BANYUWANGI, Checkbind.com – Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam sejak 2 Juli 2025 di kedalaman 49 meter akhirnya akan segera naik ke permukaan! Tim khusus pengangkatan bangkai kapal sudah tiba di lokasi dan langsung memulai survei di titik referensi 8, tempat kapal tersebut teronggok, pada Selasa (12/8/2025).
Kedatangan tim ini memperjelas rencana pengangkatan kapal buatan 2010 tersebut. Aksi ini akan menciptakan sejarah karena belum ada satu pun bangkai kapal di Selat Bali yang berhasil diangkat sebelumnya!
Tim Ahli Bawah Laut Langsung Turun Tangan
Ni Putu Cahyani, Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Tanjung Wangi, mengonfirmasi bahwa PT Buto—perusahaan spesialis pekerjaan bawah laut—resmi menangani proses pengangkatan. Pihak asuransi kapal menunjuk mereka sebagai pelaksana.
“Kami hari ini mendampingi tim PT Buto yang akan mengangkat kapal,” kata Putu.
Sebelum mengangkat bangkai kapal, tim akan menyurvei empat hingga lima titik di sekitarnya. Setelah survei selesai, mereka menunggu Surat Perintah Kerja (SPK) resmi. Begitu SPK terbit, mereka akan mendatangkan alat berat dan mesin pengangkat ke Selat Bali.
“Mereka mungkin mulai mengangkat dalam satu atau dua minggu setelah SPK keluar,” jelas Putu.
Aturan Wajib Pengangkatan Bangkai Kapal
UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran mewajibkan pemilik kapal untuk membersihkan bangkai kapal yang mengganggu keselamatan pelayaran maksimal 180 hari setelah tenggelam.
Dalam kasus KMP Tunu Pratama Jaya, pihak asuransi yang menanggung proses pengangkatan karena kapal ini sudah terdaftar dalam polis asuransi. Perusahaan pemilik kapal tidak perlu khawatir—semua biaya dan proses menjadi tanggung jawab asuransi!
Mengapa Pengangkatan Ini Istimewa?
Selat Bali terkenal memiliki medan yang sulit untuk pengangkatan bangkai kapal. Arus kuat dan kedalaman ekstrem sering menjadi penghalang. Namun, PT Buto siap membuktikan bahwa mereka bisa menyelesaikan misi ini!
Kesuksesan pengangkatan akan menjadi pencapaian besar bagi Indonesia. Selain membersihkan jalur pelayaran, ini juga membuktikan bahwa teknologi dan keahlian lokal mampu mengatasi tantangan bawah laut yang kompleks.
Apa yang Akan Dilakukan Selanjutnya?
Begitu alat berat tiba, tim akan bekerja cepat untuk mengangkat bangkai kapal seberat ratusan ton tersebut. Prosesnya mungkin memakan waktu beberapa minggu, tergantung kondisi arus dan cuaca.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Meski tidak mengganggu aktivitas laut secara langsung, proses pengangkatan bisa menimbulkan sedikit gangguan di permukaan. Namun, tim sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan semuanya berjalan lancar.
Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya dipastikan berhasil. Jangan lewatkan momen bersejarah ini!

