Checkbind.com – Tim Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kalimantan Selatan mendadak memeriksa Kepala KSOP Tanjung Perak Surabaya, Agustinus Maun. Langkah ini penyidik ambil guna mengusut tuntas kecelakaan maut KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Proses pemeriksaan penting tersebut berlangsung di markas Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jawa Timur pada Kamis (17/9/2026). Sementara itu, kapal feri maut tersebut membawa 243 penumpang saat terbalik pada Minggu (13/9/2026).
Mengenai hal ini, Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Arman Asmara Syarifuddin langsung mengonfirmasi pemeriksaan tersebut. Lebih lanjut, beliau membenarkan bahwa penyidik Polda Kalsel sedang memanggil Kepala KSOP Tanjung Perak.
“Hari ini penyidik Kalimantan Selatan memanggil serta memeriksa Kepala KSOP Tanjung Perak di Ditpolair,” ujar Kombes Arman pada Kamis (17/9/2026).
Selain itu, Kombes Arman menjelaskan bahwa Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jatim meminjamkan ruang pemeriksaan khusus kepada tim penyidik Kalsel.
Karena itu, tim penyidik memanfaatkan fasilitas ruangan tersebut secara maksimal. Selanjutnya, mereka menginterogasi jajaran pimpinan serta staf KSOP Tanjung Perak terkait musibah maut ini.
“Kami cuma meminjamkan tempat untuk memfasilitasi pemeriksaan KSOP beserta seluruh karyawannya,” imbuh Kombes Arman secara tegas.
Kemudian, Kombes Arman menegaskan bahwa Polda Kalsel memegang penuh kewenangan seluruh proses hukum penyidikan. Pasalnya, lokasi kejadian masuk dalam wilayah administratif hukum Kalimantan Selatan.
“Bahkan, dokumen Laporan Polisi sudah dibuat oleh penyidik Polda Kalimantan Selatan di sana,” katanya menambahkan penjelasan.
Meskipun titik insiden berada 84 mil laut di Barat Daya Masalembu, lokasi tersebut nyatanya lebih dekat ke pesisir Kalsel.
Atas dasar pertimbangan geografis ini, Polda Kalsel langsung menerbitkan Laporan Polisi secara resmi. Oleh sebab itu, penyidik menetapkan locus delicti atau lokasi tindak pidana kecelakaan maut tersebut.
“Penyidik Kalimantan Selatan menjalankan seluruh penanganan pidana ini secara penuh,” tegas Kombes Arman. “Sebaliknya, Polair Jatim sekadar memberi bantuan operasi SAR dan penyelamatan,” tambahnya.
Sementara itu, pantauan lapangan di Markas Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jatim, Jalan Intan, Surabaya memperlihatkan suasana relatif sepi. Kendati demikian, penjagaan ketat tetap dilakukan oleh petugas kepolisian di area pintu masuk utama.
Sebagai informasi, musibah mengerikan KMP Virgo Transport 8 ini menerjang pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. Peristiwa tragis tersebut melanda kawasan perairan Masalembo, Laut Jawa.
Lantas, gelombang tinggi dan cuaca buruk langsung membalikkan kapal berukuran 8.540 GT tersebut hingga tenggelam. Saat itu, kapal sedang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Akhirnya, data resmi mencatat kapal feri ini mengangkut total 243 penumpang beserta 89 unit kendaraan. Dalam operasi evakuasi, tim SAR berhasil menyelamatkan 108 penumpang. Namun, sebanyak enam korban ditemukan tewas dan 129 penumpang lainnya masih dilaporkan hilang.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

