Tudingan Anggota Terlibat Demo Anarkis, GRIB Jaya Siap Gugat ke Pengadilan

Diposting pada 6 views

JAKARTA, Checkbind.com – Organisasi massa GRIB Jaya naik pitam. Mereka membantah keras tudingan miring tentang keterlibatan anggotanya dalam kericuhan demo 27 Agustus 2026. Mereka tidak tinggal diam. Justru bergerak cepat mengumpulkan ribuan bukti. Mereka juga membuka peluang besar untuk menempuh jalur hukum. Mereka siap menyeret pihak-pihak yang menyebarkan isu tidak bertanggung jawab ke meja hijau.

GRIB Jaya merasa nama baiknya dicemarkan. Tuduhan itu, menurut mereka, hanya karangan belaka. Mereka menganggap semua narasi yang beredar jauh dari fakta. Karena itu, mereka memilih melawan. Mereka tidak mau diam menjadi sasaran fitnah. Mereka akan membersihkan nama organisasi dengan cara-cara konstitusional.

Wilson Colling bertindak sebagai kuasa hukum DPP GRIB Jaya. Ia berbicara dengan lantang di hadapan wartawan. Pertemuan itu berlangsung di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin (31/8/2026). Wilson menegaskan bahwa semua tudingan terhadap GRIB Jaya tidak berdasar. Ia menyebut isu tersebut hanya narasi kosong. Narasi itu sama sekali tidak cocok dengan realitas di lapangan.

“Sekarang kami sedang mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Wilson tegas. “Isu-isu di luar sana hanya sekadar framing.” Ia memastikan timnya bekerja profesional. Mereka memilah setiap data dan merekam setiap kronologi. Mereka tidak ingin ada satu pun bukti terlewat. Semua dikumpulkan secara sistematis untuk menguak kebenaran.

Wilson juga menjelaskan langkah selanjutnya. Jika bukti sudah lengkap, mereka akan mengambil tindakan hukum. Mereka tidak akan ragu-ragu. Mereka akan melayangkan gugatan resmi ke pengadilan. Wilson menilai GRIB Jaya sangat dirugikan oleh isu ini. Tuduhan kekerasan terhadap massa aksi adalah fitnah berat. Fitnah itu dapat menghancurkan reputasi organisasi dalam sekejap.

“Ke depannya, jika memenuhi unsur, kami akan melakukan upaya hukum,” kata Wilson. “Kami sudah dijelek-jelekkan dengan isu yang berkembang.” Ia mengulangi bahwa faktanya berbeda seratus delapan puluh derajat. Karena itu, mereka wajib memulihkan nama baik. Mereka tidak akan memberi ampun pada penyebar hoaks.

Video Hercules Viral? Ini Penjelasan GRIB Jaya!

Wilson juga menanggapi video yang sedang viral. Video itu memperlihatkan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules. Dalam rekaman, Hercules turun dari mobil. Ia tampak membubarkan massa di kawasan Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. Wilson membenarkan kehadiran Hercules di lokasi tersebut. Namun, ia meluruskan maksud dari tindakan itu.

Hercules turun tangan karena situasi darurat. Ia melihat aksi perusakan fasilitas umum. Ia tidak membubarkan peserta demo yang menyampaikan aspirasi. Ia justru melindungi warga dari vandalisme. Wilson menegaskan bahwa peristiwa itu berbeda dengan kejadian di Pejompongan. Masyarakat jangan mencampuradukkan keduanya.

“Terkait kejadian di Slipi dan sekitarnya, itu berbeda,” jelas Wilson. “Isu kematian dan pemukulan di Pejompongan juga berbeda.” Ia meminta publik melihat fakta kronologisnya. Dua lokasi tersebut berjauhan. Waktu kejadiannya pun tidak bersamaan. Karena itu, menyamakan keduanya adalah kekeliruan besar.

Wilson membeberkan waktu kejadian secara detail. Aksi Hercules berlangsung sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 WIB. Lokasinya tepat di sekitar Hotel Peninsula, Jalan S Parman, Jakarta Barat. Saat itu, aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI sudah selesai. Massa sudah membubarkan diri dengan tertib. Tidak ada lagi penyampaian aspirasi di sana.

Namun, di sisi lain, situasi di Slipi mulai panas. Kelompok tak bertanggung jawab melakukan pembakaran. Mereka juga merusak fasilitas umum. Warga sekitar ketakutan. Melihat itu, Hercules mengambil inisiatif. Ia bersama masyarakat Jakarta Barat bergerak. Mereka menghalau tindakan anarkis tersebut. Mereka mencegah kerusuhan meluas ke pemukiman.

“Ketua Umum punya inisiatif sendiri,” ungkap Wilson. “Beliau bersama masyarakat menghalau vandalisme.” Tujuannya jelas, melindungi keselamatan publik. Itu bukan intervensi terhadap demonstran damai. Jadi, tuduhan bahwa Hercules memprovokasi kericuhan adalah salah besar.

GRIB Jaya Bantah Total Kasus Pejompongan!

Wilson kembali menepis isu lain. Ia membantah keterlibatan GRIB Jaya dalam peristiwa di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kasus meninggalnya Bambang Setiawan juga tidak ada kaitannya. Bambang adalah seorang pedagang kaca yang menjadi korban. Wilson menyebut pengaitan itu sangat keliru. Ia menyangkalnya dengan tegas.

Wilson memberikan alasan logis. Hercules dan anggota GRIB Jaya tidak mungkin mencapai Pejompongan. Mereka tertahan di sekitar Slipi. Mereka juga terjebak di kawasan Polres Jakarta Barat lama di Jalan S Parman. Jarak dan waktu tidak memungkinkan. Jadi, mustahil mereka terlibat dalam insiden di Pejompongan.

“Oleh karenanya, mengaitkan kematian itu dengan GRIB sangat salah,” tegas Wilson. “Itu tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.” Ia meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan. Setiap peristiwa memiliki lokasi dan pelaku yang berbeda. Menyamakannya hanya akan merugikan pihak yang tidak bersalah.

Wilson juga membantah tuduhan pemukulan terhadap pelajar. Beberapa pihak menuding anggota GRIB Jaya menyeret dan memukul seorang pelajar di Pejompongan. Wilson menyebut tuduhan itu tidak masuk akal. Ia mengajak masyarakat melihat ciri khas anggota GRIB Jaya. Semua anggota mereka menggunakan ikat kepala putih.

“Kalau kita lihat, orang-orang kami (GRIB) itu sudah ada tandanya,” papar Wilson. “Semua orang tahu dari video, ada ikat kepala putih.” Ia menantang publik untuk memeriksa ulang rekaman yang beredar. “Yang memukul dan menyeret itu pakai ikat kepala putih atau tidak?” tanya Wilson. Jawabannya sangat jelas. Pelaku tidak memakai ciri khas tersebut. Jadi, pelaku bukan dari GRIB Jaya.

Wilson mengakhiri pernyataannya dengan seruan. Ia meminta publik lebih cerdas membedakan fakta. Ada massa yang menyampaikan aspirasi secara konstitusional. Ada pula pihak yang melakukan tindakan kriminal. Perusakan fasilitas umum adalah kejahatan. Jangan samakan keduanya. Jangan pula menuduh tanpa bukti. GRIB Jaya siap membuktikan semuanya di pengadilan. Keadilan akan mereka kejar sampai titik darah penghabisan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *