AMBON, Checkbind.com – Euforia luar biasa melanda Maluku! Puluhan ribu warga membanjiri jalan-jalan di berbagai wilayah. Mereka merayakan kemenangan Timnas Belanda atas Tunisia. Laga penentuan Grup F Piala Dunia 2026 berlangsung Jumat (26/6/2026) kemarin. Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Belanda. Hasil ini mengantarkan De Oranje ke babak 32 besar. Mereka keluar sebagai juara grup.
Kota Ambon langsung bergemuruh usai pertandingan. Konvoi kendaraan memenuhi ruas jalan utama. Ribuan pendukung mengibarkan bendera Belanda. Yel-yel dukungan menggema di sepanjang jalan. “Hidup Belanda, hup hup Holland,” teriak peserta konvoi. Suara mereka memecah keheningan malam. Kemacetan parah terjadi di mana-mana. Arus lalu lintas tersendat di sejumlah titik vital.
BENDERA 50 METER GEMPARKAN AMBON!
Jalan Sultan Khairun dan Jalan AY Patty menjadi pusat keramaian. Ribuan orang berkumpul di dua lokasi tersebut. Anak-anak membentangkan bendera Belanda raksasa. Panjangnya mencapai 50 meter lebih. Mereka mengarak bendera tersebut menyusuri jalan. Rombongan konvoi mengikuti di belakangnya. Pemandangan ini menyedot perhatian semua warga. Suasana terasa begitu meriah dan menggembirakan.
Kawasan Nusaniwe ikut bergemuruh. Baguala juga tidak kalah ramai. Teluk Ambon turut dipadati pendukung. Jembatan Merah Putih menjadi lokasi favorit lainnya. Hujan rintik tidak menyurutkan semangat warga. Mereka tetap bertahan di jalanan. Flare dan petasan menyala di sana-sini. Suara ledakan kecil menghiasi perayaan tersebut.
POLISI TURUN TANGAN, LALU LINTAS DIATUR!
Dedi termasuk salah satu pendukung fanatik Belanda. Ia mengaku sangat bangga dengan kemenangan timnya. “Kami senang sekali Belanda menang,” ujarnya dengan antusias. “Kami yakin Belanda lolos hingga final,” tambahnya penuh keyakinan. Optimisme menyebar di antara para pendukung lainnya.
Pawai kemenangan masih berlangsung hingga Jumat siang. Ratusan polisi berjaga di berbagai sudut kota. Mereka mengatur arus lalu lintas yang padat. Mereka mengurai kemacetan akibat konvoi. Petugas terlihat sigap di lapangan.
Sepuluh kabupaten dan kota lain di Maluku juga ikut merayakan. Warga memakai jersey oranye khas Belanda. Mereka membawa bendera nasional Belanda. Konvoi meriah terjadi di jalan-jalan kota. Semua orang tampak gembira dan bersemangat. Suasana pesta terasa di seluruh penjuru Maluku.
Selain itu, dukungan fanatik ini menjadi pemandangan menarik. Tak hanya itu, sepak bola menyatukan ribuan warga Maluku dalam satu semangat. Bahkan, ikatan emosional dengan Belanda terbangun sejak lama dan terus terpelihara. Oleh karena itu, euforia ini semakin menunjukkan kedekatan budaya yang kuat antara kedua pihak. Di sisi lain, pedagang atribut pun kebanjiran pembeli. Tak heran, jersey dan bendera laris manis diserbu warga. Akibatnya, mereka meraup untung besar dari momen kemeriahan ini.
Kemacetan memang mengganggu pengendara lain. Namun pendukung mengabaikan hal tersebut. Mereka fokus merayakan kemenangan tim kesayangan. Momen ini terlalu berharga untuk dilewatkan. Semangat kebersamaan terasa begitu kental.
Tokoh masyarakat setempat ikut berkomentar. Mereka menilai perayaan berlangsung tertib. Warga menunjukkan kedewasaan dalam berekspresi. Tidak ada insiden berarti selama perayaan. Kerja sama warga dan polisi berjalan baik. Ini menjadi contoh perayaan yang aman dan damai.
Kemenangan 3-1 atas Tunisia terasa istimewa. Ini menjadi awal manis perjalanan Belanda. Pendukung memasang target tinggi. Mereka berharap De Oranje juara dunia. Doa dan harapan menyertai langkah para pemain.
Timnas Belanda kini dijagokan sebagai kandidat juara. Materi pemain mereka sangat mumpuni. Strategi permainan juga terbilang matang. De Oranje siap menaklukkan lawan-lawannya. Babak gugur akan menjadi ujian sesungguhnya.
Perayaan di Maluku menjadi festival tahunan yang dinanti. Semua lapisan masyarakat ikut serta. Anak-anak, remaja, dan orang tua hadir. Mereka menikmati momen kebersamaan ini. Suasana hangat dan kekeluargaan terasa di mana-mana.
Euforia ini diprediksi akan terus berlanjut. Setiap kemenangan Belanda akan dirayakan. Dukungan moral ini menjadi kekuatan tambahan. Semangat pendukung tidak pernah padam. Mereka akan selalu setia mendukung De Oranje.
Perayaan di Ambon dan 10 kabupaten lain menjadi cerita menarik. Ini menunjukkan kekuatan sepak bola sebagai pemersatu. Ribuan kilometer dari lokasi pertandingan pun terasa dekat. Dukungan dari Maluku mengalir tanpa henti. Semoga perjalanan Belanda berakhir manis di Piala Dunia 2026.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

