Site icon Checkbind

Tragedi Lubang Kubur Indramayu: Siapa Sesungguhnya Keluarga Haji Sahroni?

Checkbind.com – Misteri kelam yang menyelimuti tewasnya keluarga Haji Sahroni (70) di Kelurahan Paoman, Indramayu, Jawa Barat, terus mengguncang publik. Kasus ini masih menyisakan segudang pertanyaan yang belum terjawab. Lebih mengejutkan lagi, warga menemukan Haji Sahroni bersama empat anggota keluarganya tewas dalam satu lubang penguburan di halaman belakang rumah mereka. Lokasinya di Jalan Siliwangi Nomor 52, pada Senin (1/9/2025) petang.

Kelima jasad malang tersebut terdiri dari Haji Sahroni, anak lelakinya Budi Awalludin (43), menantunya Euis (37), serta dua cucu perempuannya, Ratu (7) dan seorang bayi delapan bulan. Yang membuat bulu kuduk berdiri, pelaku mengubur mereka semua secara tidak wajar di bawah rimbunnya pohon nangka di halaman rumah. Kemudian, sejak Selasa (2/9/2025) pagi, sebuah karangan bunga berwarna merah muda tiba-tiba terpajang di depan rumah korban. Karangan bunga itu seolah memberi penghormatan terakhir.

Yang bikin heboh, Nina Agustina mengirim karangan bunga tersebut. Ia adalah mantan Bupati Indramayu yang baru saja menjabat periode 2021-2025. Kehadiran karangan bunga ini langsung memunculkan spekulasi liar tentang kedekatan keluarga Haji Sahroni dengan sang mantan bupati. “Iya Pak, dia ‘Nina Lover’… kaget juga saya,” ujar Nina Agustina ketika dikonfirmasi via pesan singkat mengenai dukungan politik keluarga Euis pada Pilkada 2024 silam. Fakta mengejutkan ini akhirnya membuka mata publik. Ternyata keluarga Haji Sahroni, khususnya sang menantu, merupakan pendukung paling setia Nina Agustina.

Sosok Keluarga Haji Sahroni yang Penuh Misteri

Di sisi lain, seorang tetangga korban, Sohib (42), memberikan kesaksiannya mengenai kehidupan keluarga Haji Sahroni. Keluarga itu terkenal sangat tertutup dan misterius. “Dari masyarakat sekitar, kalau melihat cuma lewat dari samping naik motor ke masjid, seperti salat Zuhur atau Asar. Jarang keluar rumah,” tuturnya sambil menggeleng.

Selain itu, Budi Awalludin adalah anak kandung Haji Sahroni. Banyak orang mengenalnya sebagai pengusaha grosir sembako yang sukses. Uniknya, toko grosir miliknya tersebut hanya berjarak sekitar 30 meter dari rumah. Sohib pun dengan tegas membantah segala rumor yang beredar. Ia menegaskan bahwa mobil boks yang sempat terlihat melintas di lokasi beberapa hari sebelumnya hanyalah kendaraan pengirim stok barang untuk toko Budi. “Kalau ada mobil boks datang beberapa hari sebelumnya, itu hanya ngirim barang usaha Mas Budi seperti gula, pasir, dan lainnya,” jelasnya dengan sangat meyakinkan.

Kronologi Penemuan Jasad yang Bikin Merinding

Awal mula kecurigaan warga mulai muncul pada Kamis (28/8/2025). Saat itu, Euis tiba-tiba hilang kontak dan tidak bisa dihubungi sama sekali melalui telepon. “Awalnya Ibu Ayu cerita ke saya. Katanya sudah beberapa hari WhatsApp ke Bu Euis nggak dibalas, telepon juga nggak diangkat,” tutur Sohib sambil mengenang kejadian tersebut.

Kemudian, situasi semakin mencekam dan mencurigakan. Rumah Haji Sahroni terlihat lebih sepi dari biasanya dan tidak ada aktivitas sama sekali. Lalu, pada Sabtu (30/8/2025) dini hari, dua mobil pikap terparkir cukup lama di depan rumah. Saat itu warga masih belum menaruh curiga yang berarti. Puncaknya, pada Senin (1/9/2025) sore, warga akhirnya nekat mendobrak pintu rumah. Kecurigaan mereka sudah tidak terbendung lagi.

Setelah berhasil masuk, mereka justru menemukan rumah dalam keadaan sangat rapi. Tidak ada tanda-tanda perampokan atau perlawanan, namun bau busuk yang sangat menyengat langsung tercium dari arah halaman samping. “Ibu Ema lihat ada jasad yang terkubur tapi kakinya kelihatan,” ungkap Sohib dengan suara bergetar.

Akhirnya, warga sekitar membantu mengeluarkan jasad pertama. Mereka langsung mengenali jasad itu sebagai Haji Sahroni. Tak lama kemudian, polisi datang dan langsung melakukan penggalian lebih mendalam. Mereka berhasil menemukan empat korban lainnya, yaitu Budi, Euis, Ratu, dan sang bayi delapan bulan yang malang. “Ya dugaan sementara ini pembunuhan, karena korban banyak dan ditemukan terkubur di halaman,” ujar Sohib dengan perasaan campur aduk.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus pembunuhan berantai yang sangat tragis ini. Mereka berusaha mengungkap motif di baliknya serta mencari pelaku yang bertanggung jawab atas peristiwa mengerikan ini. Peristiwa ini telah mengguncang Kelurahan Paoman sampai ke akarnya. Masyarakat pun masih menantikan keadilan atas tewasnya keluarga Haji Sahroni.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version