Checkbind.com – Suasana Kota Kendari mendadak gempar pada Jumat (18/9/2026). Pasalnya, sebanyak 58 pelajar MTs mendadak tumbang secara bersamaan. Korban mengalami mual hebat dan pusing parah. Kejadian ini berlangsung tepat usai mereka menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Alhasil, warga dan guru melarikan seluruh korban ke empat faskes.
Petugas kesehatan membagi perawatan para siswa ke beberapa titik. Langkah ini bertujuan agar korban segera mendapat penanganan medis. Keempat lokasi tersebut meliputi Puskesmas Lepo-Lepo dan RSUD Bahteramas. Selain itu, korban juga menempati RS Dewi Sartika Kendari. Bahkan, Puskesmas Ranomeeto di Kabupaten Konawe Selatan turut menampung sebagian pelajar.
Sekretaris Satgas MBG Kota Kendari, Abdul Rauf, langsung merespons cepat kejadian ini. Ia segera mendatangi Puskesmas Lepo-Lepo begitu mendengar kabar geger tersebut. Di lokasi ini, tim medis merawat sekitar 27 pelajar yang lemas. Namun, dokter memperbolehkan empat siswa pulang pada Jumat malam karena kondisi mereka telah membaik.
Abdul Rauf yang menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari menyampaikan pernyataan resminya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bertanggung jawab penuh atas insiden ini. Pemerintah berjanji mengawal kesehatan siswa sampai mereka benar-benar pulih total. Selain itu, pemerintah ingin memberikan rasa nyaman kepada seluruh keluarga korban. Bagi Rauf, keselamatan dan kesembuhan para siswa merupakan prioritas paling utama saat ini.
Selanjutnya, Abdul Rauf membeberkan asal-usul hidangan MBG pemicu keracunan massal tersebut. Paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) dikonsumsi oleh para pelajar dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dapur penyedia gizi ini bertempat di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Kini, pihak berwenang mulai mengusut tuntas proses pengolahan makanan di fasilitas tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Kendari, Ellfi, turut memberikan penjelasan. Ia menyebutkan bahwa para siswa mengeluhkan gejala mual, muntah, dan pusing berputar. Meskipun demikian, Ellfi memastikan hal penting hingga Jumat malam. Pihaknya belum menemukan adanya pelajar yang mengalami kehilangan kesadaran atau pingsan.
Ellfi berharap kondisi seluruh korban tetap stabil dan tidak memburuk. Ia menjelaskan bahwa perkembangan kesehatan anak-anak menunjukkan tren positif sejak sore hari sehabis Ashar. Sebagian besar pelajar sudah menunjukkan pemulihan fisik yang sangat bagus. Sekarang, petugas kesehatan berfokus memulihkan kondisi psikologis para siswa. Hal ini bertujuan agar mereka siap kembali ke pesantren dan beraktivitas seperti biasa.
Oleh karena itu, Dinkes Kendari belum merencanakan pemindahan pasien ke rumah sakit lanjutan. Ellfi menilai kondisi para pelajar saat ini belum membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut. Pasalnya, gejala keracunan pada tubuh anak-anak tidak menunjukkan tanda bahaya yang serius. Namun, pihak Dinkes akan langsung mengevaluasi keadaan jika jumlah korban bergejala mendadak bertambah.
Di samping memantau kesehatan korban, petugas medis juga bergerak cepat di lapangan. Petugas telah mengamankan sisa sampel santapan para pelajar tersebut. Selanjutnya, uji laboratorium akan dilakukan oleh tim ahli terhadap sampel makanan tersebut. Nantinya, Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara yang akan merilis resmi hasil pemeriksaan laboratorium.
Sementara itu, para tenaga kesehatan terus memberikan penanganan medis secara intensif. Seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan para pelajar dipenuhi oleh tim medis secara maksimal. Tak hanya itu, petugas juga memantau ketat pelajar lain yang ikut memakan sajian tersebut. Hingga saat ini, murid-murid lainnya masih berada dalam kondisi yang sehat walafiat. Akan tetapi, petugas akan langsung membawa siswa ke faskes jika mereka mendadak mengeluhkan gejala serupa.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

