Checkbind.com – Warga Palembang geram! Seorang pria mengaku sebagai dukun spiritual ternyata cuma penipu ulung. Dengan modal jenglot beli online dan parfum ritual murahan, ia berhasil menguras Rp 110 juta dari korbannya. Polisi akhirnya menangkap pelaku setelah korban sadar dirinya dibohongi!
Awalnya, korban bernama M Azhari (62) sama sekali tak menyangka akan menjadi korban penipuan. Azhari akhirnya sadar telah ditipu saat dukun itu terus menunda mengembalikan uang Rp 110 juta yang dijanjikan akan digandakan. Tanpa menunggu lama, ia langsung melapor ke Polsek Kertapati.
Ternyata, modus pelaku benar-benar mengandalkan trik psikologis dan benda-benda tak masuk akal! Pelaku berinisial Carles (41) mengaku punya kekuatan mistis untuk menggandakan uang. Ia memamerkan jenglot, kerang laut, dan botol parfum ritual sebagai “alat sakti” yang bisa melipatgandakan uang dalam sekejap. Tanpa pikir panjang, korban pun menyerahkan Rp 13,7 juta sebagai tahap awal.
Tapi, ini baru awal dari permainan manipulasi Carles! Bukannya mengembalikan uang yang sudah “digandakan”, Carles malah minta tambahan dana lagi dengan alasan ritual belum selesai. Alhasil, korban terus menggelontorkan uang hingga total Rp 110 juta! Padahal, uang itu cuma masuk ke kantong pelaku tanpa ada proses mistis sama sekali.
Nah, yang bikin emosi, benda-benda “sakti” itu ternyata cuma barang dagangan online! Setelah ditelusuri polisi, jenglot yang dipakai Carles ternyata dibeli secara online dengan harga murah. Tak ada unsur gaib sama sekali! Ia sengaja memanipulasi korban dengan barang-barang palsu itu agar terlihat meyakinkan.
Kini, pelaku harus berhadapan dengan hukum! AKP Angga Kurniawan, Kapolsek Kertapati, menegaskan bahwa polisi menjerat Carles dengan Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumannya? Bisa lima tahun penjara!
Tapi, polisi curiga masih ada korban lain yang belum berani melapor! Polisi kini menduga Carles punya korban lain mengingat modusnya yang terstruktur. Mereka mengimbau masyarakat waspada terhadap oknum yang menjanjikan kekayaan instan dengan cara tidak masuk akal.
Jadi, jangan mudah percaya dengan iming-iming gampang! Kasus ini jadi bukti bahwa penipuan berkedok spiritual masih marak. Jangan sampai Anda jadi korban berikutnya! Selalu cek fakta dan ingat, tak ada cara instan untuk jadi kaya.



