Checkbind.com — Kobaran api membakar kapal penumpang KMP Batumandi di tengah laut. Peristiwa mencekam ini mengagetkan para pengguna jasa penyeberangan. Namun, PT ASDP Indonesia Ferry tidak mau berspekulasi. Pihak pengelola memilih bersikap tenang. Mereka enggan terburu-buru mengumumkan pemicu utama musibah ini.
Sementara itu, Direktur Utama ASDP Heru Widodo memberikan penjelasan. Manajemen kapal masih menantikan hasil investigasi resmi. Para ahli keselamatan sedang bekerja keras. Pihak ASDP enggan mendahului tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Selain itu, jajaran kepolisian juga sedang memimpin pemeriksaan langsung.
Lantas, Heru menyampaikan keterangan pers di Pelabuhan Merak pada Selasa (20/10/2026). Ia membeberkan fakta ini secara terbuka kepada media. “Kami belum bisa memastikan penyebabnya,” tegas Heru. Bahkan, ia menambahkan bahwa ASDP terus menunggu hasil penyelidikan resmi. Pihaknya menghormati proses hukum dari KNKT dan kepolisian.
Selanjutnya, Heru menegaskan wewenang ASDP dalam kasus ini. Pihaknya sama sekali tidak berhak menebak titik pemicu api. Langkah ini penting demi menjaga ketenangan publik. Apalagi, kapal feri tersebut membawa 420 orang penumpang. Keselamatan seluruh jiwa menjadi prioritas utama semua pihak.
Oleh karena itu, Heru membendung berbagai spekulasi liar di masyarakat. Ia meminta warga tidak mempercayai kabar burung. “Kami tidak berani menjawab spekulasi itu,” ujar Heru tegas. Pihak luar sempat menuduh api berasal dari buritan, dek, atau mesin. Namun, Heru mengingatkan bahwa hanya lembaga khusus yang berhak menginvestigasi hal tersebut.
Di samping itu, Heru membawa kabar baik yang menenangkan. Tim pemadam gabungan sudah menjinakkan si jago merah. Kobaran api di atas kapal kini sudah padam total. Situasi di lokasi kejadian sudah sangat terkendali.
Akibatnya, kondisi ini makin memudahkan kerja para tim ahli. Para investigator KNKT kini bisa bergerak lebih cepat. Keadaan kapal yang aman memuluskan proses pencarian bukti. Tim penyidik siap menyisir setiap sudut ruangan kapal tanpa risiko bahaya.
Malahan, Heru mengutarakan rasa syukurnya atas perkembangan positif ini. “Alhamdulillah, api sudah padam sepenuhnya,” tutur Heru. Tentu saja, kondisi kondusif ini mempercepat langkah KNKT dan kepolisian. Hasilnya, publik akan segera mengetahui penyebab pasti insiden mematikan ini.
Proses Evakuasi Mencekam Akhirnya Tuntas Tanpa Korban Jiwa!
Tak kalah penting, Heru memastikan proses evakuasi telah selesai. Tim SAR bergerak sangat cepat menyelamatkan para korban. Petugas berhasil menyeberangkan seluruh penumpang ke tempat aman. Alhasil, tidak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan ini.
Meskipun demikian, beberapa dari 420 penumpang membutuhkan penanganan medis. Tim kesehatan Pelabuhan Merak langsung memberikan pertolongan pertama. Beberapa penumpang mengalami rasa syok berat. Selain itu, asap pekat membuat sebagian korban menderita sesak napas dan luka ringan.
Bahkan, Heru merincikan data korban medis secara transparan. “Petugas mencatat ada enam orang korban,” jelas Heru. Satu penumpang mengalami syok karena situasi sempat chaos. Sementara itu, lima orang lain menderita sesak napas dan luka ringan. Namun, tim medis sudah mengobati mereka dan memulangkan seluruhnya ke rumah.
Pada akhirnya, ASDP fokus menyelesaikan urusan ganti rugi penumpang. ASDP bekerja sama erat dengan PT Jasa Raharja. Mereka menghitung kerugian materiil para korban secara cermat. Selain itu, petugas juga memfasilitasi kepulangan seluruh penumpang selamat sampai ke kota tujuan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

