Site icon Checkbind

Tingkatkan Pelayanan Warga, Polri Pelajari Sistem Pemolisian Masyarakat di Jepang

Checkbind.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membeberkan alasan pengiriman 10 personel ke Jepang. Selain itu, tim ini terdiri dari jajaran Pembinaan Masyarakat (Binmas) serta Bhabinkamtibmas. Alhasil, mereka terbang ke Negeri Sakura khusus untuk mempelajari penerapan pemolisian masyarakat (community policing).

Selanjutnya, Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu, membenarkan agenda ini pada Sabtu (12/9/2026). Lebih lanjut, Trunoyudo menegaskan bahwa para personel berinteraksi langsung dengan kepolisian Jepang. Kemudian, mereka mengamati cara kerja pos polisi Koban dan Chuzaisho di sana secara mendalam. Bahkan, mereka mengarahkan fokus utama pada langkah pencegahan kejahatan di lingkungan lokal. Tak cuma itu, mereka juga menyerap strategi memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di samping itu, masyarakat lokal mengenal konsep community policing sebagai pemolisian masyarakat atau polmas. Sesuai ketentuan, Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 1 Tahun 2021 mengatur pelaksanaan polmas ini. Maka, polmas mengusung kegiatan penting untuk mengajak warga menjalin kemitraan erat bersama Polri. Oleh sebab itu, polisi dan warga saling berkolaborasi mendeteksi masalah keamanan lingkungan. Lalu, mereka bersama-sama menemukan solusi paling tepat untuk menyelesaikan setiap potensi kejahatan.

Sementara itu, agenda kunjungan kerja berharga ini berlangsung sejak 3 hingga 11 September 2026. Bukannya tanpa alasan, Polri sengaja memilih Jepang sebagai lokasi studi banding utama. Sebab, Jepang memiliki pengalaman panjang serta praktik terbaik dalam menjaga keamanan pemukiman. Terlebih lagi, Polri ingin mengadopsi keberhasilan metode luar biasa tersebut ke tanah air. Alhasil, langkah strategis ini sanggup memperkuat benteng tugas Binmas di seluruh Indonesia.

Menurut Trunoyudo, proses pembelajaran intensif ini memegang peranan sangat vital bagi kepolisian. Pasalnya, Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak utama yang bersentuhan langsung dengan warga. Oleh karena itu, petugas kewilayahan membutuhkan wawasan global demi melayani masyarakat secara maksimal.

Kunjungi Sekolah Kepolisian

Selain mempelajari sistem pemolisian masyarakat, utusan Polri juga menyambangi sekolah kepolisian Jepang. Tepatnya, mereka mendatangi lembaga pendidikan kepolisian di tingkat prefektur Jepang. Selanjutnya, para personel menggelar pertukaran informasi mengenai sistem pendidikan penegak hukum. Bahkan, Trunoyudo menjelaskan bahwa langkah ini mendukung program peningkatan kualitas SDM Polri. Alhasil, personel pembinaan masyarakat akan membawa kemampuan unggul saat bertugas di lapangan. Lagipula, program ini merupakan bentuk kerja sama nyata Polri dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Biaya Ditanggung Jepang

Lebih menariknya lagi, Pemerintah Jepang menanggung seluruh biaya operasional kunjungan tersebut. Maka dari itu, pihak JICA menyediakan pendanaan penuh dalam program pertukaran pengetahuan ini. Alhasil, kemitraan harmonis kedua negara ini membuahkan transfer ilmu tanpa membebani anggaran.

Kemudian, Trunoyudo memastikan bahwa Polri tidak akan menyia-nyiakan hasil pembelajaran dari Jepang. Sebab, jajaran pimpinan siap menjadikan seluruh data studi sebagai bahan evaluasi mendalam. Dengan demikian, Polri bisa memperkokoh strategi pelaksanaan community policing di Indonesia.

Lebih jauh lagi, pengetahuan serta pengalaman berharga ini menjadi amunisi segar bagi Polri. Oleh sebab itu, Polri akan memilah praktik terbaik yang cocok dengan karakter warga Indonesia. Selanjutnya, para ahli kepolisian akan mengadaptasi metode tersebut secara terukur dan presisi. Akhirnya, penerapan hasil studi ini akan menyempurnakan tugas Binmas dan Bhabinkamtibmas di lapangan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version