GOWA, Checkbind.com – Sebanyak 4.172 pendaki memadati Gunung Bawakaraeng untuk merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, namun perayaan berubah duka ketika seorang pendaki bernama Irfan (24) tewas akibat hipotermia. Pemuda asal BTN Harvana, Kabupaten Bone, ini mulai menunjukkan gejala parah saat berada di Pos 8 jalur pendakian. Tim SAR langsung bergerak cepat, tetapi nyawanya tidak tertolong. Ia menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan turun antara Pos 6 dan Pos 5 sekitar pukul 17.00 WITA, Minggu (17/8/2025).
“Korban mengalami hipotermia berat dan dinyatakan meninggal oleh tim medis Polda Sulsel yang bergabung dalam operasi Siaga Merah Putih,” jelas Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, via pesan singkat. Jasad Irfan akhirnya berhasil diturunkan ke kaki gunung pukul 19.30 WITA dan langsung dibawa ke rumah duka.
Gunung Bawakaraeng: Surga Pendaki yang Mematikan?
Gunung setinggi 2.830 mdpl ini memang jadi favorit para pendaki setiap Agustus. Namun, di balik keindahannya, Bawakaraeng menyimpan bahaya mematikan. Cuaca ekstrem dan suhu yang bisa anjlok hingga 10°C pada malam hari membuat 43 pendaki lainnya harus dievakuasi. Sebagian besar mengalami hipotermia, kelelahan, bahkan tersesat di tengah hutan.
“Mayoritas korban trouble kena hipotermia, ada juga yang terpisah dari rombongan,” tambah Andi Sultan. Padahal, seharusnya pendaki bisa antisipasi dengan perlengkapan memadai. Tapi, banyak yang mengabaikan risiko ini.
Hipotermia: Silent Killer di Gunung Bawakaraeng
Hipotermia bukan main-main! Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun drastis karena kedinginan terlalu lama. Tanpa penanganan cepat, korban bisa kehilangan nyawa—seperti yang terjadi pada Irfan.
Kenapa Banyak Pendaki Terkena Hipotermia?
- Kurang Persiapan – Banyak pendaki datang tanpa jaket tebal atau sleeping bag yang memadai.
- Cuaca Tak Terduga – Angin kencang dan kabut tebal sering tiba-tiba menyergap.
- Overconfidence – Pengalaman mendaki sebelumnya belum tentu menjamin aman dari hipotermia.
Aksi Evakuasi: Tim SAR Kerja Keras di Tengah Cuaca Ekstrem
Tim SAR, polisi, dan relawan bahu-membahu mengevakuasi puluhan pendaki yang terjebak. Meski medan berat dan cuaca buruk, mereka berhasil membawa semua korban turun dengan selamat—kecuali Irfan yang sudah tak tertolong.
“Kami prioritaskan pendaki yang kondisinya kritis, terutama yang kena hipotermia,” ujar salah satu anggota SAR.
Peringatan untuk Pendaki: Jangan Anggap Remeh Alam!
Kasus ini harus jadi pelajaran bagi semua pendaki:
- Cek cuaca sebelum naik – Jangan nekat kalau prakiraan buruk.
- Bawa perlengkapan lengkap – Jaket, sleeping bag, dan makanan tinggi kalori wajib ada!
- Jangan sendirian – Selalu ikuti rombongan dan patuhi jalur resmi.
Gunung Bawakaraeng Tetap Destinasi Favorit, Tapi…
Meski kejadian ini menyedihkan, Bawakaraeng tetap jadi destinasi populer. Panoramanya memang memukau, tapi pendaki harus lebih waspada. Jangan sampai niat merayakan kemerdekaan berujung petaka.
“Kami imbau pendaki lebih hati-hati dan patuhi aturan keselamatan,” pesan Basarnas.
Peristiwa ini membuktikan bahwa alam bisa berubah dari sahabat jadi lawan dalam sekejap. Persiapan matang dan kesadaran akan risiko adalah kunci utama. Jangan sampai ada korban berikutnya!



