JAKARTA, Checkbind.com – Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto tidak main-main dalam memberikan peringatan keras menyusul rencana Presiden Prabowo Subianto yang bakal menaikkan gaji hakim hingga 280%. Dalam acara pengukuhan hakim MA, Prabowo secara mengejutkan mengumumkan kebijakan ini, dengan kenaikan tertinggi justru diberikan kepada hakim junior.
*”Saya Prabowo Subianto, Presiden Indonesia ke-8, hari ini menyatakan bahwa gaji hakim akan naik demi kesejahteraan mereka, dengan persentase berbeda sesuai golongan,”* tegas Prabowo, Kamis (12/6/2025). Meski begitu, ia belum merinci detail besaran kenaikan untuk semua level hakim.
Merespons hal itu, Sunarto langsung mengambil sikap tegas. Ia mengingatkan seluruh hakim di Indonesia bahwa integritas dalam pelayanan publik tidak boleh dikompromikan, apapun alasannya. “Tidak ada toleransi bagi hakim yang melanggar aturan atau melakukan pelayanan transaksional!” serunya dalam acara pembinaan hakim di Hotel Mercure, Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2025).
Zero Tolerance untuk Pelanggaran
Sunarto menegaskan, Mahkamah Agung akan memberlakukan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk penyimpangan. Ia membandingkan praktik suap seperti meminum air laut—semakin dilakukan, semakin haus dan terjerat. “Sekali Anda terjerumus, sulit keluar. Maka, berhati-hatilah!” pesannya.
Ia juga mengancam akan mencopot jabatan hakim yang ketahuan menerima gratifikasi, sekecil apapun nominalnya. “Rp 100 ribu saja, saya pecat! Ini bukan ancaman, tapi upaya menjaga martabat Anda sebagai penegak hukum,” tegas Sunarto.
Hakim Bukan Profesi Biasa, Tapi Amanah
Sunarto mengingatkan, menjadi hakim bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar dari negara dan masyarakat. “Anda adalah wakil Tuhan di pengadilan, jadi jaga kepercayaan ini!” ujarnya.
Ia bahkan menyindir gaya hidup hakim yang gemar hura-hura. “Kalau mau ke diskotek atau karaoke, silakan. Tapi ingat, karir Anda tak akan lama,” sindirnya. Sunarto menekankan, hakim harus membatasi diri dalam segala hal, termasuk aktivitas pribadi yang bisa merusak citra profesi.
Mystery Shopper: Pengawas Rahasia yang Siap “Jebak” Hakim Nakal
Untuk memastikan kepatuhan, Sunarto mengungkap rencana penggunaan mystery shopper—pengawas rahasia yang akan menyamar sebagai pencari keadilan. Mereka akan menyebar di semua jenis pengadilan, mulai dari umum, agama, tata usaha negara, hingga militer.
“Mereka akan menguji Anda. Jika ada yang menawarkan uang untuk ‘memuluskan’ perkara, semua percakapan akan terekam!” ia memperingatkan. Sunarto bahkan membocorkan bahwa pengawas menggunakan peralatan canggih seperti kamera tersembunyi di kacamata, kancing baju, atau pulpen. “Zaman sekarang, teknologi murah tapi mematikan. Jangan sampai Anda terjebak!”
Teknologi Jadi Senjata Pengawasan
Dengan perkembangan teknologi, Sunarto mengingatkan bahwa setiap tindak tanduk hakim bisa terekam dengan mudah. “HP saja bisa jadi alat bukti. Jadi, jangan coba-coba main belakang!” tegasnya.
Ia menutup dengan pesan kuat: “Hormati jabatan Anda. Jangan gadaikan integritas hanya untuk rupiah atau dolar. Ingat, masyarakat menaruh harapan besar pada keputusan Anda!”
Dengan langkah-langkah tegas ini, Sunarto berharap kenaikan gaji hakim tidak justru menjadi bumerang, melainkan memacu kinerja yang lebih profesional dan berintegritas.



