Site icon Checkbind

TKW Jambi Disiksa di Malaysia, Berat Badan Anjlok dari 68 Kg Jadi 35 Kg

JAMBI, Checkbind.com – Sebuah kisah memilukan menimpa Juhaidarna alias Dahlia (47), TKW asal Kerinci, Jambi. Perempuan berusia 47 tahun ini kini terbaring lemah setelah tiga tahun mengalami penyiksaan di Malaysia. Kondisinya sangat memprihatinkan—separuh tubuhnya lumpuh dan sekujur badannya penuh luka lebam serta bekas setrika.

Dari Berbadan Tegap Jadi Tinggal Tulang
Ida berangkat ke Malaysia dengan berat badan 68 kg. Kini, tubuhnya tinggal kulit pembungkus tulang dengan berat kurang dari 35 kg! Tak hanya itu, gigi depannya juga ompong akibat siksaan keji yang ia alami.

Cindi, adik sepupu Ida, membenarkan kondisi mengenaskan ini. “Seluruh tubuhnya lebam, ada bekas luka bakar setrika. Sekarang sisi kanan badannya lumpuh total,” ujarnya saat dihubungi Minggu (10/8/2025).

Janji Manis Berujung Petaka
Ida sebenarnya sudah pernah bekerja di Malaysia selama 2017-2019 tanpa masalah. Tragedi mulai terjadi ketika ia kembali ke Negeri Jiran pada 2023. Seorang agen menjanjikannya pekerjaan merawat orangtua mantan majikan. Kenyataannya, sesampai di Malaysia, ia malah dipaksa bekerja untuk keluarga kaya baru yang sadis.

“Dia pindah beberapa kali majikan sebelum akhirnya bertemu dengan algojo ini,” jelas Cindi.

Disiksa Hingga Tak Sadarkan Diri
Kondisi Ida memburuk hingga ia koma dan dilarikan ke Hospital Pulau Penang. Yang membuat geram, majikan dan pengacaranya berusaha menutupi fakta dengan mengklaim Ida hanya sakit maag biasa. Keluarga di Indonesia semakin curiga karena permintaan bukti kondisi terakhir selalu ditolak.

“Mereka selalu menolak ketika kami minta foto atau video call,” kenang Cindi.

Perjuangan Keluarga Menjemput Korban
Demi membawa pulang Ida, keluarga menggalang dana melalui donasi. Upaya ini berbuah hasil ketika pada 9 April 2025, Cindi akhirnya bisa terbang ke Malaysia. Saat tiba di rumah sakit, Cindi nyaris tak mengenali sang kakak – tubuh Ida hanya menyisakan kerangka berbalut kulit, dengan selang infus menancap di sekujur badan, tanpa gerakan sama sekali.

“Aku bolak-balik tanya ke petugas, ‘Mana kakak saya?’ Ternyata yang terbaring di depan mata itu Ida!” kata Cindi dengan suara bergetar.

Keajaiban di Detik-detik Kritis
Dalam kondisi koma, Cindi membisikkan harapan di telinga Ida: “Kak, kita pulang ya… sembuh ya…” Seketika, air mata Ida mengalir. Tak lama setelah itu, korban menyedot napas panjang dan berbisik lemah: “Ya Allah… tolong… aku takut…”

“Itu kata pertamanya setelah sekian lama koma. Aku langsung menangis haru,” ujar Cindi.

Kelicikan Majikan Terungkap
Pengacara majikan awalnya berjanji menanggung semua biaya. Namun mereka malah mencoba mengelabui keluarga dengan surat berbahaya. Surat berbahasa Inggris itu berisi klausul licik yang seolah menyatakan keluarga rela menanggung biaya sendiri.

“Setelah diterjemahkan, ternyata isinya sangat merugikan. Mereka benar-benar tega!” geram Cindi.

Pertolongan Datang dari WNI Medan
Di tengah keputusasaan, muncul bantuan tak terduga dari Wani Hasibuan, WNI asal Medan yang kebetulan berada di Malaysia. Dialah yang membantu menghubungi KJRI. Pada 1 Juni 2025, akhirnya Ida bisa kembali ke tanah air meski dalam kondisi sangat lemah.

Kondisi Terkini: Berjuang Melawan Komplikasi
Kini Ida hanya bisa terbaring di rumah. Untuk sekadar duduk pun ia butuh bantuan orang lain. Keluarga pasrah karena biaya berobat sangat mahal. Kabar baik datang dari Dinas Ketenagakerjaan Kerinci yang baru-baru ini menjenguk dan berjanji membantu biaya pengobatan.

“Kami hanya bisa berdoa sekarang. Hanya Tuhan yang bisa menyembuhkannya,” kata Cindi dengan nada pasrah.

Exit mobile version