Polisi Surabaya Ungkap Jaringan Joki UTBK yang Beroperasi Sejak 2017

Diposting pada 5 views

SURABAYA, Checkbind.com  – Bayangkan, selama nyaris satu dekade, puluhan peserta curang terus menyelinap masuk ke perguruan tinggi negeri favorit. Kini, operasi senyap itu akhirnya tercium aparat! Polrestabes Surabaya baru saja membongkar habis-habisan jaringan sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang diduga sudah beroperasi sejak tahun 2017. Wah, sudah tujuh tahun lamanya mereka bermain di belakang layar!

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, dengan tegas mengungkapkan bahwa sindikat ini tidak bekerja sendirian. Mereka justru memiliki beberapa klaster atau tingkatan yang tersusun rapi dalam menjalankan aksinya. Polisi benar-benar membedah struktur organisasi kejahatan ini sampai ke akar-akarnya.

“Klaster penerima order alias broker itu totalnya ada lima orang. Yang mengejutkan, tiga di antaranya ternyata berprofesi sebagai dokter,” ujar Luthfie saat konferensi pers pada Kamis (7/5/2026). Sungguh ironis, oknum yang seharusnya menolong nyawa malah ikut merusak moral pendidikan bangsa.

Sindikat Terbagi Menjadi Empat Klaster yang Rapi

Pertama, mari kita bedah klaster demi klaster. Klaster pertama merupakan pelaksana atau penerima order, yang biasa disebut broker. Dalam struktur ini, mereka bertugas sebagai pihak yang menerima peserta UTBK yang ingin menyewa jasa joki. Broker ini menjadi pintu gerbang bagi calon mahasiswa curang untuk masuk ke dalam jaringan.

Selanjutnya, kita beralih ke klaster kedua. Klaster ini berisi pemberi order yang bertugas mengoordinasikan semua joki lapangan. Tim kecil ini sangat krusial karena mereka menjadi otak pengaturan siapa joki yang turun ke lapangan. Polisi menemukan ada dua orang yang menduduki posisi penting dalam klaster ini.

Lalu, masuk ke klaster ketiga. Di sinilah para eksekutor bekerja. Mereka adalah joki lapangan yang bertugas langsung mengerjakan soal UTBK. Jumlahnya hanya dua orang, tetapi bayangkan, dua orang ini mampu mengerjakan ujian untuk puluhan peserta setiap tahunnya. Sungguh luar biasa sekaligus mengkhawatirkan!

Terakhir, ada klaster keempat yang tidak kalah penting. Kelompok ini khusus bertugas membuat kartu tanda penduduk (KTP) palsu. KTP palsu ini sangat vital karena digunakan peserta untuk mengganti identitas saat ujian berlangsung. Polisi mencatat ada lima orang yang terlibat dalam pembuatan dokumen kependudukan palsu ini.

114 Peserta Lolos, tapi Pakai Joki!

Lebih lanjut, Kombes Pol Luthfie menjelaskan bahwa sindikat tersebut diduga telah melayani sekitar 150 peserta UTBK sejak 2017 hingga 2026. Jumlah yang fantastis untuk ukuran jaringan yang relatif kecil, bukan?

Yang lebih mengejutkan lagi, polisi menemukan bukti data sebanyak 114 peserta UTBK yang diduga menggunakan jasa sindikat ini dan mereka benar-benar berhasil lolos ke berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Wow, 114 nyawa muda yang seharusnya bersaing secara jujur justru masuk melalui pintu belakang!

“Masih terus kita lakukan pendalaman. Dari data yang sudah terkumpul, kami menemukan pemberi order yang sudah terdata dan identitasnya sudah kami kumpulkan sebanyak 114 orang,” tegas Luthfie di hadapan awak media. Polisi tidak akan berhenti di sini.

Selanjutnya, polisi mengungkapkan bahwa para peserta curang tersebut tersebar di berbagai daerah. Mereka datang dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga jauh ke pulau Kalimantan. Artinya, jaringan ini benar-benar memiliki jangkauan yang luas lintas provinsi.

Polisi Amankan Tersangka Utama Berinisial K

Dalam kasus yang menggemparkan ini, polisi menetapkan tersangka utama berinisial K sebagai pemberi pekerjaan kepada para broker. K ini diduga sebagai dalang utama yang mengendalikan semua alur order dari peserta hingga ke joki lapangan. Sementara itu, tersangka yang berada langsung di bawah koordinasinya berinisial B.

“Untuk jaringan K sendiri, saat ini sudah kami amankan. Proses pemeriksaan masih terus berjalan. Nanti hasilnya akan kami rilis lebih lanjut,” kata Luthfie dengan nada tegas. Polisi berjanji tidak akan memberi ruang gerak bagi pelaku kejahatan akademik ini.

Luthfie menambahkan fakta menarik bahwa tersangka K diketahui untuk pertama kalinya berhubungan langsung dengan joki lapangan dalam menjalankan aksinya. Selama ini, K sangat berhati-hati, tetapi polisi berhasil memutus rantai komunikasi tersebut.

“Artinya, kami akan terus mengembangkan kasus ini, baik ke atasnya maupun jaringan-jaringan lain, sampai kepada pemberi order atau calon mahasiswa yang menggunakan jasa saat itu,” ujarnya penuh tekad.

Saat ini, Polrestabes Surabaya sudah menangkap 14 tersangka yang diduga terlibat aktif dalam sindikat joki UTBK tersebut. Jumlah ini masih mungkin bertambah karena polisi terus memburu aktor lain di balik layar.

“Kami masih terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman dari semua keterangan yang masuk. Hasilnya akan kami sampaikan pada rilis berikutnya,” pungkas Luthfie mengakhiri konferensi pers yang menggemparkan publik ini.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *