Checkbind.com – Presiden AS Donald Trump bikin geger dengan ngadepak Erika McEntarfer, pimpinan Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), Jumat (1/8/2025). Langkah ini dia ambil cuma hitungan jam setelah laporan tenaga kerja AS mencatat angka yang nggak memuaskan—dan bikin kebijakan tarifnya dipertanyakan.
“Kami butuh data pengangguran yang akurat. Saya perintahkan tim untuk pecat pejabat politik Biden ini, SEKARANG. Dia bakal diganti orang yang lebih kompeten!” Trump ngamuk lewat unggahan di Truth Social, seperti dilaporkan Reuters.
Tapi, pemecatan ini langsung diserang habis-habisan oleh banyak pihak yang bilang Trump main politik dengan data ekonomi.
Demokrat Ngamuk: “Trump Cari Kambing Hitam!”
Chuck Schumer, pemimpin Partai Demokrat di Senat, langsung nyerang Trump dengan sebut dia “pemimpin gagal” yang cuma nyalahin pembawa berita buruk. BBC melaporkan, para analis pasar juga ngeri langkah Trump ini bisa bikin saham AS makin jatuh-jatuhan, apalagi sebelumnya indeks sudah anjlok 10% gara-gara tarif impornya.
Data Tenaga Kerja AS Bikin Resah: Cuma 73 Ribu Lapangan Kerja!
BLS merilis data yang bikin kaget: di Juli 2025, AS cuma nambah 73 ribu lapangan kerja—jauh di bawah prediksi 109 ribu. Bahkan, data Mei-Juni juga dipangkas 250 ribu, jadi penurunan terbesar sejak 1979 (kecuali pas pandemi COVID-19).
Ini jelas jadi tanda ekonomi AS ngos-ngosan. Tapi Trump malah ngotot:
Trump Bela Diri: “Saya Hanya Mau yang Terbaik untuk AS!”
Dalam unggahannya, Trump bilang McEntarfer harus pergi biar BLS dipimpin orang “yang bisa dipercaya”. Dia bahkan klaim “ekonomi AS sedang booming!”—padahal datanya justru menunjukkan sebaliknya.
Tapi, kritik datang dari mana-mana. Larry Summers, mantan Menkeu AS, ngingetin bahwa “pemecatan kepala lembaga karena datanya nggak sesuai keinginan penguasa itu biasa terjadi di negara diktator, bukan demokrasi!”
Kelompok Mantan Pejabat BLS Protes: “Jangan Rusak Kredibilitas Data!”
“Friends of BLS”, kelompok berisi mantan komisaris BLS, ikut nyerang Trump. Mereka menegaskan, “Politikisasi data ekonomi hanya akan menghancurkan kepercayaan publik terhadap pemerintah!”
Tarif Tinggi Trump Bikin Pabrik-Pabrik Gulung Tikar?
Pemecatan ini terjadi di tengah kebijakan tarif Trump yang nggak main-main—ada yang sampe 50% buat barang impor! Analis curiga data buruk ini nggak lepas dari efek tarif, terutama buat usaha kecil yang ketar-ketir kena dampaknya.
Trump Juga Serang Jerome Powell: “The Fed Harus Turunkan Bunga!”
Nggak cuma BLS, Trump juga ngamuk ke Jerome Powell, Ketua The Fed, yang nggak mau nurunin suku bunga meski dia maksa. Trump sampe bilang Powell “harus disingkirkan” dan malah senang waktu Adriana Kugler, anggota komite The Fed, mundur—karena dia bisa masang orang baru.
Pasar Saham Ketar-Ketir: Apa Dampak Selanjutnya?
Data buruk BLS bikin investor panik. Meski pasar sempat bangkit setelah Trump menunda beberapa tarif, tindakannya mengusir McEntarfer justru mengancam stabilitas ekonomi AS, khususnya di sektor-sektor yang mengandalkan impor.
Revisi Data Emang Sering Terjadi, Tapi Kali Ini Parah!
BLS emang biasa revisi data, tapi penurunan 250 ribu lapangan kerja dalam sekali revisi itu jarang banget. Pas era Biden aja, revisi 12 bulan (2023-2024) cuma turun 818 ribu.
Analis bilang, meski revisi kali ini gila-gilaan, data tetap menunjukkan ekonomi AS lagi lemes.
Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Exposenews.id

