Checkbind.com – Di tengah gejolak geopolitik dan ancaman kebijakan proteksionis AS, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) justru menunjukkan taringnya! Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN dengan percaya diri memastikan bisnisnya tetap solid berkat fondasi domestik yang super kuat. Bagaimana caranya? Simak rahasia mereka!
Basis Domestik = Ketahanan Bisnis Tanpa Tanding
PGN bukan sekadar bertahan, tapi benar-benar kebal terhadap gejolak global! Pasalnya, 93% pasokan gas mereka berasal dari dalam negeri, didukung infrastruktur yang 100% lokal, dan pelanggannya pun mayoritas domestik. “Ini yang bikin PGN hampir tidak terpengaruh risiko eksternal,” tegas Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, dengan nada optimis dalam keterangannya, Senin (14/7/2025).
Arief mengungkapkan hal ini secara langsung ketika menjadi pembicara di Seminar Emiten 2025 yang Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selenggarakan di Jakarta pada Selasa (8/7/2025). Menurutnya, ketegangan geopolitik dan kebijakan AS memang bisa menggoyang nilai tukar rupiah dan harga energi global. Namun, PGN sudah siap dengan tameng terbaik: ketergantungan minimal pada pasar luar!
Ancaman ke Sektor Ekspor? Tetap Aman!
Sektor ekspor seperti elektronik, garmen, dan kulit diprediksi bakal merasakan tekanan. Akibatnya, konsumsi gas industri bisa turun sekitar 2,34%. Tapi, PGN tidak panik! Mereka justru melihat peluang di balik tantangan ini.
Di sisi pasokan, kekhawatiran sempat muncul ketika pengiriman LNG global dari Qatar terancam gara-gara konflik di Selat Hormuz. Namun, PGN cuma tersenyum lega. Kenapa? Karena mereka sudah mengandalkan pasokan domestik dan diversifikasi portofolio. Jadi, gangguan di Timur Tengah? No problem!
Strategi G-A-S: Grow, Adapt, Step Out!
Sebagai pengelola 95% infrastruktur hilir gas nasional, PGN punya jurus andalan: Grow–Adapt–Step Out (G-A-S). Strategi ini memungkinkan mereka untuk:
- Mengembangkan pasar gas dan infrastruktur di dalam negeri,
- Beradaptasi dengan perubahan pasokan dan regulasi,
- Memastikan layanan energi tetap lancar untuk industri, UMKM, hingga rumah tangga.
“Kami yakin, kunci ketahanan jangka panjang ada di fundamental domestik yang kuat,” tegas Arief. Mereka fokus pada optimalisasi gas bumi nasional lewat efisiensi infrastruktur, diversifikasi pasokan, dan layanan yang tak pernah putus.
PGN tidak berhenti sampai di situ! Mereka terus memperluas jaringan pipa dan membangun terminal LNG untuk menjangkau lebih banyak wilayah. Tujuannya? Agar pasokan energi semakin fleksibel dan penetrasi pasar makin dalam.
Kolaborasi dengan Pertamina Group juga jadi senjata ampuh untuk meningkatkan profitabilitas. Selain itu, PGN bersinergi dengan pemerintah untuk mempercepat integrasi infrastruktur dan efisiensi logistik. Hasilnya? Harga gas tetap kompetitif, dan pemanfaatan energi dalam negeri semakin maksimal!
Siap Hadapi Tantangan, Siap Beri Nilai Tambah
“Kami terus memantau dampak global terhadap operasional dan biaya,” kata Arief. Tapi satu hal yang dia tekankan: PGN secara fundamental sangat kuat! Mereka tidak cuma bertahan, tapi juga siap menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan pemegang saham.
Jadi, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, PGN justru seperti batu karang yang tak tergoyahkan. Dengan strategi cerdas dan basis domestik yang solid, mereka membuktikan bahwa krisis global bukan halangan untuk tetap unggul!

