Site icon Checkbind

Samarinda Lumpuh Akibat Banjir, Baca Lengkapnya!

SAMARINDA, Checkbind.com – Samarinda Lumpuh Akibat Banjir, Baca Lengkapnya!. Hujan deras tak henti-hentinya mengguyur Kota Samarinda sejak Senin malam hingga Selasa (27/5/2025) dini hari. Akibatnya, banjir menerjang sejumlah wilayah kota, mengubah jalan-jalan menjadi sungai dan memaksa warga berjuang melawan arus. Genangan air yang kian meninggi di titik-titik vital tak hanya menghentikan aktivitas sehari-hari, tetapi juga mengguncang kehidupan ratusan jiwa.

Dari pantauan Kompas.com di lapangan, Kecamatan Samarinda Utara dan Samarinda Ilir menjadi dua wilayah yang paling menderita. Air dengan cepat membanjiri permukiman warga, bahkan di beberapa titik ketinggiannya mencapai pinggang orang dewasa. Banyak warga yang terpaksa mengungsi ke tempat aman atau bertahan di lantai dua rumah mereka, sambil berharap air cepat surut.

Akses jalan utama benar-benar lumpuh. Kendaraan terjebak kemacetan panjang di tengah genangan air, terutama saat jam sibuk pagi hari. Mobil dan motor terperangkap, sementara pengendara hanya bisa pasrah menunggu air sedikit menyusut. Mobilitas warga pun terganggu parah, membuat banyak orang frustasi.

Hartono (44), salah seorang warga yang terjebak di jalanan banjir, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Ini sudah berapa kali terjadi? Kita terus memaklumi, tapi kapan solusinya datang?” ujarnya dengan nada kesal. Ia bahkan kesulitan menjenguk ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit. “Sekarang saya mau ke rumah sakit saja susah. Pemerintah ini mau sampai kapan membiarkan banjir terus terjadi?”

Kesedihan dan kemarahan serupa terlontar dari Susi (33), seorang ibu yang basah kuyup setelah memaksa menerobos banjir untuk menjemput anaknya. “Motor saya mogok karena kena banjir. Anak saya sampai basah semua bajunya,” keluhnya. Dengan suara lirih, ia berharap pemerintah bertindak lebih cepat. “Cepatlah ditangani ini. Baru hujan beberapa jam, banjir sudah setinggi ini. Kami hanya ingin kota ini aman, meski hujan deras sekalipun.”

baca juga: PT Telkom Indonesia: Kami Menghormati Penyidikan Kejaksaan

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, genangan air masih menguasai sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda terus bekerja keras mendata warga terdampak dan mengevakuasi mereka yang masih terjebak. Tim evakuasi berpatroli dengan perahu karet, menyisir wilayah-wilayah terparah untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

Namun, di tengah upaya tersebut, satu pertanyaan besar masih menggantung: Kapan Samarinda benar-benar bebas dari ancaman banjir? Warga menunggu jawaban, sementara langit masih kelabu, seolah mengisyaratkan bahwa pertarungan mereka belum usai.

Exit mobile version