Petronas PHK 10% Karyawan, Fokus pada Restrukturisasi & Efisiensi

Diposting pada 13 views

Checkbind.com – Perusahaan energi raksasa Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas), resmi memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 10% dari total karyawannya. Langkah ini bukan tanpa alasan—ini merupakan bagian dari transformasi strategis besar-besaran yang sedang dijalankan perusahaan.

Restrukturisasi Besar untuk Hadapi Tantangan Global

Presiden sekaligus CEO Grup Petronas, Tengku Muhammad Taufik, menegaskan bahwa perusahaan saat ini sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh operasinya. Tujuannya jelas: memastikan Petronas tetap kompetitif di tengah persaingan global dan dinamika domestik yang semakin ketat.

“Kami sedang mengkaji ulang semua aspek, mulai dari aset, proses operasional, pengeluaran, hingga struktur tenaga kerja. “Tim manajemen sedang menyesuaikan struktur organisasi dengan strategi jangka panjang perusahaan,” jelas Tengku Taufik dalam rilis resminya yang dikutip Antara, Sabtu (7/6/2025).

“Kami sudah mempertimbangkan matang-matang kebutuhan masa depan dan target keberlanjutan perusahaan sebelum memutuskan PHK ini,” tambahnya. “Kami menyadari keputusan ini berat, tetapi kami harus mengambil langkah ini.”Sekitar 10% dari total karyawan akan terdampak,” ungkapnya.

5.000 Karyawan Terancam, Proses Bertahap hingga Akhir 2025

Petronas diketahui memiliki sekitar 50.000 karyawan di seluruh dunia. Artinya, sekitar 5.000 pekerja berpotensi kehilangan pekerjaan. Namun, perusahaan akan memberitahu karyawan secara bertahap dan transparan hingga akhir 2025.

Tak hanya itu, Petronas juga memberlakukan freeze hiring (pembekuan rekrutmen) hingga Desember 2026. Kecuali untuk posisi-posisi kritis, semua lowongan akan ditinjau ulang secara ketat.

Anwar Ibrahim: Mayoritas yang Kena PHK Pegawai Kontrak

Merespons kabar ini, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan klarifikasi. Menurutnya, sebagian besar karyawan yang terdampak PHK berstatus kontrak.

Sebagai Menteri Keuangan, Anwar menegaskan bahwa langkah ini murni bagian dari strategi efisiensi dan transformasi internal Petronas.

Petronas Bantah Kabar Mundur dari Bisnis LNG di Kanada

Di tengah hiruk-pikuk rencana PHK, beredar kabar bahwa Petronas berencana hengkang dari bisnis gas alam cair (LNG) di Kanada. Namun, CEO Petronas langsung membantahnya.

Sebelumnya, Bloomberg sempat memberitakan bahwa Petronas sedang mempertimbangkan penjualan anak usahanya di Kanada, Progress Energy Resources Corp. Namun, manajemen menampik kabar tersebut dan menegaskan komitmennya di pasar Kanada.

Transformasi untuk Masa Depan yang Lebih Tangguh

Langkah restrukturisasi ini, termasuk PHK massal, bukan sekadar penghematan. Petronas sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi transisi energi global yang penuh ketidakpastian. Dengan memperkuat efisiensi dan fokus pada bisnis inti, perusahaan berharap bisa tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Apa Dampaknya?

  • Karyawan yang terdampak akan mendapat kompensasi sesuai ketentuan.
  • Proses PHK dilakukan secara bertahap.
  • Petronas tetap berkomitmen pada bisnis LNG global, termasuk di Kanada.

Dengan strategi ini, Petronas berharap bisa terus menjadi pemain utama di industri energi dunia, sambil tetap menjaga stabilitas operasionalnya.

Bagaimana pendapatmu soal langkah Petronas ini? Apakah PHK memang solusi terbaik untuk efisiensi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *