Sempat Terombang-ambing, Seluruh Awak Tugboat TB MT20 1301 Dinyatakan Selamat

Diposting pada 0 views

SIDOARJO, Checkbind.com — Musibah mencekam melanda kawasan perairan laut Jawa. Delapan anak buah kapal (ABK) tugboat TB MT20 1301 berhasil lolos dari ancaman maut pada Selasa (15/9/2026). Kapal penarik ini mendadak tenggelam di perairan 15 mil sebelah barat Pulau Bawean, Gresik. Namun, tim penyelamat sukses membawa seluruh korban ke Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Sebelum bantuan datang, para pelaut tangguh ini bertindak cepat. Mereka segera menyelamatkan diri ke atas tongkang M80 1301. Langkah ini mereka ambil saat kapal utama mulai tenggelam. Beruntung, kapal SPOB BRM 400 sedang melintas di perairan tersebut. Awak kapal penolong langsung melihat keberadaan para korban. Setelah itu, mereka segera menolong seluruh ABK yang terdampar.

Musibah ini menyita perhatian serius pihak berwenang. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., langsung memimpin pemantauan. Beliau mengawasi pergerakan kapal SPOB BRM 400 secara intensif. Kapal penolong tersebut mengangkut delapan pelaut menuju Kota Semarang.

“Selama pelayaran menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pergerakan kapal SPOB BRM 400 terus dipantau oleh Tim SAR Surabaya, Kantor SAR Semarang, hingga unsur maritim terkait,” ujar Nanang melalui siaran pers, Selasa (15/9/2026).

Selanjutnya, kapal penolong semakin mendekati Pelabuhan Tanjung Emas. Kantor SAR Semarang langsung menyiagakan personel terbaik mereka. Petugas segera menerjunkan kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) 01. Mereka mengarahkan bot cepat ini untuk mendatangi SPOB BRM 400.

Kemudian, tim RIB 01 berhasil menemukan lokasi kapal penolong. Pertemuan ini terjadi pada jarak tiga mil laut sebelum pelabuhan. Petugas RIB 01 langsung menggelar koordinasi dengan awak kapal penolong. Langkah cepat ini menjamin kelancaran evakuasi di tengah laut.

“Setibanya di lokasi pada pukul 17.00 WIB, kru RIB 01 mendata delapan ABK TB MT20 1301 dan memastikan seluruhnya dalam kondisi selamat,” ungkapnya.

Berdasarkan pendataan resmi, Nakhoda Laode Hartoni (31) memimpin seluruh anak buahnya melewati masa kritis. Selain nakhoda, tujuh awak kapal lain juga selamat dari musibah ini. Mereka adalah Agus Sukris D. (53) dan Angga Sukmanegara (38). Selain itu, ada Muhamad Irfan (30) serta Arsuki (25). Korban lain mencakup Lulus Faesal P. (24), Iis Agus S. (25), dan Satriadi (24).

“Seluruh ABK berhasil terdata dalam keadaan sehat sebelum kapal bersandar di dermaga,” jelasnya.

Berikutnya, kapal SPOB BRM 400 melanjutkan pelayaran hingga garis pantai. Kapal penolong ini menyandarkan lambungnya di Dermaga Nusantara, Pelabuhan Tanjung Emas. Proses sandar berlangsung aman pada pukul 17.45 WIB.

Setelah mendarat di pelabuhan, petugas mengawal kedelapan survivor. Tim membawa mereka ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Emas. Petugas medis segera memeriksa kondisi fisik para pelaut tersebut. Selain itu, pejabat berwenang menyelesaikan seluruh pendataan administrasi.

“Pada pukul 18.00 WIB, kedelapan orang ABK TB MT20 1301 dibawa ke Kantor KSOP Utama Tanjung Emas untuk proses penanganan lebih lanjut,” kata Nanang.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *