BMW Christiano Sempat Ganti Pelat Usai Tabrak Argo, Simak Lengkapnya

Diposting pada 12 views

Checkbind.com – Polisi terus mengusut tuntas kasus Christiano kecelakaan maut yang merenggut nyawa Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum UGM. “Publik pun heboh ketika mengetahui pelaku mengganti pelat nomor BMW milik tersangka Christiano Pengarapenta Pengidahan Tarigan setelah kejadian!”

Awalnya, mobil BMW itu melaju dengan pelat F 1206 saat menabrak Argo pada 24 Mei 2025.Namun anehnya, saat petugas mengamankan mobil di kantor polisi, pelaku sudah mengubah pelatnya menjadi B 1442 NAC. Hal ini langsung jadi sorotan netizen dan media sosial.

Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, buka suara. “Menurutnya, seseorang mengganti pelat mobil setelah petugas membawanya ke Polsek Ngaglik.” Pelaku nekat mengganti pelat di area parkir belakang kantor polisi—tanpa sepengetahuan petugas! Aksi ini terekam jelas di CCTV.

“Petugas amankan mobil, tapi pelaku diam-diam ganti pelat ke B 1442 NAC,” tegas Edy (28/5/2025).

Siapa yang Melakukan dan Apa Motifnya?

Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku penggantian pelat, seorang berinisial IF. “IF mengungkapkan bahwa WI dan NR, atasannya di perusahaan swasta, yang menyuruhnya mengganti pelat nomor.”

“Pelakunya satu, tapi ada yang menyuruh,” tegas Edy saat dihubungi Jumat (30/5/2025). “Ini bukan inisiatif IF atau perintah dari Christiano. Dia cuma karyawan yang disuruh bosnya.”

Penyidik masih membongkar kemungkinan keterlibatan keluarga Christiano. Mereka mengecek apakah WI dan NR punya hubungan dengan orang tua tersangka.

“Orang tua Christiano belum kami periksa. Kami juga belum tahu mereka kerja di mana,” ujar Edy.

Meski begitu, polisi memastikan semua pihak yang terlibat bakal diperiksa. “Semua akan kami usut tuntas. Tunggu saja perkembangan selanjutnya,” tambahnya.

baca juga: 13 Rumah di Puncak Jaya Dibakar

Christiano, mahasiswa FEB UGM itu, sudah resmi jadi tersangka. Christiano kini menghadapi hukuman penjara hingga 6 tahun. Kasus ini semakin memanas setelah publik menilai tindakan penghilangan barang bukti sebagai sebuah kejahatan yang keji.

Kasus ini terus memicu kemarahan publik, sekaligus mempertanyakan integritas sistem hukum kita. Masyarakat menuntut transparansi, sementara polisi berjanji mengejar semua pihak yang terlibat. Tak hanya Christiano yang harus bertanggung jawab, tetapi juga para aktor di balik upaya penghilangan bukti ini.

Kini, sorotan beralih ke perusahaan tempat WI dan NR bekerja. Apakah ini kasus individual, atau ada sistem mafia yang lebih besar? Media sosial terus membongkar fakta baru, sementara keluarga Argo berjuang untuk keadilan.

Ini bukan sekadar kecelakaan, tapi ujian bagi seluruh negeri. Lanjutkan pantauan di Checkbind.com!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *