Lhoksukon, Checkbind.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali bikin kejutan besar. Mereka mengusulkan anggaran fantastis mencapai Rp 9,7 miliar. Dana itu akan mereka gunakan untuk membeli 492 unit sepeda motor baru. Nantinya, motor-motor canggih ini akan mereka bagikan secara cuma-cuma. Para penerima adalah imam chik dan imam mukim di seluruh wilayah setempat. Bayangkan, ribuan pemuka agama ini bakal melaju dengan kendaraan anyar dalam waktu dekat!
Lalu, Pemkab secara resmi memasukkan anggaran fenomenal tersebut ke dalam rancangan Perubahan APBD 2026. Mereka juga sudah mengirimkan naskah perubahan itu ke DPRK Kabupaten Aceh Utara. Kedua pihak akan segera membahasnya bersama-sama dalam waktu dekat. Rencananya, mereka akan mengesahkan anggaran ini pada November 2026 mendatang. Dengan begitu, para imam tak perlu menunggu terlalu lama untuk merasakan manfaatnya.
Lebih lanjut, Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, turut angkat bicara. Pria yang akrab disapa Ayahwa itu mengungkapkan fakta menarik. Sebelumnya, pihaknya sudah menggelontorkan dana lebih besar, yakni Rp 17 miliar. Uang itu mereka gunakan untuk membeli 852 sepeda motor pada tahap pertama. Saat ini, kata dia, para imam sudah menikmati kendaraan-kendaraan tersebut. Mereka memakainya untuk mendukung aktivitas dakwah sehari-hari. Artinya, program ini bukan sekadar wacana belaka. Program ini merupakan komitmen berkelanjutan yang terus mereka eksekusi.
Di sisi lain, Ayahwa menyatakan bahwa tahap kedua kini bergulir. Mereka mengusulkan pembelian 492 motor dengan spesifikasi yang persis sama. Dari jumlah tersebut, mereka menyiapkan 416 unit untuk imam chik masjid. Sisanya, 76 unit, mereka peruntukkan bagi imam mukim. “Kali ini kami usulkan pembelian 492 motor dengan spesifikasi yang sama,” ujar Ayahwa penuh semangat. “Sebanyak 416 unit untuk imam chik masjid, dan 76 untuk imam mukim.” Pernyataan itu ia sampaikan saat awak media menemui dirinya pada Minggu (6/6/2026).
Tak berhenti di situ, Ayahwa menjelaskan tujuan utama program ini. Mereka ingin meratakan akses moda transportasi bagi seluruh imam di Aceh Utara. Dengan motor-motor canggih ini, setiap imam dapat bergerak lebih cepat. Mereka juga bisa maksimal dalam memberikan pelayanan keagamaan. Sebab, tanpa kendaraan yang memadai, sulit rasanya menjangkau pelosok-pelosok. Padahal, banyak desa tersebar di kabupaten ini.
Sementara itu, mari kita pahami peran keduanya. Imam besar selama ini memimpin langsung layanan keagamaan di masjid-masjid besar. Masjid-masjid itu biasanya memiliki jamaah yang padat. Sedangkan imam mukim berperan sebagai imam antar desa. Mereka menghubungkan berbagai komunitas muslim di kawasan yang berbeda. Kedua posisi ini sama-sama vital bagi kehidupan beragama. Apalagi di Bumi Samudra Pasai, peran mereka sangat strategis.
Sebagaimana diketahui, masyarakat Aceh mengenal struktur ini dengan baik. Imam chik dan imam mukim adalah struktur adat dan agama. Keduanya sudah mengakar kuat sejak zaman dahulu. Mereka menempati posisi terhormat di tengah-tengah warga. Karena itu, pemberian kendaraan dinas ini menjadi penghargaan nyata. Pemerintah daerah menunjukkan perhatian serius kepada mereka. Dengan begitu, tali silaturahmi antara pemerintah dan tokoh agama pun semakin erat.
Yang menarik, Ayahwa ternyata mengakui sesuatu. Kebijakan berani ini sesuai dengan janji kampanyenya. Dua tahun lalu, ia maju dalam pemilihan kepala daerah. Kini, ia secara perlahan mulai menepati kata-katanya. “Saya sudah berbicara dengan DPRK juga,” terangnya dengan nada optimistis. “Mudah-mudahan kami bisa membelinya tahun ini.” Ia berharap serah terima bisa dilakukan di akhir tahun.
Lantas, jenis motor apa yang akan mereka berikan? Pemkab ternyata tidak main-main dalam memilih kendaraan. Mereka memutuskan untuk memberikan motor Honda BeAT Sporty CBS 2026. Motor ini mengusung mesin 109,5cc eSP dengan teknologi injeksi terkini. Kabar baiknya, konsumsi bahan bakarnya super irit. Motor ini hanya menghabiskan sekitar 63 kilometer per liter! Sebagai perbandingan, harga OTR Jakarta motor ini berada di kisaran Rp 19.915.000 per unit. Jadi, total anggaran yang mereka usulkan sangat masuk akal untuk produk sekelas itu.
Lebih detail lagi, motor andalan ini mengandalkan spesifikasi tangguh. Tipe mesinnya 4-Langkah, SOHC, dan teknologi eSP. Kapasitas mesin mencapai 109,5 cc. Daya maksimumnya menghasilkan 6.6 kW (atau 9.0 PS) pada 7.500 rpm. Torsi maksimumnya mencapai 9.2 N.m (0.94 kgf.m) pada 6.000 rpm. Tak hanya itu, sistem bahan bakar injeksi PGM-FI juga melengkapi motor ini. Fitur pengereman Combi Brake System (CBS) pun tersedia. Fitur-fitur canggih itu jelas akan memudahkan para imam. Mereka bisa melintasi medan apa pun dengan aman.
Di samping itu, Ayahwa juga menjelaskan nasib motor-motor lama. Saat ini, motor-motor itu masih berada di tangan para imam. Pihaknya akan mendata ulang seluruh kendaraan dinas tersebut. Mereka akan melakukannya secara menyeluruh. Setelah itu, mereka akan mengambil motor-motor bekas itu. Kemudian, mereka menyerahkannya kepada kejruen blang. Kejruen blang adalah pengelola sawah. Dengan begitu, motor-motor itu tetap bermanfaat bagi para petani. “Sepeda motor yang sudah ada sekarang ini akan kami data,” tegas Ayahwa. “Kami ambil, lalu kami serahkan ke kejruen blang.” Ia menambahkan, semua kendaraan dinas harus memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



