JAKARTA, Checkbind.com — Publik Sulawesi Selatan mendadak gempar luar biasa akibat kabar panas ini. Pasalnya, Penyidik Kortas Tipidkor Polri baru saja mengambil keputusan yang sangat dramatis. Mereka resmi menetapkan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, sebagai tersangka utama. Keputusan hukum yang berani ini berakar langsung dari skandal dugaan korupsi besar. Selain itu, perkara ini menyangkut dugaan pemerasan perizinan secara masif dan terstruktur. Kasus tersebut berfokus pada pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Kabupaten Gowa. Praktik culas ini disinyalir berlangsung sepanjang periode anggaran tahun 2025 sampai 2026. Alhasil, praktik terlarang yang lama tertutup rapi di lingkaran kekuasaan kini terbongkar.
Selanjutnya, kepastian status hukum ini meluncur langsung dari jajaran pimpinan kepolisian. Oleh sebab itu, Direktur Tindak Kortas Tipidkor Polri, Brigjen Robertus Yohanes De Deo, berbicara. Beliau membeberkan perkembangan krusial ini dalam jumpa pers pada Jumat (25/9/2026). Beliau mengonfirmasi bahwa tim penyidik telah selesai menggelar evaluasi alat bukti. Akibatnya, melalui forum gelar perkara ketat, seluruh anggota tim menyepakati keputusan final. Mereka sepakat menaikkan status hukum Bupati Gowa menjadi tersangka resmi tindak pidana.
Sebelum menetapkan status tersangka tersebut, tim Kortas Tipidkor Polri sudah bergerak cepat. Oleh karena itu, jajaran penyidik langsung melancarkan aksi penggeledahan mendadak di lapangan. Petugas gabungan menyisir dua lokasi vital secara serentak pada Senin (21/9/2026). Dua sasaran utama tersebut mencakup Rumah Jabatan Bupati serta Kantor Bupati Gowa. Penggeledahan ini terlaksana demi menyapu bersih seluruh jejak rahasia di lokasi. Langkah ini sekaligus menyita berkas penting terkait aliran dana pemerasan perizinan tersebut.
Tidak berhenti di situ, Penyidik Tindak Pidana Utama Kortas Tipidkor Polri ikut bicara. Brigjen Pol Hernowo Yulianto turut memberikan keterangan terperinci mengenai durasi aksi tersebut. Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa penggeledahan maraton itu berjalan sangat ketat. Penyisiran lokasi oleh armada kepolisian tersebut memakan waktu yang cukup lama. Petugas memulai operasi penggeledahan sejak sore pukul 15.30 WITA di lokasi. Aksi penggeledahan tersebut merambat hingga malam hari, yaitu pukul 20.00 WITA. Selama hampir lima jam penuh, para petugas memeriksa setiap sudut ruangan. Penyidik tidak membiarkan ada satu pun celah yang terlewatkan dalam pemeriksaan.
Maka dari itu, kerja keras penyidik di lokasi penggeledahan membuahkan hasil berharga. Dalam konfirmasi lanjutan pada Selasa (22/9/2026), Hernowo menegaskan temuan barang bukti. Tim kepolisian berhasil mengamankan sekaligus menyita berbagai bentuk barang bukti penting. Barang bukti tersebut mencakup perangkat elektronik bernilai tinggi serta berkas dokumen rahasia. Nantinya, seluruh barang sitaan ini menjadi amunisi utama bagi jajaran penyidik. Penyidik bakal menggunakannya untuk membongkar secara terang benderang konstruksi kasus pemerasan. Langkah hukum ini dipastikan akan menyeret sang pejabat hingga ke persidangan.
Operasi Kilat Penggeledahan Rumah Dinas dan Kantor Bupati yang Bikin Suasana Mencekam
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, armada aparat gabungan memang sempat membuat warga gempar. Petugas mengepung Rujab Bupati Gowa, Husniah Talenrang, serta Kantor Bupati Gowa. Aksi penggerudukan di Sulawesi Selatan ini terjadi pada Senin (21/9/2026) sore hari. Sontak saja, aksi mendadak puluhan petugas ini langsung menjadi pusat perhatian warga. Masyarakat sekitar sama sekali tidak menyangka akan menyaksikan penggerudukan sebesar ini. Mereka terkejut saat melihat benteng pemerintahan daerah mereka diserbu penyidik Polri.
Berdasarkan fakta-fakta di lapangan, aksi penggeledahan berfokus pada pembongkaran dugaan korupsi. Kasus ini menyoroti indikasi tindak pidana korupsi kelas berat di daerah. Karenanya, tindakan tegas kepolisian menjadi bukti nyata keberanian negara menindak penyelewengan. Negara berkomitmen penuh dalam menyapu bersih praktik pungutan liar perizinan bangunan. Langkah berani ini dinilai sangat penting untuk melindungi kepastian usaha masyarakat.
Secara bersamaan, tepat pada pukul 16.00 WITA, penyidik membagi kekuatan pasukan. Penyidik memecah personel menjadi dua armada utama demi menyergap dua target. Tim pertama meluncur deras ke area Rumah Jabatan Bupati Gowa di Sungguminasa. Lokasi Rujab bupati tersebut berada tepat di kawasan Jalan Beringin, Sungguminasa. Sementara itu, armada tim kedua menyambangi Kantor Bupati Gowa secara serentak. Kantor bupati tersebut berlokasi di area Jalan Mesjid Raya, kawasan Sungguminasa. Petugas segera menyegel ruangan kerja strategis demi mengamankan seluruh barang bukti.
Di sisi lain, informasi terpercaya mengonfirmasi pelibatan personel gabungan lintas jajaran. Operasi skala besar yang menghentak Kabupaten Gowa ini menerjunkan personel kelas berat. Tim merupakan gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Mabes Polri. Pasukan tersebut diperkuat jajaran teknis dari Polda Sulawesi Selatan di lokasi. Selain itu, personel Polresta Gowa turut memberikan dukungan pengamanan penuh di lapangan. Alhasil, pengawalan berlapis ini berhasil menutup rapat segala potensi intervensi luar.
Sementara itu, pantauan awak media memperlihatkan situasi yang sangat mencekam di lokasi. Sebab, puluhan aparat kepolisian bersenjata lengkap tampak berdiri siaga penuh di pintu. Mereka membentuk perimeter pengamanan ketat di sepanjang pintu masuk gedung kantor bupati. Seolah-olah, penjagaan super ekstra tersebut mempertegas keseriusan penanganan perkara pemerasan ini. Kasus pemerasan izin bangunan PBG ini memang menjadi perhatian utama kepolisian.
Selain bersiap di gerbang utama, sejumlah petugas menyebar merata di lapangan. Polisi menyisir berbagai titik penting di sekitar area halaman kantor bupati. Petugas mengambil langkah taktis ini agar situasi luar gedung tetap terpantau. Pengawasan ketat dilakukan selama proses penggeledahan ruangan berlangsung di dalam gedung.
Di waktu beriringan, situasi tak kalah mencekam melanda kawasan Rumah Jabatan Bupati. Puluhan personel gabungan tampak melangkah masuk melintasi pintu gerbang Rujab bupati. Petugas langsung bergerak mengamankan area rumah dinas demi pemeriksaan dokumen penting. Penyidik memeriksa berkas kedinasan maupun dokumen pribadi yang tersimpan di lokasi.
Menariknya, pos penjagaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) justru tampak melompong. Pos jagaan yang biasanya ramai oleh petugas daerah tersebut mendadak tanpa penghuni. Keadaan tak biasa ini kian memperjelas betapa kagetnya internal Pemkab Gowa. Jajaran internal tampak panik saat menghadapi sergapan penggeledahan mendadak Mabes Polri.
Akhirnya, beberapa anggota Satpol PP yang tersisa memilih berbaur bersama polisi. Petugas Satpol PP tampak membaur dengan personel kepolisian yang melakukan pengamanan. Dengan demikian, rangkaian penggeledahan maraton ini menjadi titik balik sangat penting. Operasi kilat ini sukses mengumpulkan tumpukan bukti yang sangat kuat dan sah. Bukti-bukti kuat tersebut akhirnya menyeret Bupati Gowa Husniah Talenrang menjadi tersangka resmi. Beliau kini harus menghadapi proses hukum terkait dugaan skandal pemerasan perizinan PBG.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

