SUKABUMI, Checkbind.com – Suasana libur Kemerdekaan tahun ini berubah mencekam. Seorang pemuda dilaporkan hilang di tengah ganasnya laut Sukabumi. Peristiwa tragis itu terjadi tepat pada pagi hari 17 Agustus 2026. Sayangnya, momen bersejarah itu justru menjadi hari penuh duka bagi rombongan wisatawan ini.
Pihak kepolisian langsung bergerak cepat mengidentifikasi korban. Identitasnya diketahui oleh petugas setelah menerima laporan dari saksi. Namanya Ahmad Nadif Fadilah. Usianya masih terbilang sangat muda, baru 21 tahun. Ahmad merupakan warga asli Kampung Kandang. Ia tinggal di RT 003 RW 004. Wilayah itu berada di Kelurahan Jagakarsa. Kecamatan Jagakarsa masuk dalam wilayah Jakarta Selatan.
Ahmad kehilangan nyawanya terseret ombak di Pantai Karang Naya. Pantai ini dikenal memiliki ombak besar dan arus deras. Lokasinya masuk ke dalam wilayah Kecamatan Cikakak. Daerah tersebut berada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Banyak wisatawan lokal sering berkunjung ke sini. Namun, pengunjung harus selalu waspada terhadap bahaya laut selatan.
AKP Dadi menjabat sebagai Kasat Polairud Polres Sukabumi. Beliau angkat bicara mengenai peristiwa nahas ini. Dadi menegaskan bahwa Ahmad hilang pada Senin pagi. Tanggal pastinya adalah 17 Agustus 2026. Hari itu bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 RI.
Sebelum insiden itu terjadi, rombongan Ahmad sudah lebih dulu tiba. Mereka datang ke pantai pada Minggu malam. Saat itu tanggal 16 Agustus 2026. Mereka bermaksud menginap dan bermain di pagi hari.
Dadi membeberkan kronologi awal perjalanan mereka. “Pada hari Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, korban dan rombongan tiba di Pantai Karang Naya,” ungkap Dadi. Kemudian, keesokan paginya tiba. Senin, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 05.30 WIB, suasana masih sepi. Ahmad turun ke bibir pantai bersama tiga rekannya. Mereka sangat antusias. Mereka langsung menceburkan diri. Aktivitas mereka hanya bermain air dan bercanda ria.
Selanjutnya, Dadi melanjutkan cerita mencekam tersebut. Ahmad asyik berenang di tengah. Ketiga sahabatnya juga menikmati deburan ombak pagi itu. Namun, tiba-tiba suasana berubah drastis. Ombak besar datang menggulung tanpa peringatan sama sekali. Ombak raksasa itu langsung menghantam tubuh Ahmad. Hantaman ombak sangat keras dan tak terduga.
Namun, situasi semakin kacau saat itu. Ketika ombak besar menerjang, ketiga teman Ahmad sedang fokus ke pinggir. Mereka justru berbalik arah menuju daratan. Akibatnya, mereka sama sekali tidak menyadari kehilangan Ahmad. Ahmad sudah hilang tertelan ombak di belakang mereka. Mereka tidak mendengar teriakan apa pun. Suara ombak menenggelamkan semuanya.
Dadi mengungkap detail paling menakutkan dari kejadian itu. “Saat korban berenang, ketiga temannya menuju ke area pinggir,” jelas Dadi. “Tiba-tiba, ombak besar datang. Ombak itu langsung menyapu korban. Arusnya sangat deras dan menyeret korban ke tengah laut,” tambahnya.
“Ketiga temannya tidak mengetahui kejadian ini sama sekali,” tegas Dadi. Mereka tidak sadar kalau Ahmad terbawa arus. Mereka juga tidak tahu bahwa Ahmad sudah hilang. Semua terjadi dalam hitungan detik. Ombak datang dan pergi begitu cepat.
Setelah sampai di daratan, rekan-rekan Ahmad baru tersadar. Mereka langsung menghitung jumlah teman. Betapa kagetnya mereka saat mengetahui Ahmad tidak ada. Mereka panik dan langsung berlari ke tepi pantai. Mereka mencari Ahmad di sekitar lokasi kejadian. Namun, upaya pencarian mandiri itu gagal. Tidak ada jejak Ahmad di mana pun. Kemudian, mereka segera melapor ke petugas setempat. Laporan itu langsung diteruskan ke tim SAR dan Polairud.
Sampai saat ini, nasib Ahmad masih menjadi misteri. Pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan Polairud dan SAR. “Korban belum kami temukan hingga saat ini,” tutur Dadi penuh harap. Tim terus berupaya maksimal. Mereka menyisir perairan sekitar pantai. Cuaca yang kurang bersahabat sempat menghambat proses. Namun, tim tidak menyerah. Mereka memperluas area pencarian ke tengah laut. Keluarga Ahmad di Jakarta juga ikut gelisah. Mereka hanya bisa berdoa dan berharap keajaiban. Semoga Ahmad segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

