JAKARTA, Checkbind.com – DPP FPI mengguncang suasana duka di Pejompongan dengan mendatangi langsung rumah Bambang Setiawan (60), korban kericuhan yang menggemparkan ibu kota, pada Sabtu (29/8/2026) sore. Kedatangan mereka membuyarkan keheningan dan menyedot perhatian warga sekitar yang sangat penasaran dengan langkah tegas organisasi ini.
FPI tidak sekadar melayat, lho! Mereka menawarkan tim hukum profesional secara gamblang untuk memastikan pengusutan kasus ini berjalan tanpa cacat hingga ke akar-akarnya. Gerakan berani ini mengundang decak kagum sekaligus melahirkan berbagai tanda tanya besar dari seluruh kalangan masyarakat.
Pantauan langsung di lokasi membuktikan, Ketua Umum DPP FPI Habib Muhammad bin Husein Alatas dan rombongan elite organisasi itu tiba tepat pada pukul 16.25 WIB. Keluarga dan tetangga yang masih diliputi duka mendalam menyambut mereka dengan haru dan rasa terhormat. Selepas itu, rombongan hanya bertahan selama 20 menit hingga pukul 16.45 WIB, namun kehadiran mereka meninggalkan kesan mendalam yang terus membekas di hati setiap orang yang hadir.
Habib Muhammad menyatakan dengan tegas di hadapan publik, “Kami datang bukan karena basa-basi, melainkan karena solidaritas kemanusiaan yang tulus. Kami melihat secara nyata perlakuan tidak adil terhadap warga negara, dan kami wajib memberi dukungan moral serta bantuan hukum jika pihak keluarga berkeinginan memperjuangkan hak-haknya yang terampas.” Ucapannya yang lantang menggema di ruang duka yang hening dan langsung membuat seluruh hadirin terdiam sambil merenung mendalam.
Menariknya, Habib menekankan kesiapan FPI mengerahkan pasukan pengacara handal guna mendampingi keluarga korban kapan pun mereka membutuhkannya. Mereka tidak main-main dalam persiapan ini; tim tersebut berisi para advokat berpengalaman yang memahami seluk-beluk hukum pidana dan perdata secara menyeluruh. “Kami siap bertarung di meja hijau kapan pun ia dimulai,” tambahnya penuh keyakinan tanpa sedikit pun keraguan.
Selain itu, Habib Muhammad mendesak aparat kepolisian agar bergerak cepat dan taktis dalam menangkap pelaku penyerangan biadab tersebut. Menurutnya, rekaman video yang beredar luas di berbagai platform media sosial kini berfungsi sebagai senjata ampuh bagi penyidik. Wajah-wajah para pelaku bahkan terpampang sangat jelas dan mudah dikenali, sehingga polisi seharusnya tidak perlu berlama-lama lagi melakukan penyelidikan bertele-tele.
“Video beredar seluas samudra, wajah pelaku seterang siang hari di hadapan publik. Kami menuntut aparat hukum, terutama pihak kepolisian, untuk segera bergerak nyata dan jangan ada lagi kata lambat! Jika kita membiarkan aksi premanisme merajalela, kondisi ini sangat berbahaya dan bisa mengguncang stabilitas keamanan ibu kota,” serunya dengan nada tinggi penuh kewibawaan. Semua orang yang hadir pada saat itu memandangnya dengan serius dan menangkap setiap pesan yang ia sampaikan dengan penuh makna.
Di sisi lain, terkait tawaran bantuan hukum tersebut, Habib Muhammad mengungkapkan bahwa keluarga korban saat ini masih berpegang pada janji aparat yang menyatakan proses hukum resmi tengah berjalan. Namun demikian, pihak keluarga terbuka lebar dan berencana terus memperbarui informasi serta perkembangan kasus ini kepada FPI secara berkala. Kondisi ini menandakan sinergi yang mulai terjalin erat antara pihak keluarga dan FPI dalam memperjuangkan keadilan.
“Artinya, kasus ini berada di bawah pengawasan ketat FPI. Kami dari FPI berkomitmen mengawal perjalanan kasus ini hingga tuntas, sampai kami berhasil menangkap dan mengadili seluruh pelakunya sesuai hukum yang berlaku. Kami tidak memberi toleransi sedikit pun bagi para pelaku kejahatan,” ujar Habib Muhammad penuh semangat juang membara. Semua yang hadir pun mengangguk setuju, seakan mendapat suntikan energi baru untuk terus memperjuangkan keadilan tanpa kenal lelah.
Dalam momen yang sama, Habib Muhammad tidak lupa mengimbau seluruh pihak untuk tidak melakukan tindakan intimidasi kepada keluarga korban dalam bentuk apa pun. Ia dengan lantang menegaskan kembali pentingnya menjunjung tinggi aturan hukum sebagai panglima tertinggi di negeri ini. “Negeri ini adalah negeri hukum, tegasnya, bukan negeri preman yang semaunya sendiri. Semua wajib taat pada aturan yang telah digariskan,” tandasnya penuh wibawa. Pesan ini tampaknya menjadi peringatan keras bagi oknum-oknum yang mungkin berniat mengusik kedamaian keluarga korban yang sedang berduka.
Sebelumnya, kabar mengejutkan datang ketika seorang warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, meregang nyawa dalam kericuhan mencekam di Jalan Pejompongan Raya pada Jumat (28/8/2026) malam. Masyarakat sekitar mengenal Bambang Setiawan, usia 60 tahun, sebagai penjual cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya yang ramah dan pekerja keras setiap harinya. Kepergiannya yang tragis menimbulkan duka begitu dalam bagi keluarga dan seluruh tetangga yang kehilangan sosok baik hati.
Kini, publik bertanya-tanya dengan penasaran, apakah langkah berani FPI ini akan mempercepat proses hukum yang selama ini terkesan berjalan lamban? Atau justru langkah ini akan memicu kontroversi baru di tengah masyarakat? Yang jelas, kini seluruh mata nasional memfokuskan perhatiannya pada kasus ini dan semua pihak menunggu langkah tegas dari kepolisian. Mari kita nantikan bersama kelanjutan kisah menegangkan ini dalam waktu dekat!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



