025,” tegas Julita Indah, Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PT PLN Indonesia Power, dengan penuh keyakinan. Menurutnya, proses pengerjaan PLTS tidak memakan waktu lama karena hanya membutuhkan 14 bulan untuk menyelesaikannya.
“Kami yakin PLTS ini sudah bisa beroperasi komersial paling lambat awal 2027,” tegas Julita saat berbicara di Semarang, Sabtu (5/7/2025). Antara melaporkan pernyataan optimis Direktur Pengembangan Bisnis PT PLN Indonesia Power ini.
Tak hanya itu, proyek ini juga akan memberikan dampak besar bagi masyarakat. Setiap PLTS memiliki kapasitas 100 Mega Watt, yang tidak hanya memperkuat pasokan listrik tetapi juga membuka lapangan kerja bagi ratusan orang.
PLTS Terapung Jadi Destinasi Wisata Baru?
Julita menambahkan, kehadiran PLTS terapung ini tidak hanya menarik minat investor, tetapi juga berpotensi menjadi spot wisata kekinian. Bayangkan, hamparan panel surya di atas air yang memantulkan cahaya matahari pasti bakal instagramable banget!
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut gembira proyek ini. Ia menegaskan bahwa pembangunan PLTS terapung sejalan dengan visi pemerintah dalam mengembangkan industri berbasis energi hijau.
“Nanti saya akan koordinasi dengan bupati terkait. Karena ini masuk PSN, pasti harus berjalan lancar,” tegas Luthfi.
Investor Tertarik, Jawa Tengah Jadi Primadona Energi Bersih
Luthfi juga mengungkapkan bahwa banyak investor yang selalu menanyakan ketersediaan green power sebelum menanamkan modal di Jawa Tengah.
“Kami sangat mendukung proyek ini. Pasalnya, saat ini banyak investor yang bertanya apakah ada pasokan energi terbarukan di sini. Ini jadi nilai tambah besar bagi kami,” jelasnya.
Sebelumnya, Luthfi bahkan bertemu dengan Duta Besar Uni Eropa dan perwakilan dari 12 negara anggota Uni Eropa di Surakarta. Dalam pertemuan tersebut, industri hijau menjadi salah satu topik utama yang dibahas.
Kenapa PLTS Terapung Jadi Pilihan?
PLTS terapung dipilih karena memiliki beberapa keunggulan, seperti:
- Tidak memakan lahan darat – Cocok untuk daerah dengan keterbatasan lahan.
- Efisiensi lebih tinggi – Air membantu mendinginkan panel surya sehingga kinerjanya lebih optimal.
- Mengurangi penguapan air – Panel surya menutupi permukaan waduk, sehingga air tidak mudah menguap.
Baca Juga: BRUTAL! Warga Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Jadi Korban KKB
Dampak Positif untuk Masyarakat dan Lingkungan
Proyek ini tidak hanya memberikan pasokan listrik yang lebih stabil, tetapi juga:
- Menciptakan lapangan kerja – Mulai dari konstruksi hingga pemeliharaan.
- Mengurangi emisi karbon – Kontribusi besar bagi lingkungan.
- Meningkatkan pariwisata – Spot PLTS terapung bisa jadi destinasi baru yang viral.
Apa Kata Warga?
Meski proyek belum dimulai, warga sekitar sudah mulai antusias. “Kalau memang bisa menambah listrik dan sekaligus jadi tempat wisata, kenapa tidak? Asal lingkungan tetap terjaga,” ujar Andi, seorang warga Wonogiri.
Jadi, Kapan Bisa Nikmati Hasilnya?
Jika semua berjalan sesuai rencana, masyarakat Jawa Tengah bisa merasakan manfaat PLTS terapung ini pada 2027. Tunggu saja, karena proyek ini akan jadi game changer bagi energi terbarukan di Indonesia!



