Gunung Kuda Longsor Tewaskan 14 Orang, begini Respon Pemprov Jabar

Diposting pada 13 views

Checkbind.com – Tragedi longsor di kawasan tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengguncang publik pada Jumat (30/5/2025). Musibah ini merenggut nyawa 14 orang, sementara delapan lainnya masih hilang dan empat korban kini menjalani perawatan di rumah sakit.

Pemprov Jabar Langsung Bergerak Cepat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak tinggal diam. Mereka segera menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari. Dengan status ini, seluruh sumber daya difokuskan untuk pencarian dan evakuasi korban. “Kami tetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari. Semua pihak akan bekerja maksimal menangani ini dari A sampai Z,” tegas Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman.

Proses pencarian sempat dihentikan sementara pukul 17.30 WIB karena kondisi lapangan yang berbahaya. Namun, tim gabungan—termasuk TNI, Polri, SAR, BPBD, dan relawan—akan melanjutkan operasi esok hari pukul 07.00 WIB.

Pemprov Jabar tak main-main. Mereka langsung mencabut izin pengelolaan tambang Galian C milik Koperasi Pondok Pesantren Al-Azhariyah. Langkah ini diambil sebagai sanksi tegas atas kelalaian pengelola dalam menjalankan protokol keselamatan.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, bersikap keras. “Ini bentuk tanggung jawab kami. Keselamatan warga nomor satu! Kami tak akan mentolerir tambang yang abai terhadap standar keamanan,” tegasnya.

Badan Geologi Ungkap Fakta Mencengangkan
Badan Geologi membongkar fakta mengejutkan: lokasi longsor ternyata masuk zona rawan gerakan tanah tinggi. Artinya, risiko longsor di area ini lebih dari 50%.

Kepala Badan Geologi, M Wafid, menjelaskan, “Daerah ini memang rawan longsor karena kondisi geologinya. Ditambah curah hujan tinggi dan lereng yang curam, gerakan tanah masih aktif.”

Dampak Tak Hanya Fisik, Tapi Juga Trauma
Tragedi ini tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban. Warga sekitar pun merasakan ketakutan dan trauma mendalam. Banyak dari mereka mengkhawatirkan terulangnya kejadian serupa jika pemerintah tidak segera memperketat pengawasan tambang.

Pemprov Jabar berjanji akan mengevaluasi semua tambang di zona rawan. Mereka juga akan memperketat izin operasi untuk mencegah tragedi serupa. “Kami tak ingin ada korban lagi. Semua tambang harus patuhi aturan!” tegas Herman.

Sementara itu, tim evakuasi terus bekerja tanpa lelah. Harapan untuk menemukan korban hilang masih menyala, meski medan yang sulit menjadi tantangan besar.

Badan Geologi mengimbau warga sekitar waspada, terutama saat musim hujan. “Jika ada retakan tanah atau suara gemuruh, segera laporkan ke pihak berwenang,” pesan Wafid.

Tragedi Gunung Kuda menjadi pengingat keras: kelalaian dalam pengelolaan tambang bisa berakibat fatal. Pemprov Jabar kini diuji untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

#UpdateTerus
Pantau terus perkembangan terbaru di Checkbind.com! Kami akan selalu memberikan info akurat dan cepat seputar penanganan bencana ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *