Bandara Hang Nadim Batam Dikembangkan Jadi Pusat Logistik Udara ASEAN

Diposting pada 14 views

BATAM, Checkbind.com – Bandara Internasional Batam (BIB) baru saja meresmikan kerja sama strategis dengan InJourney Aviation Services (IAS) untuk mengelola Terminal Kargo Baru di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. Kolaborasi ini melangkah maju dengan penandatanganan nota kesepahaman yang memperkuat posisi Batam sebagai pusat logistik udara terdepan di Asia Tenggara. Kerja sama ini tidak hanya memperkuat fondasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan efisiensi, memperluas kapasitas, dan meningkatkan kualitas layanan logistik di Kepri maupun secara nasional.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Buddhi, menegaskan bahwa Terminal Kargo Baru ini merupakan wujud nyata komitmen mereka dalam membangun Batam sebagai hub logistik yang modern, efisien, dan terintegrasi. “Ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan fondasi untuk memperkuat konektivitas domestik dan internasional,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (13/6/2025).

Annang menambahkan, momen ini sangat krusial karena bisa menjadi katalis dalam pengembangan ekosistem logistik nasional yang kompetitif. Dengan hadirnya terminal kargo baru, arus barang diprediksi akan semakin lancar, sekaligus meningkatkan volume kargo yang bisa ditangani.

baca juga: Prabowo Pilih Pesawat Pribadi, Pesawat Kepresidenan Standby

BIB memilih IAS sebagai mitra karena perusahaan ini merupakan subholding dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) yang mengonsolidasikan sembilan anak usaha dari PT Angkasa Pura I (AP I), PT Angkasa Pura II (AP II), dan Garuda Indonesia. “IAS punya visi jelas, yakni menjadi penyedia layanan aviasi, logistik, dan kargo yang profesional serta mampu bersaing di kancah regional,” jelas Annang.

IAS sendiri fokus pada lima portofolio utama:

  1. Ground handling & terminal kargo
  2. Logistik
  3. Hospitality
  4. Operation support
  5. Properti

Kerja sama ini menjadi senjata ampuh bagi Bandara Hang Nadim untuk bersaing di pasar logistik udara regional yang semakin ketat. “Dengan kapasitas dan efisiensi yang lebih baik, Batam bisa menarik lebih banyak aktivitas kargo dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah maupun nasional,” tegas Annang.

Dampak Positif bagi Ekonomi

  • Meningkatkan volume ekspor-impor melalui percepatan distribusi barang.
  • Memperluas lapangan kerja di sektor logistik dan jasa pendukung.
  • Memperkuat posisi Batam sebagai gerbang perdagangan internasional.

Beberapa pelaku industri menyambut baik langkah ini.

Dengan kolaborasi BIB dan IAS, Batam sedang menapaki jalan menuju pusat logistik udara yang berkelas dunia. Semua pihak berharap, langkah ini bisa menjadi awal dari transformasi besar di sektor aviasi dan logistik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *