Site icon Checkbind

Pemuda di Bekasi Aniaya Ibu Kandung Sendiri Hingga Tersungkur, Motifnya Bikin Geram!

Jakarta, checkbind.com – Polisi akhirnya menangkap seorang pemuda berinisial Moch Ihsan (22) di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, setelah video penganiayaannya terhadap ibu kandungnya sendiri viral. Aksi brutal itu membuat netizen geram, terlebih pelaku sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga:Pemerintah Didesak Segera Evakuasi WNI Terdampak Serangan AS ke Iran

Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, langsung menjerat pelaku dengan Pasal 44 ayat (1) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Kami sudah menetapkannya sebagai tersangka,” tegas Binsar saat konfirmasi Minggu (22/6/2025).

Saat ini, Moch Ihsan sudah mendekam di sel tahanan Polres Metro Bekasi Kota. Polisi masih mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada unsur lain yang terlewat. “Kami sudah mengamankan pelaku dan melakukan penahanan,” tambahnya.

Aksi Brutal Terekam Kamera, Korban Tak Melawan
Dalam video yang beredar luas, terlihat jelas bagaimana Moch Ihsan berulang kali memukul kepala ibunya dengan tangan kosong hingga sang ibu terjatuh. Tak berhenti di situ, pelaku bahkan menendang dan menampar korban yang sama sekali tidak melawan.

Ibunya yang mengenakan jilbab cokelat terlihat pasrah menerima perlakuan keji anak kandungnya sendiri. Lebih parah lagi, pelaku melempar sandal ke kepala sang ibu, menunjukkan tingkat emosi yang tak terkendali.

Motif Penganiayaan Bikin Sedih: Hanya Gara-Gara Pinjam Motor
Polisi berhasil mengungkap alasan di balik kekejaman ini. Ternyata, Moch Ihsan mengamuk karena ibunya menolak meminjamkan motor tetangga untuknya. “Pelaku memukul korban lantaran permintaannya ditolak. Ia ingin ibunya meminjam motor tetangga, tapi sang ibu tidak mau,” jelas Kompol Binsar.

Pelaku mengaku ingin menggunakan motor tersebut hanya untuk jalan-jalan atau bersenang-senang. Sang ibu yang merasa tidak enak terus-menerus meminjam motor tetangga pun menolak dan menyarankan anaknya menggunakan sepeda yang ada di rumah. Sayangnya, penolakan itu justru berujung pada kekerasan.

Masyarakat Kecam Aksi Tak Manusiawi Ini
Kasus ini langsung memantik reaksi keras dari warganet. Masyarakat mengutuk keras tindakan Moch Ihsan, terutama karena dia tega menyakiti ibu kandungnya sendiri yang semestinya dia hormati. Beberapa netizen bahkan meminta hukum yang tegas agar pelaku jera.

Polisi memastikan proses hukum akan berjalan transparan. “Kami akan memproses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Binsar.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga Masih Jadi PR Besar
Kasus ini kembali menyoroti masalah KDRT yang masih sering terjadi di Indonesia. Banyak korban, terutama orang tua, seringkali enggan melapor karena merasa malu atau takut. Masyarakat harus segera melaporkan kekerasan semacam ini untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Jika melihat atau menduga ada tindak kekerasan, segera laporkan ke pihak berwajib.

Pelaku Tunggu Proses Hukum, Korban Didampingi Pemulihan
Sementara pelaku menjalani proses hukum, korban kini mendapatkan pendampingan dari pihak berwenang. Pihak berwenang berupaya memulihkan kondisi sang ibu, baik secara fisik maupun mental, pasca kejadian traumatis ini.

Polisi menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh membenarkan kekerasan dengan alasan apa pun. “Kami akan terus bertindak tegas terhadap pelaku KDRT,” pungkas Binsar.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua orang, terutama generasi muda, untuk selalu mengendalikan emosi. Orang tua adalah sosok yang harus dihormati, bukan dilukai. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.

Exit mobile version