Site icon Checkbind

Zelensky Tegaskan Hanya Mau Bertemu Putin Langsung di Turkiye, Begini Tanggapan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersikap tegas. Ia hanya akan datang

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersikap tegas. Ia hanya akan datang

ISTANBUL, checkbind.com – Zelensky Tegaskan Hanya Mau Bertemu Putin Langsung di Turkiye. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersikap tegas. Ia hanya akan datang ke perundingan damai di Istanbul jika Presiden Rusia Vladimir Putin hadir secara langsung. Pernyataan ini ia sampaikan pada Selasa (13/5/2025), meningkatkan tekanan pada Kremlin untuk membuktikan keseriusannya menyelesaikan konflik Ukraina yang sudah berlarut-larut.

“Presiden Zelensky tidak akan bertemu dengan perwakilan Rusia mana pun di Istanbul kecuali Putin,” tegas Mykhailo Podolyak, penasihat kepresidenan Ukraina, kepada Reuters. Rencana pertemuan ini juga melibatkan dua utusan khusus Presiden AS Donald Trump, yaitu Steve Witkoff dan Keith Kellogg, yang akan terbang ke Istanbul.

Mereka akan membahas langkah nyata mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang sudah berjalan lebih dari tiga tahun sejak invasi besar-besaran Februari 2022. Bahkan, Trump siap hadir langsung jika diperlukan. Namun, belum ada kepastian apakah perwakilan Rusia akan ikut. Putin sendiri masih bungkam soal kehadirannya.

“Kami akan umumkan begitu presiden merasa waktunya tepat,” jawab Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, dengan singkat ketika wartawan menanyakan siapa yang akan mewakili Rusia.

Usulan Gencatan Senjata dan Sikap Keras Kyiv

Sebelumnya, Putin sempat mengajak Kyiv berunding langsung setelah menolak usulan gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari dari Ukraina. Trump secara terbuka mendesak Zelensky menerima tawaran itu. Meski Kremlin belum mengonfirmasi kehadiran Putin, Zelensky menyatakan siap bertemu Kamis depan di Istanbul.

“Posisi kami sangat prinsip dan kuat,” tegas Andriy Yermak, Kepala Staf Kepresidenan Ukraina, dalam konferensi di Kopenhagen. Ia menegaskan Ukraina terbuka untuk negosiasi, tetapi gencatan senjata harus jadi syarat utama. “Kyiv dan sekutu Eropa menuntut gencatan senjata sebelum perundingan damai,” tegas pemerintah Ukraina.

Respons Rusia dan Tekanan Internasional

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menyatakan Moskwa terbuka untuk pembicaraan serius. Namun, ia meragukan kemampuan Kyiv untuk bernegosiasi secara realistis. Ryabkov juga menekankan perlunya pengakuan atas “realitas di lapangan,” termasuk wilayah Ukraina yang kini dikuasai Rusia dan diklaim sebagai “wilayah baru.”

Di sisi lain, pejabat tinggi AS berharap Rusia bersedia setuju pada gencatan senjata menyeluruh selama 30 hari, mencakup darat, udara, laut, dan infrastruktur vital. Usulan ini sudah disetujui Ukraina dan didukung negara-negara Eropa, yang mengancam akan memperketat sanksi jika Rusia menolak.

Transisi Kuat Membuat Alur Lebih Mengalir

Dengan tekanan semakin besar, dunia menunggu langkah Putin. Apakah ia akan datang ke Istanbul atau tetap bersikap ambigu? Zelensky jelas tidak mau berkompromi—hanya Putin yang ia anggap layak diajak berunding. Sementara itu, AS dan Eropa terus mendorong solusi damai, meski jalan masih terjal.

Pertemuan di Istanbul bisa menjadi titik balik, atau justru jalan buntu baru. Semua tergantung pada kesediaan Putin duduk satu meja. Jika tidak, perang mungkin akan terus berkecamuk, dan rakyat Ukraina tetap terjebak dalam penderitaan.

Exit mobile version