JAKARTA, Checkbind.com – TNI akhirnya buka suara! Mereka menegaskan bahwa pihaknya melakukan eksekusi pengosongan dan penertiban rumah di Asrama Ex Yon Zikon 15, RW 10 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, demi pembangunan rumah susun (rusun) plus sarana prasarana canggih untuk prajurit Detasemen Penjinak Bahan Peledak alias Jihandak TNI AD. Wah, mega proyek ini langsung bikin heboh warga!
Kebutuhan Mendesak Personel Jihandak Melonjak Drastis
Direktur Pembinaan Umum Pusat Zeni Angkatan Darat (Dirbinum Pusziad), Kolonel TNI Nur Alam Sucipto, dengan tegas menjelaskan bahwa pembangunan rusun prajurit tersebut memenuhi kebutuhan yang sangat krusial. Pasalnya, jumlah personel Jihandak baru-baru ini meningkat drastis.
“Kita tengah melaksanakan kegiatan penertiban,” ujar Alam kepada para wartawan di lokasi penggusuran, Selasa. Ia pun merinci bahwa kegiatan ini terpaksa dilakukan karena sebelumnya satuan Kompi Jihandak, akibat kebutuhan organisasi yang terus berkembang, resmi meningkat statusnya menjadi Detasemen Jihandak. Wow, lonjakan status ini ternyata membawa dampak besar!
Menurut dia, peningkatan status tersebut secara langsung berdampak pada kenaikan jumlah personel Jihandak. Bayangkan, personel Jihandak melonjak dari hanya 75 orang menjadi 170 orang! Kondisi ini otomatis turut meningkatkan kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi para prajurit pemberani ini.
Oleh karena itu, lanjut Alam, pihaknya harus segera mengosongkan asrama yang sebelumnya ditempati oleh prajurit aktif maupun keluarga pensiunan tersebut. TNI AD kemudian akan membangun kembali kawasan itu menjadi rumah susun yang jauh lebih modern.
“Jadi, pengembangan satuan ini pasti membutuhkan sarana prasarana yang memadai,” tegas Alam. “Karena itu, TNI AD sangat membutuhkan tempat tinggal prajurit, baik sarana prasarana tempat tinggal maupun fasilitas lainnya, untuk kegiatan pengembangan. Perlu diketahui, satuan ini juga sudah memiliki sertifikat, yaitu nomornya adalah 00184,” tambahnya meyakinkan.
Klaim Sosialisasi: TNI AD Sudah Gelar Sosialisasi Sejak 2024
Menanggapi protes keras warga yang menilai penggusuran itu dilakukan secara paksa dan sepihak, Alam dengan lugas membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa TNI AD sesungguhnya telah melakukan serangkaian sosialisasi secara bertahap sejak jauh-jauh hari, tepatnya dari tahun 2024 lalu.
Ia pun merinci kronologi sosialisasinya. Proses sosialisasi pertama kali dimulai pada 9 Juli 2024. Saat itu, pihaknya menggelar sosialisasi mengenai rencana pengembangan Kompi Jihandak menjadi Detasemen Jihandak. Selanjutnya, TNI AD melakukan sosialisasi kedua pada 29 Agustus 2024. Pada kesempatan itu, mereka secara resmi mengimbau para warga penghuni asrama untuk segera mengosongkan rumah.
Setelah memberikan imbauan, TNI AD tidak tinggal diam. Mereka secara resmi mengeluarkan surat peringatan bertahap sebagai bentuk keseriusan. Rinciannya, TNI AD menerbitkan SP 1 pada 16 Oktober 2024, kemudian menyusul SP 2 pada 17 Desember 2024, dan terakhir SP 3 pada 31 Juli 2025.
“Sehingga rentang waktu yang kami berikan kepada warga untuk mengingatkan agar mengosongkan tempat itu cukup lama, bahkan sangat panjang,” ucap Alam. “Setelah memberikan SP 3 itu, kami masih memberikan waktu lagi kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri,” klaimnya.
Klaim Bantu Angkut Barang: TNI Sediakan Truk Gratis!
Menariknya, Alam juga menyebut bahwa pihak TNI tidak sekadar menggusur. Mereka justru memfasilitasi pengangkutan barang-barang milik warga yang bersedia mengosongkan rumah. Bahkan, TNI dengan sigap mengantarkan barang-barang tersebut hingga ke tempat tujuan para warga. Lumayan, kan?
Dari total 152 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak oleh proyek raksasa ini, tercatat 45 KK telah mengosongkan rumah mereka secara mandiri tanpa paksaan. Target TNI AD, mereka akan menyelesaikan pengosongan 107 rumah yang masih tersisa dalam tempo singkat, sekitar lima hari ke depan, tepatnya hingga Jumat (12/6/2026).
“Kami akan melaksanakan rencana kegiatan ini kurang lebih dalam waktu lima hari,” tuturnya tegas. “Kami melakukan semua ini dalam rangka penertiban rumah dinas yang ada di komplek Jihandak ini. Karena kami akan segera melaksanakan pembangunan, maka kami harus melakukan penertiban ini,” sambungnya.
Ia pun berharap para warga penghuni rumah Asrama Eks Yon Zikon di RW 10 Lenteng Agung dapat bersikap kooperatif. Pihaknya mengajak mereka untuk secara sukarela mengosongkan rumahnya. Dengan begitu, TNI dan warga bisa menghindari gesekan fisik maupun psikologis di lokasi bersama-sama.
Penertiban Rumah Dinas: Warga Kaget, Ada yang Pingsan!
Sebelumnya, kabar mengejutkan datang dari lokasi. Sejumlah personel TNI dengan sigap melakukan eksekusi pengosongan dan pembongkaran permukiman di Asrama Eks Yon Zikon TNI AD, RW 10, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/6/2026) pagi. Aksi cepat ini langsung menyedot perhatian publik.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, proses pengosongan dan pembongkaran itu dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Suasana langsung mencekam. TNI mengerahkan setidaknya 25 kendaraan pengangkut personel dan barang-barang warga. Selain itu, ratusan personel TNI Angkatan Darat tampak berjajar di sepanjang Jalan Lenteng Agung Raya. Serius banget!
Akibat kegiatan besar-besaran ini, aparat menutup Jalan Lenteng Agung Raya sementara. Petugas mengalihkan para pengendara yang hendak menuju arah Depok ke lajur kanan yang mengarah ke Universitas Pancasila. Macet tak terhindarkan!
Personel TNI AD kemudian dengan sigap memasuki sejumlah rumah. Mereka mendatangi rumah-rumah yang masih dihuni maupun yang telah ditinggalkan pemiliknya. Tanpa basa-basi, mereka melakukan pengosongan paksa.
Para personel mengangkut berbagai perabotan rumah tangga ke luar rumah. Mulai dari lemari besar, kasur nyaman, kulkas dingin, dispenser air, hingga barang-barang kecil lainnya, semuanya mereka keluarkan paksa. Petugas PT PLN juga turun tangan (kalimat pasif 1/8). Mereka dengan sigap mencopot instalasi listrik dari rumah-rumah yang akan dibongkar. Akibatnya, rumah-rumah itu gelap gulita!
Kedatangan personel TNI secara mendadak ini jelas memicu reaksi emosional dari sebagian warga yang masih menempati rumah tersebut. Beberapa warga tak kuasa menahan tangis. Bahkan, ada yang berteriak histeris saat personel mulai mengosongkan rumah yang mereka cintai secara paksa.
Seorang warga lanjut usia (lansia) yang mengaku sebagai istri purnawirawan TNI pun memohon dengan haru. “Saya Ibu Muksinin, suami saya Kolonel Muksinin. Tolong hargai suami saya! Beliau sudah berjuang di Irian Jaya, dari Irian pindah ke Timor Timur, berdarah-darah,” ucap Ibu Muksinin lirih kepada para petugas di halaman rumahnya yang hendak disegel.
Lebih parah lagi, April (40), salah satu warga penghuni RW 10, mengaku kaget setengah mati. Ia mendapati pembongkaran itu terjadi saat rumahnya dalam keadaan kosong tanpa penghuni. Ia sama sekali tidak menerima pemberitahuan sebelumnya!
“Gimana ini? Kan saya posisi lagi enggak di rumah, lagi kerja,” keluh April di lokasi, Selasa. “Begitu pulang, pintu rumah saya udah mereka bobol, mereka rusak pintunya. Ini menyalahi aturan loh, namanya mereka nerobos rumah orang!” teriaknya kesal.
April juga mengaku tidak terima. Pasalnya, petugas PLN mencopot paksa instalasi listrik di rumah yang telah ia huni selama lebih dari 40 tahun itu. Menurut dia, PLN sama sekali tidak memberikan surat pemberitahuan apa pun terkait pemutusan aliran listrik. Giliran dapat perlakuan kurang manusiawi!
Di sisi lain, suasana tambah haru. Seorang ibu bernama Sulis bahkan sampai pingsan tepat di depan gang masuk yang mengarah ke rumahnya. Pemandangan itu sontak membuat warga lain panik dan berhamburan menolong.
Menurut keterangan salah satu warga, Andri, Sulis mengalami syok berat. Ia mendapati rumahnya tengah dalam proses pengosongan oleh personel TNI saat ia sedang tidak berada di rumah. Rasa kagetnya begitu hebat hingga ia lemas lalu ambruk!
“Dia baru pulang dari kantor kelurahan, tuh masih bawa map kuning. Kayaknya dia lagi ngurus dokumen keluarganya juga,” cerita Andri. “Tahu-tahu pas pulang, dia lihat rumahnya udah mereka bongkar begitu. Spontan dia kaget, langsung pingsan di jalan itu, jatuh tersungkur,” pungkasnya mengakhiri kisah pilu ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

