Site icon Checkbind

Siasati Kelangkaan Kuota Solar, SPBU Trunojoyo Pamekasan Terapkan Penjualan Buka-Tutup

Checkbind.com – SPBU Jalan Trunojoyo menerapkan sistem buka-tutup solar. Aturan darurat ini berlaku sejak Jumat (23/10/2026). Langkah ini terjadi karena kuota solar mendadak habis. Padahal, antrean kendaraan selalu mengular saban hari.

Menanggapi kebingungan warga, Iswanto selaku pengawas SPBU angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pengelola sengaja memakai taktik hemat ini. Tujuannya agar stok solar bertahan sampai akhir Oktober 2026. Sebab itu, operasional pelayanan tetap bisa menyapa warga setiap hari.

“Akibat kuota habis, kami mendapatkan kiriman solar dua hari sekali,” kata Iswanto. “Sehingga, kami irit dengan menutup dan membuka penjualan,” tambahnya pada Jumat (23/10/2026).

Selanjutnya, Iswanto membeberkan kronologi krisis BBM ini. Jatah solar SPBU sebenarnya sudah ludes sejak Selasa (20/10/2026). Namun, angin segar datang setelah Pertamina Surabaya mengecek lokasi pada Rabu (21/10/2026). Akhirnya, pasokan solar kembali disalurkan ke SPBU tersebut.

Sejak momentum itu, SPBU menerima kiriman 8.000 liter solar tiap dua hari. Dari pasokan tersebut, petugas langsung menjual 4.000 liter pada hari pertama. Lalu, sisa 4.000 liter disimpan untuk dijual keesokan harinya.

“Hari ini kami mendapat kiriman baru dari pusat,” terang Iswanto. “Maka, separuh kami jual, sekarang ditutup, lalu besok dijual lagi,” lanjutnya.

Di samping itu, Iswanto menegaskan bahwa trik ini bukan ide sepihak. Sistem buka-tutup ini murni mengikuti petunjuk resmi Pertamina Surabaya. Langkah taktis ini berguna agar solar tetap tersedia sampai akhir bulan.

“Kami perlu menjelaskan hal ini secara jujur kepada masyarakat,” tuturnya. “Sebab, sistem buka-tutup ini memang instruksi Pertamina karena kiriman ini di luar kuota,” imbuhnya.

Malahan, kuota solar habis cepat karena antrean kendaraan melonjak drastis. Kendati demikian, pihak SPBU terus menebus kuota solar demi warga.

“Antrean terjadi setiap hari tanpa henti,” seru Iswanto menggambarkan kondisi. “Bahkan, kendaraan bermotor menumpuk sangat padat di sini,” tegasnya.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus langsung merespons situasi ini. Area Manager Ahad Rahedi menyatakan bahwa pihaknya menambah pengiriman solar ke SPBU.

“Kami bukan menambah kuota, tetapi menambah pengiriman,” ucap Ahad meluruskan.

Lantas, Ahad menjelaskan bahwa kuota SPBU tidak bisa ditambah sembarangan. Pasalnya, angka kuota sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Oleh sebab itu, Pertamina bertugas menyalurkan BBM sesuai jatah kuota tersebut.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version